Lampiran A. Sumber Informasi Tentang Yesus dan Muhammad.

Apakah Anda pernah berbicara dengan seorang teman yang mulai memberitahu .Anda sesuatu tapi Anda tidak tahu apa yang sedang ia bicarakan? Anda memahami setiap kata yang ia gunakan, tetapi teman Anda telah lupa untuk mengatakan pada Anda topik percakapannya.

Banyak  pembaca  barat  yang  mencoba  untuk  membaca  Quran  atau  hadist mengalami pengalaman yang sama. Mereka dapat membaca terjemahan dari Quran dalam bahasa mereka sendiri, tetapi mereka butuh informasi lebih untuk mengerti arti kata.

Dalam  buku  ini  saya  sering  mengutip  dari  Quran,  hadist  dan  Injil,  untuk menjelaskan  cerita  dari  kehidupan  Yesus  dan  Muhammad.  Lampiran  ini  akan memberikan kunci sejarah untuk mengartikan Quran dan tulisan Islam lainnya.

Bab ini juga akan membahas isu utama bagi Muslim dan Kristen seperti: apakah Injil dapat dipercaya? Muslim percaya bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen telah mengubah Kitab Suci, mengubah atau mengeluarkan beberapa bagian (lihat Surah 5:12- 15); kita akan melihat apakah ada bukti yang mendukung pernyataan ini.

Lampiran ini adalah salah satu bagian yang paling penting dari buku. Tidak hanya akan membantu Anda memahami apa yang Anda baca, tetapi juga membantu Anda untuk mengartikan apa yang dikatakan orang lain mengenai Islam dan Kekristenan.

SUMBER INFORMASI TENTANG MUHAMMAD

Informasi tentang Muhammad berasal dari empat sumber utama:

1. Quran

2. hadist

3. biografi dari Muhammad

4. sejarah Islam

Mari melihat pedoman untuk memahami sumber-sumber ini.

QURAN

Dasar iman Islam adalah Quran, buku yang sedikit lebih pendek dari Perjanjian Baru umat Kristen. Muhammad mendikte Al-Quran pada pengikutnya, berdasarkan ayat- ayat yang dia terima dari Malaikat Jibril, Muhammad mengatakan bahwa Jibril membawa ayat-ayat langsung dari Allah.

Dengan demikian, bahasa Quran didasarkan pada gagasan Allah berbicara kepada Muhammad. Itulah mengapa banyak ayat-ayat dimulai dengan kalimat: ”Katakanlah, Hai Muhammad …”. Struktur Quran adalah Allah berbicara kepada Muhammad untuk berkata apa. Banyak ayat-ayat dimulai dengan kata ”Ingatlah”, dalam hal ini Allah memberitahu Muhammad untuk mengingat sesuatu.

Saat Anda membaca keterangan orang pertama, itu merujuk kepada Allah. Kadang- kadang Anda akan melihat kata ”Kami”, ini juga merujuk kepada Allah. Bentuk plural yang digunakan untuk menampilkan kebesaran Allah, tidak untuk mengajarkan terdapat lebih dari satu Tuhan Yang Maha Kuasa.

Mengenai informasi tentang kehidupan Muhammad, Quran adalah sumber terbaik, karena Muhammad memiliki kendali mutlak yang tercatat sebagai wahyu Quran. Hanya ia yang dapat menyatakan kata-kata datang dari Allah dan disertakan dalam Al-Quran. Muhammad menerima ayat-ayat dari Malaikat Jibril dalam jangka waktu 23 tahun. Banyak dari ayat-ayat ini adalah jawaban untuk peristiwa sejarah, seperti peperangan atau pertanyaan tentang perilaku masyarakat Islam. Quran mungkin membingungkan, kecuali Anda memiliki pengetahuan yang baik dari latar belakang peristiwanya. Beberapa salinan dari Quran akan memberikan informasi mengenai konteks bagian tertentu. Muslim juga bergantung pada komentari Quran sebagai pedoman bagi mereka dalam hal ini.

Sebuah komentari (dalam bahasa Inggris) yang bisa dengan mudah Anda dapatkan adalah The Meaning of the Quran oleh Syed Maududi.

Dalam buku ini saya memberi Anda konteks sejarah yang berkaitan dengan kutipan yang saya gunakan dari Quran.

Pertanyaan Tentang Bahasa

Muslim tradisional percaya Quran hanya dapat dipahami dalam bahasa aslinya, Arab klasik. Saat saya masih kecil, paman saya bekerja keras untuk mengajarkan saya Bahasa Arab klasik. Tanpa pelatihan khusus, seorang pembicara bahasa Arab modern, tidak dapat memahami Bahasa Arab klasik, yang tidak hanya tertulis pada Quran tapi juga  hadist  dan  literatur  kuno  lainnya.  Untuk  memahami  teks  ini  banyak  Muslim mengandalkan komentari dan apa yang diajarkan di masjid atau di media Islami.

Muslim  yang  dapat  membaca  Bahasa  Arab  klasik  sangat  enggan  untuk menerjemahkan teks ke dalam bahasa lain, karena tradisi Islam mengatakan bahwa bahasa Arab klasik adalah bahasa dari langit. Oleh karena itu, terjemahan dari Quran dan hadist dalam bahasa lain yang sering dilakukan oleh orang bukan penutur asli Arab, terjemahan  mereka  menyampaikan  gagasan  teks,  tetapi  kadang-kadang  pengertian mereka dari Bahasa Arab tidak jelas, sehingga terkadang pilihan kata-kata bahasa Inggris mereka tidak jelas.

Ketika saya melakukan penelitian, saya membaca sumber dalam bahasa Arab asli, setelah menemukan informasi dalam buku bahasa Arab, saya selalu merujuk kepada terjemahan bahasa Inggris. Sebagian besar dari terjemahan ini cukup jelas, tapi kadang- kadang  saya  menggunakan  terjemahan  sendiri  agar  lebih  jelas.  Informasi  tentang referensi bibliografi  bahasa Arab dan bahasa Inggris ada di bagian belakang buku ini .

HADIST

Banyak orang barat berpendidikan tidak mengetahui ”hadist”, sumber literatur kedua yang paling penting dari teologi Islam.

Daripada memberikan definisi ilmiah tentang hadist, saya ingin memulai dengan menceritakan bagaimana mereka diciptakan.

Izinkan saya memberikan Anda kutipan cerita dari kehidupan Muhammad. Dia berada di rumahnya di Madinah dengan salah satu hambanya (Abu Huraira), ketika seorang pria dibawa menghadapnya. Pria ini telah melanggar hukum Islam karena minum anggur.  Muhammad  memerintahkan  Muslim  untuk  memukulnya  sebagai  hukuman. Hamba itu mengamati adegan ini dan menyimpannya kedalam ingatannya. Selanjutnya ketika situasi yang sama terjadi, hamba itu berkata kepada orang: ”Saya mendengar Nabi berkata ini dan ini dalam situasi ini …” 

Setelah  kematian  Muhammad,  informasi  tentang  kehidupannya  dan  ajarannya menjadi sangat berharga. Hamba ini mulai khawatir bahwa jika ia sakit dan mati, sejarah ini akan hilang, sehingga ia meminta beberapa orang terpelajar untuk menulisnya ke perkamen. Perkamen ini akan menjadi berharga dan diturunkan dengan hati-hati dari generasi ke generasi.

Cerita ini adalah sebuah contoh dari hadist. Istilah hadist berarti ”sebuah cerita dari sesuatu yang telah dilakukan atau diajarkan Muhammad”. Anda dapat mengutip sebuah hadist atau koleksi hadist.

Hamba dalam cerita diatas adalah contoh dari narator/perawi dalam hadist, dan hampir setiap hadist memiliki narator, yang menyampaikan cerita itu pertama kali. Hamba ini (Abu Huraira) telah menceritakan ribuan hadist, hamba lain dari Muhammad, teman dekatnya,  istri-istrinya (terutama Aisyah) juga mengisahkan banyak hadist. Saat saya memasukkan sebuah sumber dari hadist, saya terkadang memasukkan nama yang berbicara karena menyediakan informasi yang baik kehandalan hadist tersebut.

Sekarang mari kita lihat bagaimana hadist dikumpulkan dan disimpan sampai hari ini. 200 tahun setelah kematian Muhammad, masyarakat Islam telah mengembangkan tradisi budaya yang kaya, akademis dari berbagai bidang mempelajari hadist yang ada. Guru agama mulai melihat keperluan untuk mengumpulkan hadist dari berbagai tempat dan menempatkannya bersama. Jadi mereka berpergian dan berbicara dengan kerabat dan orang-orang keturunan langsung yang pernah berhubungan langsung dengan Muhammad. Orang-orang ini memberikan laporan hadits yang telah disimpan diatas kertas yang diturunkan secara lisan. Kedua editor hadist yang paling dihormati adalah: Al-Bukhari (194-256 H) dan Muslim (202-261 H), yang mengumpulkan hadist selama periode yang sama.

Al-Bukhari dan Muslim tidak menerima semua cerita dari orang yang bercerita  kepada mereka tentang Muhammad. Pertama-tama mereka melihat sumber asli dari cerita itu, atau naratornya, mencari tahu apakah orang ini memiliki sumber terpercaya untuk hadist yang dapat diandalkan. Mereka juga membandingkan dengan cerita lain yang bersangkutan dengan cerita tentang Muhammad, untuk melihat cerita itu konsisten satu sama lain.Hanya dengan cara itu maka hadist akan ditambahkan ke koleksi.

Bukhari, memilih 9.082 hadist untuk koleksinya, tetapi jumlah ini termasuk cerita yang sama terjadi berulang-ulang beberapa kali. Jika kita tidak menghitung pengulangan, maka didapat sekitar 2.602 berbagai cerita tentang kehidupan Muhammad. Muslim memiliki koleksi yang berisi sekitar 4.000 hadist, termasuk pengulangan. 

Apakah  dalam  hadist  ada  cerita  yang  tidak  akurat?  Ya,  tentu  saja.  Bahkan cendekiawan Muslim menyadari bahwa proses ini tidak dapat sempurna. Ratusan tahun yang lalu, cendekiawan mulai menilai kehandalan dari berbagai koleksi dalam hadist, mereka memilih enam koleksi, yang dianggap paling terpercaya dan dikenal sebagai ”buku benar” dari hadist (Sahih). Yang paling dihargai adalah Sahih Al-Bukhari, diikuti oleh Sahih Muslim.

Pada masa modern, bahkan hadits-hadist sahih tetap diamati. Ada ”ilmu hadist” kompleks yang menilai setiap cerita berdasarkan reliabilitas. Sarjana Muslim yang paling terkenal dalam ilmu hadist adalah Al-Elbani, yang telah membagi enam ”buku benar”  hadist ke dalam dua kelompok: satu digambarkan sebagai ”lemah” dan yang lain disebut ”benar”.

Untuk orang barat, hal ini tampaknya seperti sebuah diskusi akademik, tetapi jika Anda  bekerja  di  Timur  Tengah  sebagai  imam  atau  sebagai  pengajar,  Anda  perlu informasi untuk kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang imam, saya ingat ketika seorang pria  melihat  cara  saya  wudhu  sebelum  sholat  dan  bertanya  tentang  cara  saya membersihkan rambut.saya, ”Mengapa anda mencuci seperti itu?” dia bertanya. ”Hadith dari Muwatta mengatakan untuk melakukan cara yang berbeda.” Saya menjawabnya: ”Ya, saya tahu apa yang dikatakan Muwatta, tetapi Bukhari mengatakan cara seperti ini, dan Bukhari lebih tepat Muwatta.”

Apakah Perbedaan Antara Quran dan Hadist?

Jika kita ingin mendapatkan informasi tentang Muhammad, kita harus mengenali perbedaan mendasar antara Quran dan hadist: Muhammad terlibat sepenuhnya dalam apa yang telah dimasukan ke dalam Quran. Bertolak belakang dengan hadist, Muhammad tidak mengawasi secara langsung apa yang tertulis dalam hadist. Terkadang orang hanya memperhatikannya,  lalu  melaporkan  apa  yang  mereka  lihat.  Kadang  Muhammad bercerita pada orang-orang dan mereka mengulanginya. Tetapi Muhammad tidak dapat mengatur tentang ketepatannya.

Perbedaan  ini  menjadi  bersangkutan  ketika  Anda  mempertimbangkan  suatu persoalan seperti mujizat. Quran mengatakan bahwa Muhammad adalah seorang manusia yang tidak melakukan tanda-tanda sebagai bukti bahwa ia adalah nabi Allah. Namun hadist menuliskan bermacam–macam cerita tentang Muhammad yang melakukan mujizat (lihat bab 12 ”Penyembuhan dan Mujizat”). Bagaimana cara kita memandang kontradiksi ini?

Karena  Quran  datang  langsung  melalui  mulut  Muhammad,  kita  harus mempertimbangkan Quran memuat informasi yang paling terpercaya sebagai indikasi dari apa yang telah dilakukan Muhammad. Oleh karena itu, sarjana Islam cenderung mengatakan banyak mujizat di hadist dibuat oleh pengikut Muhammad.

INFORMASI LAIN TENTANG MUHAMMAD

Sebagai tambahan dari hadist, sarjana Islam juga mempercayai dua buku lainnya – buku biografi tentang Muhammad dan sejarah Islam. Saya telah menggunakan dua sumber ini di buku yang sedang Anda baca.

Yang paling populer dan paling terpercaya tentang biografi Muhammad, ditulis oleh Ibn Ishaq (83-132 H). Ia menulis sekitar 70 tahun sebelum Bukhari dan Muslim, tetapi dianggap kurang dapat diandalkan. Bagaimanapun, biografi yang ia tulis berdasarkan atas hadist yang sama yang telah dikumpulkan oleh Bukhari dan Muslim 70 tahun setelahnya.

Pekerjaan Ibn Ishaq telah diperbaiki dan dipopulerkan sekitar 70 tahun kemudian oleh Ibn Hisyam. Salinan yang saya punya dalam bahasa Arab diterbitkan dalam tiga volume dengan total 1.020 halaman. Ironisnya, kakek dari Ibn Ishaq adalah Kristen Irak yang dipaksa masuk Islam oleh Kalifah pertama setelah Muhammad meninggal.

Saya  juga  menggunakan  informasi  dari  salah  satu  buku  sejarah  Islam  yang terpercaya, The Beginning and The End, ditulis oleh Ibn Kathir (700-774 H). Ibn Kathir menghasilkan karya besar yang mendeskripsikan tentang sejarah tersebut dari sudut pandang Islam, berawal dari penciptaan dan berakhir sebelum sang penulis meninggal di tahun 774 H. Saya telah membaca buku ini lebih dari sekali karena merupakan buku yang kami pelajari secara rinci di Al-Azhar. Sembilan volume dari buku ini tidak terbit dalam bahasa Inggris.

Meskipun buku-buku tersebut tidak memiliki tingkat keterpercayaan yang sama seperti  hadist  sahih,  namun, mereka  berguna  dalam  memberikan  informasi  tentang Muhammad.

Sekarang kita perhatikan sebuah tantangan utama dari kaum muslim terhadap Alkitab.

APAKAH ALKITAB TELAH DIRUBAH?

Muhammad  mengajarkan  bahwa  orang  Kristen  dan  Yahudi  telah  mengubah Alkitab. Dengan kata lain, dia mengatakan bahwa Alkitab adalah tepat ketika disusun pertama kali, tetapi kemudian orang Kristen dan Yahudi telah mengubahnya  untuk mencapai tujuan mereka.

Berkenaan dengan orang-orang Yahudi, Quran mengatakan: 

(bani Israel) Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya  Surah 5:13

Berkenaan dengan orang Kristen, Quran mengatakan:

”Dan di antara orang-orang yang mengatakan: ”Sesungguhnya kami ini orang- orang Nasrani”, .. tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya…” Surah 5:14, rujuk. Lihat juga ayat 15

Muhammad mengatakan bahwa jika Kitab Suci tidak diubah, masih akan berisi nubuatan tentang kedatangannya. Apakah Muhammad menjelaskan kapan dan bagaimana Kitab Suci telah diubah atau siapa yang telah melakukannya? Tidak! Apakah dia memberikan beberapa bukti perubahan ini dengan memberikan salinan kitab suci yang belum diubah? Tidak!

Arkeologi menemukan dari abad terakhir yang menyatakan Muhammad salah. Ada dua  buku  Kristen  populer  yang  ada  sekarang,  yang  menggambarkan  bagaimana Perjanjian Baru telah dipelihara secara tepat. Bukunya berjudul The Case for Christ dari Lee Strobel (Harper Collins/Zondervan), khususnya Bab 3. Dan Jesus: The Great Debate oleh Grant R. Jeffrey (Word). Mari perhatikan bukti mereka mengenai keterpercayaan Injil.

Bila Anda ingin memeriksa kelayakan dokumen kuno, Anda akan mencari tiga hal ini:

1.  jarak waktu antara yang asli dan salinan tertua yang diketahui

2.  jumlah salinan dari sumber kuno yang ditemukan

3.  konsistensi antara salinan lama dan salinan modern

Poin 1: Usia naskah tertua

Bukti sejarah kemapanan Perjanjian Baru mengecilkan jumlah bukti dari naskah kuno lainnya.

Fragmen tertua dari Perjanjian Baru adalah lima ayat dari Injil Yohanes, yang ditemukan  dalam  fragmen  papyrus  dari  Mesir.  Berdasarkan  gaya  menulis,  fragmen diduga ditulis di antara 100 dan 150 M, yakni hanya 15 hingga 65 tahun setelah waktu di mana dipercayai bahwa Injil Yohanes telah ditulis.

Ini adalah bukti yang kuat, terutama bila dibandingkan dengan bukti yang tersedia untuk naskah lain dari masa itu. Sebagai contoh, fragmen tertua dari dokumen sejarah Tacitus, yang ditulis sekitar 116 M naskah tertuanya berasal dari 850 M. Yang paling signifikan dari penemuan teks Perjanjian Baru terdiri dari beberapa papyrus yang berasal dari 300 M, yang berisi bagian dari empat Injil dan Kisah Para Rasul, dan beberapa papyrus berasal dari 200 M, yang berisi surat-surat Paulus dan surat kepada orang Ibrani.

Penemuan  penting  lainnya  adalah  salinan  lengkap  Perjanjian  Baru  (Codex Sinaiticus) berasal dari 350 M.

Poin 2: Kuantitas naskah

Terdapat total 5.644 naskah bagian dari Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani, bahasa aslinya. Sebagai tambahan ada 19.000 salinan tersedia dalam bahasa lain seperti Latin, Ethiopia, Slavik dan Armenia.

Dibandingkan dengan jumlah salinan naskah kuno lainnya, angka ini sangat besar. Setelah Perjanjian Baru, naskah yang terbesar dengan jumlah salinan terpercaya adalah dari Iliad Homer, yang hanya memiliki 650 naskah Yunani yang bertahan sampai hari ini. 

Poin 3: Konsistensi di antara berbagai naskah

Apakah  ada  perbedaan  antara  berbagai  naskah  Perjanjian  Baru?  Selain  dari beberapa kesalahan kecil saat menyalin, jawabannya adalah Tidak! Tidak ada doktrin Kristen sangat dipengaruhi oleh  perbedaan kecil ini .

Hal ini memberikan bukti yang kuat bahwa Perjanjian Baru di masa Muhammad dan yang digunakan sekarang adalah salinan terpercaya dari buku aslinya.

Sekarang kita telah melihat bukti kemapanan salinan dari Perjanjian Baru, mari lihat bagaimana Injil-injil yang tertulis.

SUMBER INFORMASI TENTANG YESUS

Untuk informasi tentang Yesus, saya berdasar pada keempat Injil dalam Perjanjian Baru: Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Mirip dengan hadist, Injil-injil adalah cerita dari apa yang telah dilakukan Yesus dan diajarkanNya, seperti yang dicatat oleh murid- muridNya.

Bukti baru menunjukkan bahwa Injil ditulis dalam waktu kurang dari 60 tahun setelah kematian Yesus, oleh penulis yang merupakan saksi mata terhadap apa yang terjadi atau orang yang berhubungan dengan saksi mata.

Berikut ini adalah beberapa biografi singkat dari masing-masing dari penulis Injil .

Biografi Matius

Sebelum Yesus memanggilnya menjadi salah satu dari 12 murid, Matius adalah pemungut cukai. Sebagai seorang Yahudi, Matius menulis Injil ini khusus untuk orang Yahudi. Ia sering mengutip nubuatan Perjanjian Lama terhadap Yesus. Ia menulis Injil ini antara 60 hingga 65 M, yang merupakan 30 tahun setelah kematian Yesus. Kami dapat menduga Matius berusia sama seperti Yesus saat ia menjadi murid, yang artinya ia berusia sekitar enam puluhan saat ia menulis buku ini. Sejarah Gereja memberi kesan ia hidup hingga usia 90 tahun dan meninggal karena usia tua atau dibunuh dengan pedang.

Biografi Markus

Markus bukan merupakan salah satu dari 12 murid, tetapi diyakini sebagai salah satu dari 70 murid yang telah dikirim Yesus untuk mengajar dan menunjukkan tanda- tanda ke orang-orang. Ia disebutkan dalam kitab Kisah Para Rasul sebagai Yohanes Markus. Ia menggambarkan kehidupan Yesus dan menunjukkan kepribadianNya melalui mujizat dan pengajaranNya. Markus menulis Injil ini ketika ia berada di antara orang- orang Roma di antara 55 dan 65 M. Dipercaya bahwa Injilnya adalah Injil pertama yang ditulis. Markus meninggal sebagai martir di Alexandria, ia diikat dengan tali pada kuda dan diseret melalui jalan-jalan sampai ia mati.

Biografi Lukas

Dalam banyak hal, Lukas adalah penulis unik dari Injil. Ia adalah seorang dokter Yunani, satu-satunya ”non-Yahudi” yang menulis Injil. Ia juga satu-satunya penulis yang tidak berpergian dengan Yesus secara pribadi. Ia merupakan pendamping dari Rasul Paulus pada banyak perjalanan misi, dan ia mengetahui kisah Yesus melalui Paulus dan hubungannya dengan orang Kristen lainnya. Lukas menulis Injil dengan pembaca non- Yahudi dalam pikirannya. Tujuannya adalah untuk memberikan penjelasan rinci tentang kehidupan Yesus, dan menghadirkan Yesus sebagai Juruselamat dan manusia sempurna. Sarjana Alkitab percaya bahwa Lukas telah menulis buku ini sekitar 60 M di Roma atau di Caesarea.

Biografi Yohanes

Yohanes sudah sangat tua ketika dia menulis Injil ini, mungkin saat berusia 80 tahun. Ditulis setelah penghancuran Yerusalem, antara 85 dan 90 M, Injil Yohanes merupakan Injil terakhir yang ditulis. Yohanes menulis dari sudut pandang teologis. Tujuannya menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang menawarkan hidup kekal untuk orang-orang yang beriman. Setelah Injil ini ditulis, Yohanes dikirim untuk mati kelaparan di Pulau Patmos, tetapi kemudian dilepaskan dan meninggal secara wajar. 

PERBEDAAN ANTARA INJIL-INJIL DAN HADIST

Anda mungkin memperhatikan bahwa terdapat banyak perbedaan tidak langsung antara hadist dan Injil. Mari lihat perbedaan ini dan melihat apakah mereka dapat mempengaruhi studi kita terhadap Yesus dan Muhammad.

Perbedaan pertama terletak pada usia buku. Hadist dikumpulkan secara tidak formal hingga 200 tahun setelah kematian Muhammad, sementara tiga dari empat Injil ditulis oleh orang-orang yang telah berjalan bersama Yesus secara pribadi. Namun, walaupun hadist memiliki kemungkinan lebih besar terhadap adanya kesalahan, saya berpikir secara keseluruhan gambaran tentang Muhammad masih akurat.

Perbedaan kedua terletak pada organisasi bahan. Hadist tidak disajikan dalam kronologis kehidupan Muhammad, Anda harus mencari berbagai bagian dan potongan informasi untuk mendapatkan gambaran besar yang lebih lengkap. Karena susunan hadist yang  seperti  demikian,  sangat  sulit  bagi  seseorang  tanpa  pendidikan  khusus  dapat mengerti sepenuhnya. Berbeda dengan Injil-injil, dimulai dengan kelahiran Yesus dan berjalan  hingga  kematian  dan  kebangkitanNya,  mudah  dipahami  dan  tidak  perlu tambahan informasi lainnya.

Perbedaan ketiga adalah jumlah informasi yang tidak setara. Ada sekitar setengah juta hadist dibandingkan dengan 90 bab dari Injil. Namun meskipun kesaksian Injil lebih singkat, Injil menyajikan dengan lengkap gambaran dari kehidupan Yesus.

Sebagai penutup, meskipun ada perbedaan tidak langsung antara hadist dan Injil, saya berpikir bahwa keduanya menyediakan informasi yang akurat. 

KESIMPULAN

Sekarang Anda sepenuhnya memahami semua kutipan yang diberikan dalam buku ini, yang diambil dari lima sumber utama kehidupan Yesus dan Muhammad:

1.  Quran

2.  hadist

3.  biografi Muhammad

4.  sejarah Islam

5.  Injil-injil

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

2 Responses to Lampiran A. Sumber Informasi Tentang Yesus dan Muhammad.

  1. jeklin says:

    Saya sangat diberkati dengan setiap post saudara, saya ada permintaan sekiranya saudara dapat memberi penjelasan tentang injil barnabas yang sangat mengelirukan. Tuhan memberkati saudara. Amen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: