3.3 Makna Perang Suci.

Anda telah membaca banyak informasi tentang kehidupan Yesus dan Muhammad,sehingga Anda akan lebih mudah dalam memahami apa yang diajarkan keduanya tentang perang dan penggunaan pedang. Bab ini dibagi menjadi tiga bagian.

Pada  kesempatan  pertama,  kita  akan  melihat  apa  yang  diajarkan  Muhammad tentang toleransi terhadap agama lain, dan mengapa Muslim moderat percaya bahwa jihad bukan merupakan perjuangan fisik, tetapi rohani. Kemudian saya akan menjelaskan dua ayat di dalam Injil dimana Yesus berbicara tentang ”pedang”. Muslim merujuk ke ayat itu dan berkata bahwa Yesus mengajarkan kepada pengikutNya untuk berperang suci (jihad). Kita akan mengartikan ayat ini menggunakan kisah Injil lainnya.

Pada bagian kedua kita akan mengetahui apakah Muhammad menganggap jihad sebagai hal permanen atau tanggung jawab sementara untuk Muslim. Sebaliknya, kita akan melihat apa yang Yesus ajarkan pada murid-muridNya untuk menanggapi musuh mereka.

Dalam bagian ketiga, kita akan membandingkan apa yang diberikan Muhammad sebagai imbalan bagi pengikutnya yang memperjuangkan jihad, dengan apa yang Yesus tawarkan untuk pengikutNya yang memilih untuk tidak melawan.

Pada bagian kesimpulan akan disajikan isu yang sering ditanyakan oleh Kristen dan Muslim: Islam adalah sejarah berdarah, tetapi Kristen juga memiliki tangan yang dikotori dengan darah. Oleh karena itu, apakah perbedaan antara perang yang dilakukan oleh Muslim dan perang yang dilakukan oleh orang Kristen?

MUHAMMAD DAN PEDANG

Toleransi vs Jihad

Ada ayat-ayat dalam Quran yang jelas berisi ajakan untuk toleransi:

 Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada  Thaghut  dan  beriman  kepada  Allah,  maka  sesungguhnya  ia  telah berpegang kepada buluh tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Surah 2:256 Terjemahan Ali

Ayat  ini  mengatakan  bahwa  Anda  tidak  dapat  memaksa  setiap  orang  untuk mengubah agama mereka. Jalan yang benar harusnya jelas. Muhammad mengumumkan ini awal dari periode di Madinah, sebelum Pertempuran Badr.

Berikut ini ayat lainnya mengenai toleransi:

Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang lalim di antara mereka, dan katakanlah: ”Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. Surah 29:46

Surah ini dipercaya disampaikan di Mekah, ketika Muslim disiksa dan dianiaya. Ayat ini menunjukkan bahwa Muslim seharusnya tidak berdebat dengan orang-orang Yahudi dan dengan orang Kristen, melainkan mengundang mereka untuk mengikuti Islam. Di saat itu, Muhammad masih percaya bahwa banyak orang-orang Yahudi dan Kristian akan memeluk Islam karena doktrin Satu Tuhan.

Namun, dalam Quran yang sama terdapat ayat-ayat yang jelas menghasut untuk memerangi orang-orang dalam arti fisik, sebuah perjuangan dimana orang dibunuh dan ditawan. Bagaimana mungkin menyeimbangkan kedua pesan ini? Rahasianya adalah memperhatikan saat ayat-ayat ini diturunkan. Misalnya:

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata- mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. Surah 8:39

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Surah 8:65

Ayat-ayat  ini  diturunkan  di  Madinah  setelah  Pertempuran  Badr  (2  H),  saat kemenangan mengejutkan pertama Muslim terhadap tentara Mekah. Namun, toleransi pada ayat (Surah 2:256) diturunkan di Madinah sebelum Pertempuran Badr.

Jadi, ayat mana yang harus diikuti? Pada masa Muhammad jawaban telah jelas: yang baru membatalkan yang lama. Orang-orang memahami bahwa ketika Muhammad mengumumkan bahwa waktunya untuk berperang, ini berarti bahwa saat untuk toleransi telah habis. Prinsip ini dinyatakan dalam Al-Quran dalam Surah 2:106

Ayat  mana  saja  yang  Kami  nasakhkan,  atau  Kami  jadikan  (manusia)  lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

Sarjana Muslim menyatakan ini sebagai ”Prinsip dari nask”. Hal ini menunjukkan bahwa pewahyuan ayat-ayat yang diterima Muhammad bersifat progresif. Ayat yang baru membatalkan  ayat  yang  lebih  lama.  Pada  prinsipnya  tidak  hanya  diterapkan  untuk  jihad, tetapi juga banyak masalah lainnya, termasuk yang minum alkohol, validitas adopsi, dan bagaimana orang harus berdoa.

Muhammad  tidak  melihat  perubahan  tersebut  sebagai  kontradiksi,  melainkan sebagai pengembangan ayat. Quran mengatakan:

Dan  apabila  Kami  letakkan  suatu  ayat  di  tempat  ayat  yang  lain  sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: ”Sesungguhnya kamu adalah orang yang Muftari (penipu, pembohong) saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui. Surah 16:101

Jihad yang Merupakan Peperangan Rohani?

Di masa kini, Muslim moderat sering berkata bahwa jihad adalah memerangi batin rohani seseorang untuk mengikuti ajaran Islam. Dari mana mereka menarik gagasan ini? Beberapa Muslim menunjuk ke salah satu cerita yang dilaporkan dalam sebuah hadist:

Muhammad  telah  kembali  dari  peperangan  ketika  ia  berkata  kepada  salah seorang teman: ”Kami akan kembali dari Jihad kecil ke yang besar”. 

Temannya bertanya: “O Nabi Allah, berkata apa yang anda maksud dengan pertempuran kecil dan peperangan besar?

Muhammad berkata: ”yang kecil adalah apa yang baru saja kami lakukan, kami telah memerangi musuh-musuh Islam, yang besar adalah pergumulan rohani kehidupan seorang Muslim” 

Dengan  kata  lain,  ketika  kembali  pulang  dari  berperang,  dilaporkan  bahwa Muhammad berkata bahwa ”peperangan besar” adalah dalam hal rohani. Muslim liberal sering menggunakan istilah tersebut: ”peperangan besar”.

Ada beberapa sengketa ini pada hadist yang harus Anda ketahui:

1.  Pertama sekali, adalah tidak konsisten dengan ajaran lain dari Muhammad dan Quran. Quran memberikan kepada Muslim banyak petunjuk untuk hidup, tetapi Quran tidak pernah mendefinisikan untuk memerangi hal rohani sebagai ”jihad”

2.  Dokumentasi yang berhubungan dengan kisah ini pada kehidupan Muhammad yang  sebenarnya  adalah  lemah.  Sarjana  ortodoks  Muslim  percaya  bahwa Muhammad tidak pernah mengatakan hal tersebut. Sheik al-Elbeni, sarjana hadits yang paling dihormati di dunia, mendaftarkan ini sebagai hadist lemah, begitu juga pendapat sejarahwan yang dapat dipercaya.

Sekalipun hadist ini dapat dipercaya, apa yang benar-benar dikatakannya? Apakah perkataan itu membatalkan panggilan Muslim untuk melakukan peperangan fisik? Tidak tersirat. Apakah perkataan itu menjelaskan kapan perang fisik mereka telah berakhir? Tidak. Mari kita lihat jika Muhammad pernah memberikan petunjuk dari akhir masa untuk jihad.

Akhir Jihad Fisik

Mari kita lihat lagi Quran untuk melihat apakah pernah tertulis pernyataan yang meminta Muslim untuk menghentikan perang suci terhadap orang-orang kafir.

Sembilan tahun setelah mereka berhijrah ke Madinah (dan kurang dari dua tahun sebelum kematiannya), Muhammad mengumumkan wahyu besar tentang perlakuan Islam terhadap orang-orang kafir. Muhammad membuat pengaturan agar instruksi ini dibaca oleh para Muslim yang telah pergi ziarah ke Mekah untuk haji.

Apabila  sudah  habis  bulan-bulan  Haram  itu,  maka  bunuhlah  orang-orang musyrikin  itu  dimana  saja  kamu  jumpai  mereka,  dan  tangkaplah  mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan  sholat  dan  menunaikan  zakat,  maka  berilah  kebebasan  kepada mereka untuk berjalan Surah 9:5

Perangilah (1) orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan (2) tidak (pula) kepada  hari  kemudian,  dan  (3)  mereka  tidak  mengharamkan  apa  yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan (4) tidak beragama dengan agama yang benar (agama Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka (Yahudi dan Kristen), sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.  Surah 9:29

Sebagaimana yang bisa kita lihat, Muhammad terus meminta jihad fisik yang berakhir hanya ketika orang-orang kafir tunduk.  Hadist ini juga berisi desakan dari Muhammad:

”Saya mendengar Rasul Allah berkata: Aku memerintahkan dalam nama Allah untuk memerangi semua orang sampai mengatakan bahwa tidak ada Tuhan di luar Allah dan bahwa saya adalah rasul. Dan siapapun yang mengatakannya akan menyelamatkan dirinya dan uangnya” 

Muslim beraksi sesuai perkataan Muhammad, mereka melakukannya pada semua orang, menyerang banyak negara di  Asia, Afrika, dan Eropa, sehingga  sulit untuk mengatakan bahwa Muhammad telah membuat titik akhir dari jihad. Namun, Muslim modern telah mengembangkan konsep bahwa Muhammad hanya berjuang pada perang yang dapat dibenarkan. Mari perdalam pandangan ini.

Perang yang Dibenarkan

Selama saya bicara di berbagai bagian Amerika, sering saya mendapat pertanyaan: ”Muhammad harus berperang karena dia mempertahankan pewahyuannya dan kaumnya, maka perang ini dibenarkan.”

Mari memperhatikan ayat dari orang yang memberikan kosakata ”perang adil” atau ”perang yang dibenarkan”.

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya,  tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. Surah 17:33

Ayat ini tidak berbicara tentang perang, tetapi merujuk ke pembunuhan yang dilakukan di masyarakat, ayat berakhir dengan deskripsi hak dari keluarga korban. Ini merupakan salah satu bagian dari Quran yang memberikan panduan untuk kehidupan setiap hari, termasuk menghormati orang tua, menyumbang untuk fakir miskin, moralitas dan merawat anak yatim. Namun, ayat ini memberikan asal dari kata ”perang adil”.

Sekarang kita akan mengamati ayat-ayat lain yang berbicara langsung dalam topik mengenai perang.

Mereka mengatakan bahwa Muhammad hanya berperang ketika ada penyebabnya. Dengan kata lain, saat Muslim dianiaya atau diserang terlebih dulu. Berikut ini adalah beberapa ayat-ayat yang digunakan untuk mendukung hal ini:

Telah  diizinkan  (berperang)  bagi  orang-orang  yang  diperangi,  karena sesungguhnya  mereka  telah  dianiaya.  Dan  sesungguhnya  Allah,  benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu Surah 22:39 Terjemahan Ali

Dan  perangilah  di  jalan  Allah  orang-orang  yang  memerangi  kamu,  (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah)….  Dan  perangilah  mereka  itu,  sehingga  tidak  ada  fitnah  lagi  dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim. Surah 2:190-193 Terjemahan Ali

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Surah 8 :61

Muhammad  mempraktekkan  perang,  menyerang  hanya  setelah  diserang  lebih dahulu  (hanya  ”sebab  akibat”)?  Ini  dapat  diterima  sebagai  alasan  penyerangannya terhadap Mekah, karena orang-orang Mekah telah menyebabkan masalah untuk dia dan pengikutnya saat Muhammad tinggal di tengah-tengah mereka. Namun, orang-orang Mekah tidak mengikuti Muhammad ke Madinah untuk menyerangnya di sana, mereka membiarkannya. Muhammadlah yang pertama melakukannya, menyerang sebuah konvoi yang kembali dari Syria ke Mekah.

Beberapa orang mengatakan bahwa serangan Muhammad terhadap masyarakat Yahudi dapat dibenarkan karena orang-orang Yahudi telah bekerja sama dengan orang Mekah untuk menyerang Muhammad selama Pertempuran Parit. Namun, orang-orang Yahudi  dan  orang-orang  Mekah  gagal  sepenuhnya  pada  peperangan  itu,  dan  tidak merugikan Muhammad sama sekali. Orang-orang Yahudi bukanlah sebuah ancaman serius bagi Islam.

Tapi  setelah  Muhammad  menaklukkan  semua  suku  bangsa  yang  merupakan ancaman kepada agama Islam, ia terus menyebarkan jihad terhadap negara-negara yang tidak  merupakan  ancaman  baginya.  Ia  mulai  mengirim  surat  kepada  raja-raja  dan gubernur di luar Arab, agar mereka tunduk kepada agama Islam.

Setelah kematiannya, pengikutnya juga terus memperkenalkan jihad pada negara yang  tidak  pernah  agresif  terhadap  negara  Islam.  Misalnya,  Mesir  tidak  pernah menyerang Muslim, tetapi tentara Islam datang dan menewaskan lebih dari 4.000.000 orang Mesir pada abad pertama Islam.

Kaum Muslimin tidak berhenti setelah Mesir, mereka pergi ke selatan, ke Sudan, dan ke barat untuk menaklukkan seluruh Afrika Utara. Apa yang telah dilakukan bangsa- bangsa Afrika Utara untuk memprovokasi Muhammad atau penerusnya? Tidak ada!

Bahaya apa yang ditimbulkan Spanyol, Portugal, dan Eropa Selatan pada Islam dan penerus Muhammad? Namun Islam menyerang mereka juga. Saya  telah  sampai  pada  kesimpulan  bahwa  baik  Muhammad  maupun  para pengikutnya melakukan apa saja untuk membenarkan perang. Satu-satunya cara untuk  menghindari pedang Islam adalah tunduk.

Sekarang lihat apa yang Yesus katakan tentang perang.

YESUS DAN PEDANG

Mengapa Muslim Berpikir Bahwa Yesus Memanggil Untuk Jihad?

Banyak Muslim percaya bahwa Yesus sendiri telah memanggil untuk perang suci. Mereka menunjuk pada Matius 10:34-36, dimana Yesus memberi petunjuk kepada dua belas murid untuk berkhotbah sendiri saja.

”Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”

Muslim berkata: ”Anda lihat, Yesus mengatakan Ia membawa pedang ke bumi.” Namun apa  yang  dimaksudkan  Yesus  di  kutipan  ini  sangat  jelas  jika  kita  melihat  kepada  pengajaran yang sama, sebagaimana dicatat dalam salah satu Injil lain. Lukas merujuk kepada perkataan Yesus:

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Lukas 12:51-52

Yesus memperingatkan murid-muridNya bahwa pesanNya akan memecah belah, alih-alih mempersatukan orang bersama, tetapi akan memisahkan orang, dan bahkan anggota keluarga yang sama akan menjadi musuh. Yesus menjelaskan bahwa beberapa orang  yang menjadi Kristen akan meninggal di tangan saudara-saudara, bapak, atau anak-anak mereka:

Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Matius 10:21

Dengan kata lain, Yesus menyatakan bahwa pesanNya akan menyebabkan orang menggunakan pedang untuk membunuh orang-orang yang memilih untuk mengikutiNya.

Sebagai Kristen dari sebuah bangsa Muslim, saya dapat menjamin Anda bahwa peringatan  Yesus  masih  berlaku  hari  ini.  Saya  sangat  sedih,  setelah  memberitahu  ayah saya bahwa saya telah memutuskan untuk mengikuti Yesus, ia mencoba untuk membunuh saya dengan pistol. Namun, saya mengalami hanya sedikit masalah, jika  dibandingkan dengan nasib dari beberapa Muslim yang telah memilih menjadi Kristen.

Jika kita melihat bagian lain dari pesan yang Yesus berikan untuk murid-murid-Nya pada hari itu, kita akan melihat lebih jelas bahwa pedang itu tidak berada di tangan orang- orang yang beriman, tetapi pada leher mereka; bukannya menggunakan pedang, mereka akan menjadi korbannya.

Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu  kepada  majelis  agama  dan  mereka  akan  menyesah  kamu  di  rumah ibadatnya. Matius 10:17

Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang  tidak  berkuasa  membunuh  jiwa;  takutlah  terutama  kepada  Dia  yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Matius 10:28

Barangsiapa mempertahankan  nyawanya, ia akan  kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Matius 10:39

Yesus Mengatakan Kepada Murid-muridNya Untuk Membeli Pedang

Beberapa Muslim juga menyebutkan beberapa ayat lain yang berisi perkataan Yesus tentang pedang. Hal ini terjadi setelah Yesus makan perjamuan terakhir dengan muridNya sebelum Ia ditangkap dan mengalami kematian, mengingat perjalanan yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?” Jawab mereka: ”Suatu pun tidak.” Lukas 22:35-36a

Kemudian Dia memberi petunjuk baru bagi mereka:

”Tetapi  sekarang  ini,  siapa  yang  mempunyai  pundi-pundi,  hendaklah  ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa  yang tidak mempunyainya  hendaklah  ia  menjual  jubahnya  dan  membeli  pedang.  Kata mereka: ”Tuhan, ini dua pedang.” Jawab-Nya: ”Sudah cukup.” Lukas 22:36, 38

Dalam ayat ini, kata pedang merujuk ke belati atau pedang pendek yang digunakan oleh pelancong sebagai perlindungan terhadap perampok atau hewan liar. Lukas tidak mencatat penjelasan lebih lanjut tentang petunjuk ini. Akan tetapi, pada malam harinya, Petrus menggunakan salah satu dari pedang itu, mari kita melihat bagaimana Yesus menanggapinya.

Seperti biasanya, Yesus pergi untuk berdoa di Bukit Zaitun dan murid-murid pergi bersama Dia. Ada gerombolan orang banyak dengan bersenjatakan pedang dan pentung menghentikanNya, gerombolan itu mencoba menangkap Yesus. Petrus mengambil salah satu pedang dan menghantam hamba imam besar, lalu memotong telinganya. Yesus berkata kepada Petrus:

”Masukkan  pedang  itu  kembali  ke  dalam  sarungnya,  sebab  barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas  pasukan  malaikat  membantu  Aku?  Jika  begitu,  bagaimanakah  akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?” Matius 26:52-54

Setelah  menegur  Petrus,  Yesus  menyembuhkan  telinga  hamba  itu  dan  Petrus menaruh  pedang itu. Gerombolan bersenjata membawa Yesus ke imam besar, yang kemudian akan menyalibkanNya. Jika kita melihat peristiwa-peristiwa pada malam ketika Yesus ditangkap, kita dapat melihat bahwa Yesus tidak ingin muridNya menggunakan pedang untuk membela diri.

Tapi apa tujuan Yesus? Pendapat saya ialah, Yesus menginginkan murid-murid mengetahui bahwa setelah kematianNya, murid-murid tidak akan lebih aman seperti sebelumnya. Selama perjalanan mereka akan memerlukan uang untuk membeli makanan dan pedang untuk melindungi dirinya.

Apakah ada kemungkinan bahwa Yesus meminta mereka untuk mengatur militer untuk melestarikan atau menyebarluaskan ajaranNya? Tentu saja tidak! Itu akan terlalu tidak konsisten dengan ajaran Yesus sepanjang hidupNya. Sebagai bukti lebih lanjut, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa setelah kematian Yesus, para murid mulai mengangkat senjata. Hanya sekali pedang disebutkan dalam Alkitab dari gereja mula- mula, yaitu milik seorang sipir penjara yang menjaga Paulus dan Silas (lihat Kisah Para Rasul 16:27).

TANGGAPAN YESUS KEPADA MUSUH

Yesus Menjauhkan Diri Dari Ancaman

Selama hidupNya, ketika Ia terancam, Yesus tidak melawan tetapi Ia menjauhkan diri.

Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Yohanes 7:1

Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Matius 12:14-15a

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat  kota  itu  terletak,  untuk  melemparkan  Dia  dari  tebing  itu.  Tetapi  Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. Lukas 4:28-30

Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah. Yohanes 8:59

Yesus mengajar murid-muridNya untuk memberi reaksi yang sama juga demikian, ketika mereka terancam:

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain;  karena  Aku  berkata  kepadamu:  Sesungguhnya  sebelum  kamu  selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. Matius 10:23

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Matius 10:14

Ini adalah apa yang dipraktekkan pengikutNya, seperti yang dicatat dalam Kisah

Para Rasul.

[Setelah Stefanus mati syahid] Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Kisah Para Rasul 8:1, 4

Dan  Saulus  tetap  bersama-sama  dengan  mereka  di  Yerusalem,  dan  dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan. Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh  dia.  Akan  tetapi  setelah  hal  itu  diketahui  oleh  saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus. Kisah Para Rasul 9:28-30

Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan  Allah,  dan  pembesar-pembesar  di  kota  itu,  dan  mereka  menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu. Akan  tetapi  Paulus  dan  Barnabas  mengebaskan  debu  kaki  mereka  sebagai peringatan  bagi  orang-orang  itu,  lalu  pergi  ke  Ikonium.  [Yesus  telah menginstruksikan para murid untuk ”mengebaskan debu kaki” saat di tolak] Kisah Para Rasul 13:50-51

Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu. Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil. Kisah Para Rasul 14:5-7

Yesus Menolak Untuk Menghukum Orang yang Telah Menolak

Dengan semakin dekatnya waktu kematianNya, Yesus memulai perjalanan dengan murid-murid untuk pergi ke Yerusalem. Bergerak menuju desa Samaria, Yesus mengirim beberapa rasul terlebih dulu untuk mempersiapkan kedatangan mereka, tetapi orang Samaria menolak mereka karena mereka sangat pahit dengan cara orang-orang Yahudi memperlakukan mereka. Saat murid yang bernama Yakobus dan Yohanes melihat ini, mereka bertanya, ”Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”

Jika  Yesus  berkata:  ”Sungguh  ide  yang  bagus  muridKu,  Aku  akan  meminta Bapa untuk mengirim api untuk memusnahkan desa ini.” maka kita akan mempunyai bukti bahwa Yesus berkata pada murid-murid untuk terlibat dalam perang suci. Tetapi perhatikan apa yang dilakukan Yesus:

Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain. Lukas 9:55-56

Yesus Menolak Untuk Berjuang Demi Kebebasan Dari Roma

Pada masa Yesus, orang-orang  Yahudi hidup di bawah kekuasaan Roma dan banyak  dari  mereka  yang  mencari  Mesias  yang  akan  menggulingkan  Roma  dan mendirikan sebuah kerajaan duniawi. Namun, Yesus tunduk pada otoritas Roma:

Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat  menjerat  Yesus  dengan  suatu  pertanyaan.  Katakanlah  kepada  kami pendapat-Mu:  ”Apakah  diperbolehkan  membayar  pajak  kepada  Kaisar  atau tidak?”  Tetapi  Yesus  mengetahui  kejahatan  hati  mereka  itu  lalu  berkata: ”Mengapa  kamu  mencobai  Aku,  hai  orang-orang  munafik?  Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa satu dinar kepada- Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: ”Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: ”Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Matius 22:15, 17-21

Ia menolak orang untuk mengangkatNya sebagai raja duniawi. Setelah Yesus memberi makan 5.000 orang dengan lima roti dan dua ikan, orang mulai berkata:

”Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia.” Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri. Yohanes 6:14b-15

Yesus menolak untuk membentuk kerajaan politik di bumi, Muhammad membuat usaha besar untuk membentuk kerajaan fisik dari Islam di bumi. Ia mengumumkan bahwa Allah akan sangat senang terhadap orang-orang yang telah membantunya, terutama orang-orang yang telah berjuang di medan perang untuk jalan Allah.

UPAH ISLAM UNTUK ORANG-ORANG YANG BERPERANG JIHAD

Muhammad menggambarkan banyak upah yang menunggu orang-orang yang telah berjuang – baik di dunia ini maupun dalam kehidupan setelah kematian. Upah di dunia

termasuk:

Kekayaan

Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). Surah 8:60

Muhammad mengambil seperlima dari harta rampasan perang dan sisanya dibagi antara tentara itu (lihat Surah 8:41).

Cinta Allah

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. Surah 61:4

Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang  yang  duduk  satu  derajat.  Kepada  masing-masing  mereka  Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. Surah 4:95

Pengampunan Dosa

(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; Surah 61:11-12

Terhindar Dari Kemarahan Allah

Allah tidak menyukai orang-orang yang menolak untuk berperang.

Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah,  dan  tempatnya  ialah  neraka  jahannam.  Dan  amat  buruklah  tempat kembalinya. Surah 8:16 Terjemahan Ali

Upah di kehidupan setelah kematian meliputi:

Surga

Muhammad mendorong orang untuk pergi berperang untuk mendapatkan surga.

”Ketika menghadapi musuh… Rasul Allah berkata: ”Tentu saja, pintu surga berada di bawah naungan dari pedang.” Seorang pria yang lusuh berdiri dan berkata: ”Abu Musa, anda telah mendengar perkataan Rasul Allah ini?” Dia berkata: ”Ya.” (perawi/narator berkata): ”Dia kembali pada teman-temannya dan berkata: ”Aku menyapa anda (yang ucapan selamat tinggal)”. Kemudian dia mencabut  pedang  dan  membuang  sarungnya,  dan  maju  dengan  pedang (telanjang) ke musuh dan berjuang sehingga dia dibunuh”

Perawan-perawan

Muhammad mengatakan bahwa taman surga akan menyediakan gadis-gadis perawan yang cantik bagi pria-pria untuk kesenangan mereka sendiri.

Di  dalam  syurga  itu  ada  bidadari-bidadari  yang  sopan  menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni- penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. Surah 55:56 Terjemahan Ali

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. Surah 55:70 Terjemahan Ali

UPAH YESUS UNTUK PERDAMAIAN, KEMURAHAN HATI, DAN PENGAMPUNAN

Yesus tidak pernah mengatakan bahwa kita harus berperang atas nama Allah, sehingga  Ia  tidak  pernah  berjanji  untuk  memberikan  upah  akan  hal  ini,  namun sesungguhnya, Ia telah menjanjikan upah kepada orang-orang yang telah menolak untuk melawan.

PengajaranNya terangkum dalam khotbah Yesus yang terkenal di bukit, dimana Ia mulai mendaftarkan tipe-tipe orang-orang yang ”diberkati”. Berikut ini adalah beberapa contoh:

Berbahagialah orang yang murah hatinya,

karena mereka akan beroleh kemurahan.

Berbahagialah orang yang membawa damai,

karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran,

karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu

difitnahkan segala yang jahat. Matius 5:7, 9-11

Kemudian Dia menjelaskan persyaratan Tuhan untuk memasuki kerajaan surga: kebenaran yang melebihi kebenaran hukum, sebuah kebenaran yang melampaui tindakan, tetapi sebaliknya lebih dalam dari letak hati.

Dalam khotbahNya, Yesus menerapkan konsep ini untuk banyak hal, tapi mari lihat apa yang Ia katakan terkait perang dan balas dendam.

Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Matius 5:38-46

Segala  sesuatu  yang  kamu  kehendaki  supaya  orang  perbuat  kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Matius 7:12

BAGAIMANA TENTANG PERANG SALIB?

Dalam bagian ini, kita akan melihat wilayah penting dimana Yesus dan Muhammad sangat berbeda: Yesus dikenal karena penyembuhan dan mujizat, sedangkan Muhammad dikenal karena jihad. Namun, ada masalah perang yang sedang kita bicarakan.

Apabila saya berbicara dengan orang Muslim atau Kristen, bila sampai ke persoalan jihad, saya selalu dihadapkan pada pertanyaan yang sama: ”Bagaimana tentang perang salib?” Orang ingin menekankan fakta bahwa walaupun Islam memiliki sejarah berdarah, agama Kristen juga. Berikut adalah cara saya menjawab pertanyaan ini beberapa tahun lalu  selama  perdebatan  dengan  Ketua  Departemen  Studi  Islam  di  Universitas  Rau Johannesburg, Afrika Selatan, yang dihadiri sekitar 200 orang siswa.

Ketika profesor ini bertanya pada saya mengapa saya meninggalkan Islam, saya menjawabnya: ”Saya belajar sejarah Islam dengan cara yang sangat teliti, dan saya menemukan  bahwa  itu  hanya  sebuah  lautan  darah.  Ketika  Muslim  berhenti  untuk membunuh non-Muslim, mereka mulai membunuh satu sama lain.”

Kemudian saya membuat contoh ini:

–  Perang Konversi yang mengambil nyawa sekitar 90.000 orang, mereka mencoba untuk berhenti membayar zakat, atau pajak amal, setelah kematian Muhammad

–  Perang Sufyan, dimana 10.000 Muslim meninggal, berperang untuk menentukan siapa yang memimpin negara Islam setelah kematian Muhammad

–  Perang Iran-Irak, di mana 1.000.000 orang tewas dan 2.000.000 orang menjadi cacat selama sembilan tahun

–  Perang sipil di Aljazair, dimana 150.000 orang telah tewas selama tujuh tahun.

Ia  menjawab,  ”Bahkan  Kristen  juga  menggunakan  jihad.  Mereka  memenuhi pengajaran Alkitab untuk menggunakan pedang. Dalam Matius 10:34, Yesus berkata, ”Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang”. Ia mengingatkan saya: ”Lihatlah pada perang salib, lihat Irlandia, Yugoslavia  Kristen dan apa  yang telah dilakukan Kristen Serbia pada Muslim”.

Saya tidak meluruskan makna sebenarnya dari Matius 10:34 waktu itu, tetapi berkata padanya: ”Betul, itu telah terjadi dan akan terus terjadi baik dalam Islam maupun dalam agama Kristen. Tapi faktanya ialah: ketika Muslim menggunakan pedang, mereka mempraktekkan pengajaran Quran tentang jihad yang disajikan dalam banyak bab dan ayat-ayat Al-Quran, dan telah dilaksanakan oleh pendiri Islam. Tapi saya menantang siapapun  untuk  menemukan  satu  ayat  dimana  Yesus  telah  memerintahkan  murid- muridNya untuk pergi dan membunuh atas nama Yesus Kristus. ”Berkenaan dengan kejahatan yang dilakukan oleh orang Kristen, mereka hanya Kristen KTP yang tidak mematuhi perkataan Kristus dan mereka telah tersesat oleh keinginan hati mereka. Alkitab mengatakan: ”Hati manusia adalah pendusta.” Untuk alasan ini tidak ada perbedaan antara tindakan Muslim atau Kristen yang membunuh dan merusak. Bedanya adalah: apakah mereka mengikuti teladan dari pemimpin mereka atau tidak?”

Profesor itu tidak menanggapi lagi hal ini dan beralih ke topik yang lain. Siapa saja yang telah berpartisipasi dalam perang salib telah melawan ajaran Yesus, orang ini dapat membawa tanda salib di dada, tetapi mereka tidak mengikuti Kristus. Sebaliknya, bila Muslim menggulingkan pemerintah secara paksa, mereka mengikuti dengan baik pengajaran Muhammad.

SEBUAH PERBANDINGAN MENARIK

Ada  dua  anekdot  menarik  tentang  Yesus  dan  Muhammad  yang  merangkum perbedaan mereka dalam mengajar tentang perang.

Satu hari setelah berperang, dan Muhammad pulang ke rumah dan memanggil anak perempuannya Fatima. Berkata: ”Cucilah darah dari pedang: bersumpah dalam  nama  Allah  yang  pedang  ini  telah  menuruti  saya  sepanjang  waktu” Kemudian  dia  mengambil  pedang  dari  temannya  Ali  bin  Abu  Thalib  dan menbersihkannya untuk dia.

Jadi Muhammad meminta putrinya untuk mencuci pedangnya, yang biasanya dia lakukan  sendiri,  kemudian,  pada  gilirannya,  sebagai  bentuk  penghormatannya  pada sepupunya, Ali, ia membersihkan pedangnya.

Marilah kita melihat bagaimana Yesus menghormati pengikutnya:

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam  sebuah  basi,  dan  mulai  membasuh  kaki  murid-murid-Nya  lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Yohanes 13:4-5, 12-17

Muhammad  mencuci  pedang  pengikutnya,  sementara  Yesus  mencuci  kaki  murid- muridNya: tidak ada cara yang lebih mudah untuk merangkum perbedaan di antara keduanya.

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN

Semakin kita mempelajari sesuatu tentang Yesus dan Muhammad, semakin kita akan menemukan perbedaan fundamental diantara keduanya. Namun banyak orang barat terus  mencari  persamaan  antara  keduanya.  Beberapa  penulis  bekerja  keras  untuk menemukan ayat-ayat Alkitab dan Quran yang serupa, kemudian menaruh keduanya berdampingan . Tujuan mereka adalah mengurangi kebencian antara Muslim, Yahudi dan Kristiani, dan membawa mereka bersama-sama, ini adalah tujuan yang mulia.

Namun,  dalam  upaya  untuk  mencari  kesamaan  bagian,  sangat  mudah  untuk kehilangan kerangka secara keseluruhan. Pada bab berikutnya kita akan melihat topik yang dengan mudah berubah: kasih. Alih-alih membandingkan ayat-ayat tersendiri, kita akan melihat keseluruhan gambar besar yang dibawakan oleh Yesus dan Muhammad – dan menemukan perbedaan yang lebih signifikan.

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: