3.4 Pengajaran Tentang Kasih.

Ketika saya tinggal di Mesir sebagai seorang Muslim, saya selalu bingung dengan frase kecil yang digunakan orang Kristen di mobil atau jendela toko mereka. Frase itu adalah Allah Mahabe, berarti Allah itu kasih. Dalam Quran kedua kata ini tidak pernah ditaruh bersama-sama. Setiap kali saya berpikir ”Apa yang orang-orang ini coba untuk beritahu?”

Dalam bab ini, tujuan saya untuk menghadirkan gambaran apa yang diajarkan Yesus dan Muhammad tentang kasih. Kasih  harus  selalu  dipahami  dalam  konteks  sebuah  hubungan.  Jadi,  saat  kita memperhatikan  pengajaran  mereka  tentang  kasih,  kita  akan  menemukan  sifat  dari hubungan penting dalam kehidupan Yesus dan Muhammad. Hubungan ini berpusat sekitar empat pokok:

–  Tuhan

–  RasulNya

–  Orang-orang yang beriman

–  Tidak-beriman.

Jika Anda memperhatikan grafik di halaman belakang ini, Anda akan menemukan beberapa kata deskriptif yang akan memandu Anda; namun, tujuan dari sisa bab ini adalah untuk menjelaskan hubungan ini, perhatian ekstra diberikan untuk kasih diantara keempat pokok ini.

Mari mulai dengan melihat hubungan yang akan memantau hubungan dengan lainnya – hubungan antara Tuhan dan rasulNya.

Yesus dan Muhammad:  Kunci hubungan mereka

HUBUNGAN ANTARA TUHAN DAN RASULNYA

Muhammad

Muhammad menggambarkan dirinya sendiri sebagai hamba Allah (lihat Surah 2:23).  Quran  dan  hadist  tidak  berbicara  Muhammad  mengasihi  Allah  atau  Allah mengasihi  Muhammad.  Posisi  Muhammad  adalah  seorang  hamba  yang  menerima kewenangan dari tuannya

Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. Surah 4:80

Apa  yang  diberikan  Rasul  kepadamu  maka  terimalah  dia. Dan  apa  yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; Surah 59:7

 Yesus

Yesus menjelaskan hubunganNya dengan Tuhan sebagai ayah dan anak. Ini adalah hubungan yang saling mencintai. Saat Yesus menerima baptisan, Injil mencatat bahwa suara dari langit berkata,

”Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan Matius 17:5, lihat juga Matius 12:18

Yesus mengajarkan untuk mengasihi dan mentaati Allah tapi tidak untuk takut kepadaNya.

Bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku. Yohanes 14:31

Yesus berpaling kepada Bapa untuk mendapatkan penghiburan. Malam sebelum penyaliban, Ia berdoa:

Kata-Nya: ”Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Markus 14:36

Saat Ia datang kepada Tuhan dalam mencari penghiburan, Yesus memanggil Dia ”Abba”, kata dalam bahasa Aramaik yang digunakan anak ketika berbicara dengan ayahnya, seakan-akan dia telah berkata ”Ayah”. Jadi melihat gambaran pribadi, ada hubungan cinta antara Yesus dan Tuhan.

HUBUNGAN ANTARA RASUL DAN ORANG-ORANG

Muhammad

Sama seperti Muhammad menyatakan sebagai hamba Allah, ia berkata bahwa Muslim lainnya adalah hamba juga (lihat Surah 50:8).

Quran meletakkan sedikit penekanan pada kata ’mengasihi Allah’. Walau kadang- kadang disebut mengasihi Allah (lihat Surah 2:165), sebaliknya, itu lebih sering disebut ketaatan kepada Allah. Apa terjadi pada budak yang tidak taat? Ia akan hukum.

Dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. Surah 8:13

Ayat itu berkata untuk menghukum siapapun yang tidak taat dan Muhammad memiliki otoritas untuk menegakkan ayat itu. Misalnya, ayat yang melarang Muslim untuk  minum  alkohol,  sehingga  Muhammad  menghukum  orang-orang  yang  tidak mematuhi aturan tersebut.

Abu Huraira berkata: ”Seorang laki-laki yang telah minum anggur dibawa ke hadapan Nabi. Nabi berkata, ”Pukul dia!”. Abu Huraira menambahkan: ”Jadi beberapa  dari  kami  memukul  dia  dengan  tangan,  yang  lain  dengan  sepatu, beberapa dengan pakaian (yang di gulung) seperti mencambuk”

Hukuman untuk mencuri yaitu memotong tangan kanan pencuri. Sekelompok orang meminta Muhammad membuat pengecualian untuk seorang wanita yang telah mencuri beberapa kali, ini adalah respon Muhammad:

Usamah  mendekati  Nabi  atas  nama  seorang  wanita  (yang  telah  melakukan pencurian) Nabi berkata: ”Orang sebelum kamu dibunuh karena mereka telah menjatuhkan hukuman ilegal pada orang miskin sementara yang kaya diampuni. Untuk  Dia  yang  memegang  jiwa  saya!  Bahkan  jika  Fatima  (putri  Nabi), melakukannya (misal mencuri) saya memotong tangannya”

Jika Anda bertanya pada seorang Muslim: ”Apakah Anda tahu seberapa besar Allah mengasihi Anda?” Ia akan menjawab: ”Saya tidak tahu. Hanya Allah yang tahu.” Muslim harus menunggu sampai hari kiamat, jika Allah meminta mereka untuk memasuki surga, maka itu berarti mereka dikasihi olehNya.

Kita telah melihat bahwa Allah sangat keras pada pengikutNya. Kemudian apa yang Allah pikirkan tentang orang-orang kafir?

Jika  kamu  sangat  mengharapkan  agar  mereka  dapat  petunjuk,  maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong. Surah 16:37

Allah menuturkan bahwa beberapa orang akan disesatkan untuk mengisi neraka yang telah dibuatNya.

Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi) nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari padaku; ”Sesungguhnya akan aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.” Surah 32:13

Allah tidak mengasihi orang-orang kafir.

Yesus

Kasih  dalam  hubungan  antara  Yesus  dan  Allah  Bapa  telah  tercermin  dalam hubungan  antara  Yesus  dan  murid-muridNya.  Yesus  mengatakan  kepada  murid- muridNya bahwa Tuhan mengasihi mereka:

Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Tuhan. Yohanes 16:27

Bahkan Yesus berkata bahwa Ia mengasihi murid-muridNya: Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; Yohanes 15:9

Yesus berkata kasihNya pada orang percaya seperti gembala mengasihi kawanan domba mereka.

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba- domba-Ku mengenal Aku. Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Yohanes 10:14-15

Yesus mengasihi pengikutNya. Tetapi apakah Ia mengasihi orang-orang yang tidak beriman kepadaNya? Berdasarkan tindakanNya, jawabannya adalah: Ya!

  • Ia makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa (Lukas 15:1-2).
  • Ia membagikan pengajarannya pada wanita Samaria yang hidup bersama pria yang bukan suaminya (Yohanes 4:1-26).
  • Ia mengizinkan wanita pendosa membasuh kakiNya saat Ia makan malam dengan pemuka agama (Lukas 7:36-50).
  • Ia menerima pertobatan ”penjahat” yang disalib di sebelahNya.(Lukas 23:39-43)

Yesus telah bertindak sebagai orang yang telah dikirim untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.

Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: ”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. Markus 2:17

Yesus berkata Tuhan mengirimNya ke dunia karena Tuhan mengasihi dunia – mereka yang belum percaya padaNya. (Roma 5:8)

Yesus berkata Yang Maha Tinggi itu ”baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat” (Lukas 6:35)

HUBUNGAN ANTARA ORANG-ORANG BERIMAN DAN ORANG-ORANG KAFIR

Sejauh ini kita telah memperhatikan hubungan utama antara Tuhan dan rasul, dan antara rasul dengan murid-muridnya. Kita fokus pada tanda kasih. Sekarang kita beralih pada petunjuk diberikan oleh Yesus dan Muhammad pada pengikutnya untuk mengasihi sesama dan mengasihi orang-orang kafir.

Muhammad

Mirip dengan Yesus, Muhammad juga mengajarkan bahwa Muslim harus memiliki standard yang tinggi dalam perilaku mereka terhadap satu sama lain:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara (dalam iman Islam) Surah 3:103

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka Surah 48:29

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat Surah 49:10

Namun, Muhammad meminta pada Muslim untuk memberi perlakuan berbeda terhadap orang-orang kafir. Sebelum jihad dibentuk, ia memperingatkan Muslim untuk tidak bersahabat dengan non-Muslim:

Hai  orang-orang  yang  beriman,  janganlah  kamu  mengambil  musuh-Ku  dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih  sayang; padahal  sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Surah 60:1

Setelah jihad dimulai, ia memanggil Muslim untuk berpartisipasi dalam perang suci melawan  non-Muslim.  Membunuh mereka  jika  diperlukan,  untuk membuat  mereka tunduk kepada Islam.

Yesus

Kata terakhir Yesus kepada murid-murid, sebelum Ia meninggal, ialah: Aku  memberikan  perintah  baru  kepada  kamu,  yaitu  supaya  kamu  saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. Yohanes 13:34-35

Apakah orang Kristen mengikuti perintah ini dengan baik? Kadang saya pikir tidak. Namun ini adalah standar yang ditetapkan oleh Yesus! Yesus mengatakan bahwa untuk mewarisi kehidupan kekal kita harus ”mengasihi Tuhan Allahmu … dan sesamamu manusia  seperti  diri  sendiri”  (Lukas  10:27).  Seorang  pemimpin  agama,  untuk membenarkan perilakunya terhadap orang-orang  yang tidak ia sukai, bertanya pada Yesus: ”Siapakah sesamaku manusia?” Yesus menjawab:

”Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu  membalut  luka-lukanya,  sesudah  ia  menyiraminya  dengan  minyak  dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan  jika  kaubelanjakan  lebih  dari  ini,  aku  akan  menggantinya,  waktu  aku kembali.  Siapakah  di  antara  ketiga  orang  ini,  menurut  pendapatmu,  adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”  Jawab orang itu: ”Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: ”Pergilah, dan perbuatlah demikian!” Lukas 10:30-37

Dengan perumpamaan ini Yesus mengajarkan bahwa sesamamu manusia bukan hanya orang sebangsa Anda sendiri atau orang yang seagama. Sesamamu manusia ialah siapapun disekitar kita.

Adakah cara lain Yesus meminta kepada murid-muridNya untuk mengasihi orang- orang non-Kristen? Dia mengatakan kepada mereka untuk pergi mewartakan kabar baik kepada orang tersesat, untuk menyembuhkan yang sakit, untuk mengusir setan dan membangkitkan yang sudah mati.

KESIMPULAN

Yang paling penting dari bab ini adalah bahwa Yesus dan Muhammad menjelaskan sifat Allah dalam cara berbeda: bagi Yesus, Tuhan adalah Bapa penuh kasih, sedangkan bagi Muhammad, Allah adalah tuan yang penuntut. Penjelasan ini menetapkan sifat untuk semua  jenis  hubungan  lainnya.  Untuk  dapat  memahami  hal  ini  dengan  baik,  kita bayangkan jika orang beriman menjadi murtad. Apa yang dikatakan oleh Muhammad tentang apa yang akan Allah lakukan? Dan apa yang dikatakan Yesus tentang apa yang akan Tuhan lakukan?

Quran mengatakan:

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya,  maka  kelak  Allah  akan  mendatangkan  suatu  kaum  yang  Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Surah 5:54

Ayat  ini  mengatakan  bahwa  jika  seseorang  meninggalkan  Islam,  Allah  akan membawa  orang  yang  lebih  baik,  Allah  tidak  berduka  untuk  seseorang  yang meninggalkanNya, apalagi mencoba untuk membawa kembali. Allah akan mendapatkan orang yang lebih baik daripada dia.

Surah 39:7 juga mengatakan: ”Jika kamu menolak (Allah), pada kenyataannya Allah tidak memerlukan (iman) kamu”.

Sekarang mari lihat di kisah yang diceritakan Yesus tentang gembala yang mempunyai 100 domba dan hilang seekor.

”Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan  seekor  di  antaranya,  tidak  meninggalkan  yang  sembilan  puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama- sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.” Lukas 15:4-7, lihat juga ayat 8-10

Jika  Allah  menemukan  orang-orang  baru  yang  akan  melayaniNya  lebih  baik, kontras dengan, Tuhan – Bapa mencari domba yang hilang sampai ditemukan dan akan bersukacita  membawanya  pulang.  Ini  adalah  perbedaan  mendasar  antara  Allah  dan Tuhan.

Yesus dan Muhammad menjelaskan sifat Allah dengan sangat berbeda, namun keduanya menginstruksikan murid-murid mereka untuk berdoa. Bab berikutnya kita akan membandingkan  ajaran  Yesus  dan  Muhammad  mengenai  doa.  Kita  akan  melihat perbedaan  kepercayaan  mereka  tentang  sifat  Tuhan  yang  sangat  mempengaruhi pendekatan mereka untuk berdoa dan harapan cara Tuhan akan menjawab

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: