3.2 Penyembuhan dan Mujizat.

Sebagai seorang remaja, saya mendapatkan rasa hormat yang besar dari komunitas saya karena saya hafal Quran dan memasuki SMA (Sekolah Menangah Atas)  Al-Azhar. Hasilnya, orang sering memanggil saya untuk berdoa bagi teman atau kerabat mereka yang sakit.

Saat saya mengunjungi seseorang yang sakit, yang pertama saya lakukan adalah duduk di dekatnya dan membacakan Al-Quran. Saya selalu membacakan ayat terkenal tentang kesembuhan:

Jika Allah menimpakan sesuatu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika  Allah menghendaki  kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Surah 10:107

Dengan membacakan ayat Al-Quran, saya berharap mendapatkan perhatian Allah. Lalu  saya  berdoa:  ”O  Allah,  hambaMu  sedang  sakit.  Penyakit  datang  dariMu  tapi kesembuhan juga datang dariMu. Jadi kami mengharapkan belas kasihMu.”

Saya selalu merasa sedikit tidak nyaman melakukan ini. Saya merasa Allah sangat jauh dan saya tidak tahu apakah dia akan memperhatikan saya atau tidak. Lagipula Quran berkata:

Katakanlah  (O  Muhammad):  ”Maka  siapakah  (gerangan)  yang  dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagimuatau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Surah 48:11

Muhammad sendiri mengatakan bahwa dia tidak dapat mempengaruhi Allah atas namanya sendiri:

Katakanlah: ”Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya). Surah 10:49 (lihat juga 7:188)

Jadi saya meninggalkan pasien setiap kali tanpa tahu apakah Allah akan menjawab doa saya. Tapi saya sudah melakukan apa yang Allah ijinkan untuk saya lakukan.

Kesembuhan dan mujizat adalah wilayah dimana perbedaan antara Yesus dan Muhammad tampak paling jelas. Sebelum memulai perbandingan antara Yesus dan Muhammad saya akan menjelaskan mengapa topik ini adalah wilayah perdebatan besar diantara Muslim.

DEBAT TENTANG MUHAMMAD DAN MUJIZAT

Apakah  Muhammad  melakukan  kesembuhan  dan  mujizat,  adalah  konflik kontroversial diantara Muslim. Muslim menerima fakta bahwa Yesus melakukan mujizat (seperti didukung dalam Quran), tapi tidak semua setuju bahwa Muhammad pernah melakukan mujizat. Ini karena bertentangan dengan Quran dan hadist (catatan dari pengajaran dan perbuatan Muhammad). Ingatlah bahwa Muhammad mendapatkan ilham langsung tentang apa yang tertulis di dalam Quran, karena Quran dibuat dengan teliti dari pewahyuan  yang  didapat  langsung  dari  Malaikat  Jibril.  Namun  Muhammad  tidak memiliki kendali atas hadist, pengikutnya dapat menceritakan setiap kisah yang mereka mau, apakah itu benar atau bohong, dan Muhammad tidak dapat mengendalikannya.

Quran berkata Muhammad tidak punya kewajiban untuk menghasilkan tanda yang menunjukkan  bahwa  ia  nabi.  Alih-alih,  Quran  diberikan  sebagai  tanda  terbesar kenabiannya. Muhammad pernah bekata kepada orang:

Katakanlah:  ”Sesungguhnya  mujizat-mujizat  itu  terserah  kepada  Allah? Sesungguhnya dalam (Al-Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata”. Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al-Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka?” Surah 29:50-51

Dengan kata lain, Muhammad berkata ”Aku adalah nabi, jangan minta dariku tanda-tanda. Tanda-tanda adalah milik Allah.” Wahyu menyimpulkan, ”Quran itu adalah tanda yang cukup untukmu.”

Semua orang Muslim percaya bahwa Quran adalah mujizat terbaik yang diberikan untuk kehidupan manusia. Quran menyatakan bahwa tidak ada manusia lain atau roh yang dapat menciptakan sebuah buku yang setara dengannya.

Katakanlah: ”Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. Surah 17:88

Kalau sekiranya Kami*  menurunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir. Surah 59:21

Itulah  sebabnya  laporan  mujizat  dari  hadist  diragukan  keasliannya.  Beberapa sarjana Muslim percaya bahwa ini sebagian besar adalah keajaiban cerita yang diciptakan oleh pengikut Muhammad setelah kematiannya untuk membantu meyakinkan orang- orang bahwa Muhammad adalah nabi sebenarnya. Namun, orang-orang Muslim lainnya percaya kepada cerita yang sebenarnya. Ketika saya kecil, saya belajar percaya pada cerita itu. Tetapi kami tidak belajar banyak tentang Muhammad melakukan keajaiban. Topik ini tidak ditegaskan dalam pengajaran Islam.

Dengan pemahaman itu, mari kita bandingkan catatan tentang keajaiban Yesus dan Muhammad. Untuk lebih jelasnya, kita akan membagi mujizat ini dalam tiga kategori: penyembuhan dari sakit fisik, pengusiran setan, dan mujizat terhadap alam. Di bagian akhir kita akan melihat apakah Yesus dan Muhammad memberi kuasa kepada pengikut mereka untuk melakukan keajaiban atau mujizat.

PENYEMBUHAN DARI SAKIT FISIK

Muhammad

Walaupun di hadist, hampir tidak ada cerita tentang Muhammad berdoa untuk orang yang sakit. Saya hanya mengetahui dari dua cerita.

Muhammad dan Abu Bakr bersembunyi di kemah mereka sepanjang jalan keluar dari Mekah ke Madina (hijrah yang kedua). Seorang sejarahwan berkata bahwa Abu Bakr terkena gigitan ular berbisa dan mulai menderita karena racun itu. Muhammad berkata, ”Jangan bersedih, Abu Bakr, karena Allah beserta kita.” Kemudian Abu Bakr pulih . Ini adalah cerita yang sangat terkenal diantara orang-orang Muslim dan sering dipakai di dalam khotbah terutama dalam perayaan tahunan hijrah. Cerita itu diceritakan oleh Umar bin al-khatib yang mendengar itu dari Abu Bakr. Bahkan sejarahwan, Ibn Kathir, berkata bahwa hadist ini tidak lazim dan ia curiga dengan keasliannya.

IbnuKathir menyebutkan versi lain dari kisah ini. Saat itu, Abu Bakr bersama rasul Allah di gua, dan tangan Abu Bakr terluka oleh sebuah batu, Muhammad tidak mencoba berdoa  untuknya  atau  menyentuh  tangannya  untuk  kesembuhan.  Tapi  Abu  Bakr menciptakan satu baris puisi bahasa Arab, yang ditujukan bagi jarinya, ”Kamu hanya sebuah jari, dan kamu hanya jari yang berdarah, pendarahan ini karena Allah.” Ibn Kathir menolak cerita dengan ular, tapi ia berkata kisah Abu Bakr terluka jarinya yang mungkin benar. Meskipun ada pendapat ahli sejarah, banyak Muslim masih percaya cerita tentang ular.

Contoh kedua dari penyembuhan datang dari hadist yang dinarasikan oleh Aisyah, istri kedua Muhammad. Ia berkata Muhammad sering berdoa untuk kesembuhan istri- istrinya dan Muslim yang sakit lainnya, menyentuh dengan tangan kanannya selama ia berdoa.  Namun, Aisyah satu-satunya orang yang pernah memberikan laporan ini. Jika Muhammad sering berdoa untuk Muslim yang sakit, maka pengikut lainnya seharusnya melaporkannya juga. Tidak ada catatan lain orang disembuhkan setelah doa Muhammad.

Bahkan jika kita menemukan kisah penyembuhan di hadist, hal itu akan berlawanan langsung dengan pengajaran Quran, yang mengatakan Muhammad tidak akan melakukan mujizat. Jika sebuah hadist kontradiksi dengan Quran, hadist itu harus ditolak.

Laporan Aisyah ini biasanya tidak dikhotbahkan karena penyembuhan bukanlah subjek yang sering didiskusikan imam. Bukanlah sebuah bagian besar dalam Islam.

Bukannya  menyampaikan  contoh Allah  melakukan  kesembuhan,  sejarah  Islam menunjukkan beberapa contoh saat kesembuhan diperlukan dan itu tidak terjadi.

Saat Muslim pertama kali datang ke Madinah, banyak diantara mereka menjadi sakit dan mengigau karena demam tinggi. Muhammad tidak terkena sakit. Tidak ada catatan ia berdoa bagi yang sakit, tapi saat ia melihat beberapa Muslim berdoa dengan cara duduk, ia berkata pada mereka, ”Ketahuilah berdoa dengan cara duduk hanya mendapat setengah pahala dari doa dengan berdiri.” Sejarahwan mencatat, ”Ada suatu masa dimana para Muslim bergumul dalam kesakitan pada kaki mereka, berjuang untuk berdoa dengan berdiri walaupun dalam kesakitan dan kelemahan mereka karena mencari suatu pahala.”

Muhammad hanya memiliki dua orang anak laki-laki (Al-Kasim dan Ibrahim), dan keduanya meninggal saat masih anak-anak. Hadist mencatat kisah kematian Ibrahim:

Kami pergi dengan Rasul Allah (SAW) ke Abu Saif pandai besi, dan dia adalah suami pengasuh dari Ibrahim (putra Nabi). Rasul Allah mengambil Ibrahim dan mencium dia dan mengendus dia dan kemudian kita masukkan Abu Saif ke rumah dan pada waktu itu Ibrahim menghembuskan nafas terakhir, dan mata Rasul  Allah  (SAW)  mulai  mencucurkan  air  mata.  Abdul  Rahman  bin  ‘Auf berkata, ”O rasul Allah, bahkan anda menangis?” Beliau berkata, ”Wahai Ibnu ‘Auf,  ini  adalah  rahmat.”  Kemudian  dia  menangis  lagi  dan  berkata,  ”Mata bercucuran air mata dan hati berduka dan kami tidak akan berkata kecuali apa yang menyenangkan Tuhan kami, hai Ibrahim? Sesungguhnya kami berduka telah berpisah denganmu” 

Jika  Muhammad  dapat  berdoa  untuk  kesembuhan,  saya  percaya  ia  akan melakukannya untuk menyembuhkan anaknya.

Kesimpulannya  cukup  sederhana:  berdoa  bagi  kesembuhan  bukanlah  bagian penting  dari  kehidupan  Muhammad.  Adalah  mungkin  ia  tidak  pernah  berdoa  bagi kesembuhan.

Yesus

Jika Anda membaca salah satu Injil, Anda akan sadar bahwa catatan penyembuhan badaniah menjadi bagian penting dari jalan cerita. Contoh kesembuhan termasuk:

  •  Anak pegawai istana yang sedang sekarat (Yohanes 4:48-53)
  • Demam ibu mertua Petrus (Matius 8:14-15; Markus 1:29-31; Lukas 4:38-39)
  • Orang-orang sakit kusta (sejenis penyakit kulit yang acap kali fatal) (Matius 8:2- 3; Markus 1:40-45; Lukas 5:12-13; 17:11-19)
  • Orang yang lumpuh (Matius 9:1-8, Markus 2:1-12, Lukas 5:18-26)
  • Orang sakit di kolam Bethesda (Yohanes 5:1-15)
  • Orang yang tangannya mati sebelah (Matius 12:9-13, Markus 3:1-6;   Lukas 6:6-11)
  • Hamba dari perwira Romawi yang sakit (Matius 8:5-13, Lukas 7:2-10)
  • Membangkitkan anak seorang janda dari kematian (Lukas 7:11-17)
  • Membangkitkan putri kepala rumah ibadat dari kematian (Matius 9:18-26, Markus 5:21-43, Lukas 8:40-56)
  • Perempuan yang mengalami pendarahan (Matius 9:20-22; Markus 5:24-34, Lukas 8:43-48)
  • Orang buta (Matius 9:32-34, 20:29-34, Markus 8:22-25, 10:46-52, Yohanes 9:1- 38, Lukas 18:35-43)
  • Orang tuli dan bisu dan tak bisa berjalan (Markus 7:31-37)
  • Perempuan bungkuk dan dirasuki roh (Lukas 13:10-17)
  • Orang yang menderita busung air (edema) (Lukas 14:1-6)
  • Membangkitkan  sahabatNya,  Lazarus,  dari  kematiannya  keluar  dari  kubur (Yohanes 11:1-44)
  • Penyembuhan  telinga  dari  hamba  imam  besar,  setelah  Petrus  memotongnya dengan pedang (Lukas 22: 49-51)

Berkenaan dengan penyembuhan, kita dapat melihat terdapat perbandingan yangironis antara Yesus dan Muhammad. Misalnya, Muhammad tidak membantu pengikutnya yang mengalami demam, Injil secara khusus menyebutkan bahwa Yesus menyembuhkan demam  dua  orang:  ibu  mertua  Petrus  (Markus  1:29-31)  dan  putra  pegawai  istana (Yohanes 4:48-52). Muhammad tidak dapat membangkitkan dua anaknya dari kematian, Yesus membangkitkan dua orang anak, putri gubernur dan anak dari seorang janda. Yesus juga menyembuhkan seorang anak laki-laki di Kapernaum, yang akan mati, hanya dengan berkata kepada ayah dari si anak: ”anakmu hidup” (Yohanes 4:50).

Pada  titik  ini,  kita  telah  membuktikan  bahwa  kesembuhan  memainkan  peran penting dalam kehidupan Yesus, dan sangat kecil atau bahkan tidak ada dalam kehidupan Muhammad. Sekarang kita melihat apa yang diajarkan Yesus dan Muhammad tentang tujuan penyembuhan dan penyebab penyakit.

TUJUAN PENYEMBUHAN DAN PENYEBAB PENYAKIT

Muhammad

Saya tahu tidak ada pengajaran Muhammad tentang tujuan penyembuhan. Tetapi Muhammad mengajarkan tentang asal penyakit. Mari kita lihat lagi ayat yang biasanyasaya kutip bagi orang yang sakit:

Jika Allah menimpakan sesuatu bahaya kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika  Allah menghendaki  kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya Surah 10:107

Muhammad mengajarkan bahwa penyakit datang dari Allah, jadi Muslim percaya bahwa selalu ada alasan jika seseorang menderita penyakit, orang itu mungkin telah melakukan kesalahan atau dosa terhadap Allah, jadi Allah memberikan ia penyakit untuk membersihkan  ia  dari  kesalahannya.  Muslim  percaya  bahwa  dengan  pemurnian  ini orang akan mendapatkan posisi yang lebih baik untuk dapat berdiri di hadapan Allah pada hari kiamat.

Ayat  ini  juga  mengatakan  bahwa  Allah  adalah  satu-satunya  yang  dapat menghilangkan penyakit. Pengajaran ini membuat saya frustrasi sebagai seorang Muslim, dan saya berfikir: ”Jika anda sedang sakit dan berdoa agar Allah menolong anda, apa  yang anda harapkan? Jika Allah adalah satu yang mengirim penyakit, dapatkah anda meyakinkan Dia untuk menariknya kembali?”

Yesus

Yesus mengatakan bahwa penyembuhan dan mujizat adalah suatu tanda untuk menunjukkan kepada orang-orang bahwa Ia benar-benar datang dari Allah.

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: ”Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: ”Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.  Matius 11:2-5

Demikian pula, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi.

Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: ”Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka: ”Aku telah  mengatakannya  kepada  kamu,  tetapi  kamu  tidak  percaya;  pekerjaan- pekerjaan  yang  Kulakukan  dalam  nama  Bapa-Ku,  itulah  yang  memberikan kesaksian tentang Aku. Yohanes 10:24-25

Injil juga mengatakan bahwa Yesus termotivasi dan berbelas kasih untuk menyembuhkan orang yang menderita.

Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Matius 14:14; lihat juga Matius 20:34, Markus 1:41

Belas kasih Yesus untuk orang berpenyakit selaras dengan pengajaranNya tentang asal  penyakit. Kita dapat melihat cara pandang Yesus melalui berbagai komentar yang Ia berikan saat Ia menyembuh orang. Dia berkata:

1. Penyakit dapat merupakan konsekuensi dari dosa.

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: ”Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.” Yohanes 5:14 

2.  Penyakit juga dapat terjadi tanpa adanya kesalahan.

Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid- murid-Nya bertanya kepada-Nya: ”Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” Jawab Yesus: ”Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.” Yohanes 9:1-3

3.  Penyakit dapat disebabkan oleh setan.

Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. Matius 12:22; lihat juga Matius 9:32-34, Markus 7:31-37

Sekarang  kita  telah  melihat  penyembuhan  fisik,  mari  kita  melihat  jenis penyembuhan rohani: mengusir setan.

MENGUSIR SETAN

Baik Yesus maupun Muhammad, berbicara tentang setan dalam ajaran mereka. Hal yang ingin saya bahas disini adalah bagaimana mereka bertindak terhadap orang dengan masalah rohani yang berpaling mencari bantuan mereka.

Muhammad

Muhammad SAW, disisi lain tidak mengetahui cara mengusir setan. Sesungguhnya, Muhammad mengatakan bahwa jin (atau setan) datang untuk mendengar Muhammad  membaca Al-Quran:

Katakanlah (hai Muhammad): ”Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan  sekumpulan  jin  (akan  Al-Quran),  lalu  mereka  berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Quran yang mena’jubkan,”  Surah 72:1

Surah ini lalu mengatakan bahwa beberapa jin masuk Islam dan menjadi Muslim (lihat Surah 72:14); ketika Muhammad berdoa, mereka berkumpul di sekelilingnya untuk mendengarkan (lihat Surah 72:19).

Jadi jelaslah bahwa hubungan Muhammad dengan setan sangat berbeda dengan Yesus!

Namun, kami juga memiliki contoh dari seorang wanita yang datang ke Muhammad untuk meminta bantuan, karena ia merasa diserang oleh setan.

”Seorang wanita muslim datang kepadanya dan berkata: ”Makhluk tidak suci ini – setan – memasuki saya dan menyiksa saya.” Muhammad berkata: ”Jika kamu sabar terhadap apa yang kamu alami, kamu akan datang pada hari kebangkitan datang dihadapan Allah bersih dari dosa apapun, dan tidak ada hukuman terhadap kamu.” Dia berkata: ”Aku bersumpah dalam nama yang mengirim engkau, saya akan memiliki kesabaran sampai saya menemui Allah, namun saya khawatir iblis ini  akan  datang  dan  saya  akan  keadaan  telanjang  (di  muka  umum)  [yang membuat  saya  akan  berdosa]”.  Kemudian  Muhammad  berkata:  ”Bila  anda merasa setan kepadanya, anda harus pergi ke Kaaba dan membungkus diri sendiri dalam kain yang menutupi Batu Hitam.” setelah Muhammad berdoa untuknya” .

Mari berpikir apa yang Muhammad tawarkan kepada wanita ini, Muhammad tidak mengusir setan keluar dari dia, tetapi berkata untuk bertahan dari siksaan dan dapat menemukan bantuan dengan pergi ke Batu Hitam di Kabah.

Nasehat Muhammad pada perempuan ini sebenarnya menentang ajaran Quran, yang menyatakan:

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Surah 7:200

Kita dapat menyimpulkan dengan mudah, tidak diragukan lagi, bahwa Muhammad tidak pernah terbukti dapat mengusir setan.

Yesus

Saat Yesus menemui orang yang dirasuki oleh setan, Ia memerintahkan para iblis untuk meninggalkan tubuh orang tersebut. Sebuah contoh yang baik adalah kisah dua orang gila yang Yesus temui diantara kuburan di wilayah Gadara. Mereka sangat bengis sehingga orang takut untuk pergi ke tempat tersebut. Setan dalam orang ini memohon pada Yesus, ”Jika Kamu mengusir kami keluar, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Yesus berkata kepada mereka: ”Pergilah”. Dan setan keluar dari orang-orang itu” (lihat Matius 8:28-34).

Contoh lain Yesus mengusir setan adalah:

– Pria di synagog (Markus 1:23-28, Lukas 4:33-37)

– Orang buta dan bisu (Matius 12:22)

– Orang bisu (Matius 9:32-34)

– Puteri seorang wanita Kanaan (Matius 15:21-28; Markus 7:24-30)

– Seorang anak yang menderita kejang (Matius 17:14-21; Markus 9:14-30, Lukas 9:37-43)

Selain  kisah-kisah  ini,  Injil  sering  menyebutkan  secara  umum  bahwa  Yesus mengusir setan, ketika orang datang mencari bantuan kepadaNya. (Matius 4:24, 8:16, Markus 1:34, 39). Yesus berkata Ia mengusir setan menggunakan kuasa Tuhan (lihat Lukas 11:14-28).

Sekarang  mari  melihat  wilayah  dimana  keadaannya  untuk  Muhammad  sangat diperdebatkan: Mujizat.

MUJIZAT 

Muhammad

Kita  telah  belajar  bahwa  Muhammad  tidaklah  mengenal  hal  berdoa  untuk penyembuhan  fisik  atau mengusir  setan, tetapi  apakah  dia memiliki  reputasi  untuk membuat keajaiban?

Seperti yang saya katakan pada awal bab, ini merupakan isu sengketa di antara Muslim. Muslim melihat Quran adalah keajaiban terbesar yang pernah terjadi. Selain itu, mujizat tidak memiliki peran besar dalam sejarah Muhammad, atau tidak dijelaskan sebagai  sesuatu  yang  menarik  kerumunan  orang  pada  Muhammad.  Tidak  banyak berpengaruh  pada  cara  orang  memperlakukan  dia  atau  bagaimana  ia  menyebarkan pesannya.

Dengan latar belakang ini, mari lihat pada referensi mujizat yang mungkin di lakukan Muhammad.

Kisah terkenal ”membelah bulan” yang digambarkan di hadist sebagai berikut:

”Para  penduduk  Mekah  meminta  Nabi  untuk  menampilkan  tanda  (mujizat). Kemudian dia menunjukkan mereka (keajaiban) dengan membelah bulan.”  Quran ini merujuk kepada fakta di Surah 54:1

Waktu telah dekat dan bulan telah terbelah retak.

Banyak Muslim percaya bahwa bulan secara harafiah terbelah dua dan muncul dalam dua buah potongan di langit, hal ini terjadi di Mekah sekitar lima tahun sebelum Hijra. Namun, tidak ada referensi mengenai keajaiban ketika Muhammad ditantang untuk memberikan tanda. Ini adalah masalah yang belum terjawab.

Semua contoh lain mujizat hanya terjadi dalam hadist dan tidak disebutkan di dalam Quran. Termasuk:

  • Peningkatan jumlah kurma untuk membayar hutang
  • Memperbanyak air

1.  dari sebuah alat untuk minum

2.  dari sebuah sumur

3.  dari dua kantong air yang dipinjam dari wanita di atas unta

  • Menghasilkan hujan, setelah kekeringan di Madinah
  • Cahaya memimpin dua teman Muhammad melalui kegelapan
  • Sebuah pohon kurma yang menangis ketika Muhammad pergi
  • Tanah yang memuntahkan mayat dari seorang Kristen yang telah berdusta
  • Serigala yang berbicara dan mengundang seorang laki-laki untuk mengikuti Islam
  • Perjalanan  Malam  Muhammad,  yang  melaporkan  bahwa  dia  telah  pergi  dari Mekkah ke Yerusalem dan melihat surga dan neraka

Yesus 

 Seperti yang telah populer untuk penyembuhan, Yesus juga dikenal karena mujizat yang  Ia peragakan. Contohnnya dimana 5.000 orang pergi ke padang  gurun  untuk mendengar Dia mengajar, dan mereka tinggal begitu lama sehingga mereka mulai merasa lapar. Para murid ingin mengirim mereka pergi, tetapi Ia menemukan lima roti dan dua ikan, Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk memberi makanan pada orang-orang tersebut. Mujizatnya ialah sejumlah kecil roti dan ikan ini memberi makan semua orang. Kemudian Yesus diikuti banyak orang yang mengingat Ia menggandakan makanan (lihat Yohanes 6:1-27).

Contoh lain dari mujizat Yesus termasuk:

  • Merubah air menjadi anggur (Yohanes 2:1-11)
  • Menjala sejumlah besar ikan (Lukas 5:1-11; Yohanes 21:1-14)
  • Meredakan badai ketika Ia dan murid-murid menyeberangi danau (Matius 8:23-27, Markus 4:35-41, Lukas 8:22-25)
  • Memberi makan banyak orang dengan sedikit makanan (Matius 14:13-21, 15:32- 38, Markus 6:34-44, 8:1-9, Lukas 9:12-17; Yohanes 6:1-15)
  • Berjalan di air saat badai (Matius 14:22-33, Markus 6:45-52, Yohanes 6:16-21)
  • Menemukan uang di mulut ikan untuk membayar pajak pada kaisar (Matius 17:24- 28)
  • Menyebabkan kering pohon ara (Matius 21:18-22; Markus 11:20-25)

Walaupun  beberapa  mujizat  dibuat  di  hadapan  banyak  orang  (mujizat  pada perkawinan dan melipatgandakan makanan), beberapa mujizat lain hanya dilihat oleh pengikut dekatNya.

Jadi ada kisah mujizat yang dibuat oleh Muhammad dan Yesus, apa tujuan dari mujizat-mujizat ini?

Tujuan Dari Mujizat Muhammad 

Beberapa orang berkata keajaiban dari Muhammad menunjukkan bahwa dia adalah seorang  nabi.  Namun  Quran  mengatakan  bahwa  ayat-ayat  yang  diberikan  kepada Muhammad adalah satu-satunya tanda yang diberikan: ini merupakan suatu hal yang menjadi perdebatan.

Tujuan Dari Mujizat Yesus

Yesus  menggunakan  mujizat  untuk  menunjukkan  bahwa  Ia  adalah  Tuhan, khususnya kepada para murid-murid. Misalnya, mujizat pertama Yesus: merubah air menjadi anggur di pesta perkawinan: itu adalah demonstrasi efektif kekuasaanNya pada  pengikut baruNya.

Yesus juga melakukan mujizat karena belas kasih, terutama ketika menggandakan makanan kepada orang banyak:

Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: ”Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku  dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” Matius 15:32

PENYEMBUHAN DAN MUJIZAT YANG DIBUAT OLEH PENGIKUTNYA

Bagian terakhir bab ini akan melihat apakah Yesus dan Muhammad mengajar kepada pengikut mereka untuk melakukan penyembuhan dan mujizat.

Muhammad 

Muhammad tidak mengajarkan kepada pengikutnya untuk berdoa bagi kesembuhan, atau untuk mujizat. Tidak ada hadist dimana Muhammad berkata: ”Jika seorang sanak keluarga atau anak anda sakit, berdoalah dan meminta penyembuhan dari Allah.” Dalam sejarah Islam tidak ada bukti dari setiap sahabat Muhammad yang telah melakukan penyembuhan atau mujizat: ini bukan metode mereka dalam penyebaran pesan Islam.

Tetapi,  setelah  kematian  Muhammad,  mereka  tetap  mengatur  kekuatan  militer  dan melanjutkan untuk menyebarkan Islam melalui jihad.

Yesus 

Yesus mengharapkan murid-muridNya melakukan penyembuhan dan mujizat yang sama, bahkan lebih.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan  juga  pekerjaan-pekerjaan  yang  Aku  lakukan,  bahkan  pekerjaan- pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa Yohanes 14:12

Ketika Yesus mengirim murid-muridNya pergi mengajar, Ia menasehati mereka:

 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma Matius 10:8, Markus 3:15, Lukas 10:9 

Pertanyaannya adalah: apakah para murid bisa – seperti Yesus – menyembuhkan dan mengusir setan? Jawabannya adalah ”Ya!”

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Markus 6:12-13 

Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: ”Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.”  Lukas 10:17 

Dalam Perjanjian Baru dikatakan bahwa setelah kematian dan kebangkitan Yesus, para pengikutNya telah melakukan ”banyak keajaiban dan tanda-tanda” (Kisah Para Rasul 2:43, lihat juga Roma 15:19).

Misalnya:

  • Orang lumpuh disembuhkan (Kisah Para Rasul 3:1-10, 14:8-10)
  • Suami-istri meninggal karena berdusta (Kisah Para Rasul 5: 1-11)
  • Murid-murid dilepaskan dari penjara oleh malaikat (Kisah Para Rasul 5:19, 20)
  • Roh jahat pergi, orang-orang yang lumpuh dan timpang sembuh (Kisah Para Rasul 8:6-13)
  • Orang lumpuh sembuh (Kisah Para Rasul 9:32-35)
  • Wanita dibangkitkan dari kematian (Kisah Para Rasul 9:36-41)
  • Membutakan nabi palsu (Kisah Para Rasul 13:8-11)
  • Anak muda yang bangkit dari kematian setelah terjatuh (Kisah Para Rasul 20:9-12)
  • Menetralkan racun dari gigitan ular (Kisah Para Rasul 28:3-5)

Orang tertarik pada murid-murid dan pesan mereka melalui mujizat dan penyembuhan, sama seperti mereka tertarik pada Yesus.

KESIMPULAN

Mujizat dan penyembuhan membantu kita untuk melihat lebih banyak perbedaan antara Yesus dan Muhammad. Pelayanan publik Yesus digerakkan oleh penyembuhan, mengusir setan dan mujizat. Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, para pengikutNya menarik orang pada pesan mereka melalui penyembuhan, mengusir setan dan mujizat.

Sebaliknya, sejarah Islam hanya mencatat beberapa fakta mujizat yang terkait dengan Muhammad dan hampir tidak ada pada penyembuhan atau mengusir setan.

Karena  cara  yang  paling  efektif  bagi  Yesus  menyebarkan  pesanNya  melalui penyembuhan, mari kita lihat cara yang paling efektif yang digunakan Muhammad untuk menyebarkan pesannya: melalui jihad, atau perang suci.

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: