BAGIAN 3. WARISAN MEREKA DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN.

Pesan Mereka Kepada Dunia

Kita  telah  melihat  bagaimana  Yesus  dan  Muhammad  menyebarkan  pesannya. Sekarang kita perlu untuk melihat secara jelas apa isi pesan itu. Dalam bab ini Anda akan belajar :

  • apa yang mereka ketahui tentang identitas dan tujuan mereka
  • apa yang mereka katakan kepada orang bagaimana cara menyenangkan Tuhan
  • bagaimana orang dapat diampuni dari kesalahan pada Tuhan
  • apa yang mereka ketahui tentang nasib setelah kematian

MEREKA MENYATAKAN SEBAGAI…MUHAMMAD: NABI TERAKHIR

Identitas

Muhammad menyatakan diri bahwa dialah nabi terakhir yang dikirim Allah ke dunia. Ia menjelaskan:

Perumpamaanku dalam berbandingan dengan nabi-nabi lain sebelumku ialah jika seseorang membangun rumah indah dan bagus, kecuali sebuah lubang batu bata di pojok. Orang pergi sekitar tentang itu  dan heran pada  keindahan, tetapi berkata: ”Ini batu bata yang akan diletakkan di tempatnya!” jadi, akulah batu bata itu, dan aku adalah nabi terakhir.

Muhammad mengatakan bahwa ia adalah penggenapan nubuatan dari Perjanjian Lama  dan  Perjanjian  Baru  tentang  nabi  yang  akan  datang.  Dengan  kata  lain,  ia menyatakan sebagai nabi yang dinantikan oleh Yahudi dan Kristen.

Beberapa teman rasul Allah berkata padanya, ”O Nabi Allah, beritahu kami tentang dirimu.

” Ia  menjawab,  ”Ya,  akulah  pesan  dari  ayahku  Abraham  dan  kabar  baik  dari saudaraku Yesus.” 

Muhammad juga mengajarkan bahwa Yahudi dan Kristen telah mengubah kitab suci sehingga keterangan kedatangan Muhammad dikeluarkan. Sarjana modern Islam menyatakan telah menemukan keterangan tentang Muhammad masih terdapat dalam Alkitab. Anda bisa membaca tentang topik itu di Lampiran sterusnya.

Walau ia berkata ia adalah nabi terakhir dan terbesar, Muhammad jelas menyatakan ia manusia biasa, tidak ilahi. Muhammad berkata pada orang, ”Aku hanya manusia sama seperti kamu.” (Surah 18:110). Ia akan meninggal sama seperti orang lainnya. Quran berkata, ”Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).” (Surah 39:30)

Mengenai hubungan dengan Allah, Quran menggambarkan Muhammad sebagai ”budak” Allah (Surah 2:23). Masuk Islam juga digambarkan sebgai ”budak” Allah (Surah 50:8).

Tujuan

Dari  awal  Muhammad  berkata  tujuan  Allah  untuknya  adalah  untuk  menjadi ”peringatan jelas” (Surah 71:2)

Tetapi (kamu dikirim) sebagai rahmat dari Tuhanmu, supaya kamu memberi peringatan kepada orang yang sekali-kali belum datang kepada mereka pemberi peringatan sebelum kamu agar mereka ingat.  Surah 28:46

Namun setelah Muhammad pindah ke Madinah, ia menjadi lebih dari pengingat, ia menjadi penakluk. Ia berkata dalam khotbah terakhirnya di Bukit Arafat:

Setelah hari ini tidak ada lagi dua agama di Arab. Aku diturunkan oleh Allah dengan pedang ditanganku, dan kekayaanku akan datang dari bayang pedang ini. Dan orang yang tidak setuju dengan aku akan dibuat malu dan dianiaya. 

Muhammad meminta para penyembah berhala untuk meninggalkan berhalanya, sedangkan  Yahudi  dan  Nasrani  diminta  untuk  meninggalkan  agama  ”korup”  dan menerima Islam

YESUS SANG ANAK TUHAN

Identitas

Yesus sering kali menyatakan di Injil bahwa Ia anak Tuhan dan Tuhan adalah ayahNya, contohnya:

Yesus bertanya kepada mereka: ”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus  kepadanya:  ”Berbahagialah  engkau  Simon  bin  Yunus  sebab  bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 16:15-17

[Yesus berkata] ”Mengapa kamu menuduh Aku menghujat Allah! Karena Aku telah  berkata:  Aku  Anak  Allah?  Jikalau  Aku  tidak  melakukan  pekerjaan- pekerjaan  Bapa-Ku,  janganlah  percaya  kepada-Ku,  tetapi  jikalau  Aku melakukannya  dan  kamu  tidak  mau  percaya  kepada-Ku,  percayalah  akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Yohanes 10:36-38

Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: ”Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: ”Engkau telah mengatakannya” Matius 26:63-64 

(Ayat lain dimana Yesus menatakan diriNya adalah anak Tuhan adalah: Matius 4:6; 8:29; 10:23; 11:27; 16:15-17, 27:43; 28:19; Markus 1:11; Lukas 2:49; 10:22; Yohanes 3:16-18; 5:17-18, 25; 10:36; 11:4)

Yesus berkata bahwa Ia adalah penggenapan nubuatan Yahudi atas kedatangan Mesias.

”Janganlah  kamu menyangka, bahwa  Aku  datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Matius 5:17

”Inilah  perkataan-Ku,  yang  telah  Kukatakan  kepadamu  ketika  Aku  masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”  Lukas 24:44

Perkataan Yesus didukung oleh banyak nubuatan Perjanjian Lama yang digenapi dalam hidupNya, seperti lahir di Betlehem, tinggal di Nazareth, menghabiskan waktu di Mesir, dan rincian mengenai hari terakhirNya. Silahkan lihat Lampiran C untuk daftar lengkap, termasuk ayat referensi.

Tujuan

Perjanjian  Lama  mengajarkan  Tuhan  menghendaki  pengorbanan  hewan  untuk mengampuni dosa. Yesus berkata tujuanNya adalah untuk memberikan diriNya sebagai korban persembahan untuk pelanggaran semua orang.

Karena  Anak  Manusia  juga  datang  bukan  untuk  dilayani,  melainkan  untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Markus 10:45 (lihat juga Yohanes 3:17)

Yesus meminta orang untuk percaya ajaranNya sehingga mereka memiliki hidup kekal.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke  dalam  dunia  bukan  untuk  menghakimi  dunia,  melainkan  untuk menyelamatkannya oleh Dia. Yohanes 3:16-17

BAGAIMANA MENYENANGKAN TUHAN

Inti dari setiap agama ialah bagaimana manusia memiliki hubungan baik dengan Tuhan. Pengajaran Yesus dan Muhammad sangat berbeda pada wilayah ini.

Kewajiban Sebagai Muslim

Pesan Muhammad berkembang dan menjadi jelas sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, kewajiban sebagai muslim tidaklah sama pada permulaan pewahyuan sampai 23 tahun kemudian. Misalnya, di Mekah pada masa awal, muslim tidak diwajibkan berdoa dalam jumlah tertentu per hari. Setelah perjalanan malam Muhammad, yang terjadi sepuluh tahun sejak wahyu pertama, Muslim diharuskan sembahyang lima kali sehari. Contoh lain ibadah haji, tidak diperlukan hingga sembilan tahun setelah Muhammad tinggal di Madinah.

Kita akan melihat ajarannya pada tahap akhir. Persyaratan untuk menjadi muslim adalah:

1.  Menyembah Allah saja, menerima Muhammad sebagai nabi Allah, dan percaya Quran.

2.  Sembahyang doa ritual Islami pada lima waktu perhari (di Bab 15, saya akan gambarkan sembahyang Islam secara lengkap).

3.  Membayar zakat (sumbangan) untuk ”rumah uang”, yang dikelola Muhammad. Setiap orang wajib memberikan 2,5 % dari pendapatannya. Zakat bukanlah suatu pilihan, melainkan kewajiban. Muhammad menggunakan uang itu sebagian untuk membiayai keperluan militer Muslim, membantu fakir miskin, dan membiayai proyek pembangunan. Tidak ada kata ”pajak” waktu itu, tapi itu adalah fungsi sebenarnya uang itu. Tidak ada pemerintahan sekuler waktu itu, jadi pemerintahan Islam sendirilah yang melakukan pengumpulan pajak. Pada masa kini, Muslim yang hidup di negara sekuler, harus membayar pajak negara. Jadi zakat adalah tambahan dari pajak sekuler. Karena tidak ada pusat negara Islam, setiap orang harus memilih kemana memberikan uangnya.

4.  Berpuasa diantara sembahyang pertama dan keempat selama Ramadhan.

5.  Melakukan ibadah haji ke Kabah di Mekah (Surah 22:27)

Sebagai  tambahan,  di  Madinah,  Muhammad  mendesak  orang  bahwa  Allah ”mencintai”  orang  yang  berperang  dengan  giat  di  penyerangan  dan  perang  yang dilakukan Muslim melawan non-muslim di Arab (Surah 8 dan 9).

Persyaratan Menyenangkan Tuhan

Pesan Yesus tetap sama dari awal hingga akhir. Ia berkata bahwa Ia adalah jalan untuk memiliki hubungan dengan Tuhan.

”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Yohanes 14:6

Yesus tidak punya daftar untuk dipenuhi pengikutNya, Ia mengundang mereka dengan mudah:

”Mari, ikuti Aku” Markus 1:17

Dan mereka mengikuti Dia

”Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia” Yohanes 6:2

Tapi Yesus tidak berkata mengikutiNya akan mudah. Ia memperingatkan bahwa hidup mereka akan dalam bahaya.

Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya,  ia  akan  kehilangan  nyawanya;  tetapi  barangsiapa  kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya. Markus 8:34-35

Tapi Yesus berjanji Ia tidak akan membebani pengikutNya.

”Marilah  kepada-Ku,  semua  yang  letih  lesu  dan  berbeban  berat,  Aku  akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada- Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Matius 11:28-30

Ia meminta mereka untuk menuruti dua perintah ”utama”:

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: ”Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: ”Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: ”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: ”Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Lukas 10:25-28

Secara singkat, persyaratan menjadi Kristen ialah mengikuti Yesus, mengasihi Tuhan  dan  mengasihi  sesama  manusia.  Kontras  dengan  Muhammad,  Yesus  tidak meminta muridNya mengikuti aturan mengenai sembahyang, berapa banyak uang yang harus diberikan, berapa sering berpuasa, atau kapan harus berziarah ke tanah suci.

PENGAMPUNAN KESALAHAN

Jika  Anda  mengajarkan  bagaimana  menyenangkan  Tuhan,  Anda  juga  harus menjelaskan apa yang terjadi saat kesalahan yang tidak dapat dihindarkan dibuat. Dengan kata lain, apa yang Tuhan butuhkan untuk pengampunan? Mari lihat apa yang dikatakan Yesus dan Muhammad.

Allah Memutuskan Dosa Siapa yang Diampuni

Ada sebuah kisah terkenal tentang kematian paman Muhammad, Abu Talib, yang telah melindungi Muhammad dari musuh-musuhnya di Mekah selama bertahun-tahun. Saat pamannya terbaring sakit, Muhammad memohon dia untuk mengaku Islam, tapi pamannya  tidak  melakukannya.  Setelah  itu  Muhammad  menyampaikan  wahyu  dari Allah, yang berkata: 

Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (munafikun). Kendati pun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasikun.Surah 9:80

Dengan kata lain, Muhammad berkata ia tidak memiliki kemampuan memaafkan kesalahan seseorang atau meyakinkan Allah untuk mengampuni. Muhammad hanya berkata ia hanya mampu untuk mengurangi hukuman pamannya sebagai berikut:

Di antara penduduk neraka Abu Talib akan mengalami lebih sedikit penderitaan, ia akan memakai dua sepatu (api) yang akan mendidihkan otaknya. 

Pada kesempatan lain Muhammad berkata ia meminta Allah untuk mengampuni ibu nya,  yang  meninggal  saat  Muhammad  berusia  enam  tahun:  salah  seorang  pelayan

Muhammad menceritakan kisah ini:

Abu Huraira menceritakan: ”Nabi Muhammad mengunjungi makam ibunya, dan menangis  dan  menangis  dan  membuat  kami  di  sekelilingnya  menangis. Muhammad  berkata,  ’Aku  bertanya  pada  Allah  apa  aku  bisa  memintanya mengampuni ibuku, dan Ia menjawab tidak. Tapi Ia memberikan aku ijin untuk mengunjungi makamnya.” 

Sekali lagi Muhammad menekankan bahwa ia tidak dapat mempengaruhi Allah untuk mengampuni dosa. Melalui Quran dan hadist, Muhammad mengajarkan hanya Allah yang memiliki kekuasaan mengampuni dosa.

Tidak semua pelanggaran adalah sama menurut teologi Islam. Ada dosa kecil dan ada  dosa  besar.  Contoh  dosa  besar  ialah:  menyembah  tuhan  lain  selain  Allah;

menyangkal  apa  saja  dasar  kepercayaan  Islam  terutama  rukun  Islam;  menghina Muhammad; membunuh orang diluar aturan hukum Islam; memfitnah Muslim lain saat ia tidak  ada.  Pendosa  harus  menyesali  dosanya  di  hadapan  Allah,  tapi  Allah  yang memutuskan apakah mengampuni atau tidak kesalahannya. Di hari kiamat orang akan tahu apakah Allah mengampuni dirinya atau tidak.

Di sisi lain, dosa kecil dapat diampuni dengan melakukan perbuatan baik seperti, sembahyang  ekstra,  puasa  ekstra,  atau amal  ekstra.  Contoh  dosa  kecil  adalah  lupa sembahyang  dalam  sehari,  berbohong,  makan  selama  puasa  ramadhan,  atau  lalai menolong tetangga yang membutuhkan.

Secara singkat, Allah sendiri yang memberikan atau tidak pengampunan seseorang. Jika ia melakukan dosa besar, ia ada di belas kasih Allah. Jika ia melakukan dosa kecil, ia bisa mendapatkan pengampunan melalui (perbuatan baik atau pergi naik haji [ziarah ke tanah suci Mekah]).

Pengampunan Allah Bagi Mereka yang Berperang

Setelah Muhammad mulai mengirim ekspedisi militer dari Madinah, ia menerima wahyu mengenai cara khusus Muslim dapat menerima pengampunan dari Allah – dengan berperang atau menderita karena Islam. Sebuah wahyu menggambarkan perang untuk Allah sebagai ”perdagangan”. Jika kamu memberikan Allah ”kekayaan dan hidup anda” ia akan mengampuni dosa anda dan memasukkan anda ke surga, serta membantu anda memenangkan perang. Ini adalah kutipan dari Quran:

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn (Eden). Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah (terhadap musuhmu) dan kemenangan yang dekat (waktunya).  Surah 61:10-13

Muslim lebih jauh mengartikan ini sebagai orang yang meninggal dalam jihad langsung pergi ke surga dan tidak perlu menunggu di kuburnya untuk hari kiamat.

Apa yang Yesus Ajarkan Mengenai Pengampunan Saat Muhammad mengatakan ia tidak punya kemampuan untuk mengampuni dosa,

Yesus secara terbuka menyatakan bahwa Ia memiliki otoritas lengkap untuk mengampuni dosa.

Maka dibawalah orang kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:  ”Percayalah,  hai  anak-Ku,  dosamu  sudah  diampuni.”  Maka  berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: ”Ia menghujat Allah.” Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: ”Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” – lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu – : ”Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun lalu pulang. Matius 9:2-7; lihat juga Lukas 7:36-50

Saat Yohanes Pembaptis melihatNya berjalan mendekatinya, ia berseru ”Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” (Yohanes 1:29).

Saat Yesus bicaratentang kematianNya di kayu salib, ia berkata, ”Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (Matius 26:28)

Dengan  kata lain  Yesus  tidak  hanya  menyatakan  memiliki  kemampuan  untuk mengampuni  dosa  atas  nama  Tuhan  saat  Ia  di  bumi,  tapi  Ia  juga  menyatakan kematianNya berfungsi menggantikan korban persembahan, memberikan pengampunan bagi semua manusia sepanjang waktu. Salah satu pernyataan terakhir pada muridNya ialah:

”Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.”Lukas 24:46-47

TAKDIR SETELAH KEMATIAN

Kita telah belajar apa yang diajarkan Yesus dan Muhammad tentang dirinya dan apa  yang  harus  dilakukan  pengikutnya.  Sekarang  mari  kita  bandingkan  pengajaran mereka tentang perlakuan Tuhan atau Allah pada manusia saat mereka meninggal.

Nasib Muslim Setelah Kematian Muhammad mengajarkan setelah mati seseorang tetap dalam kuburnya sampai hari kiamat. Jika orang itu baik, kuburnya menjadi surga kecil, jika ia jahat, itu akan menjadi tempat penyiksaan (Surah 55:46-60). Namun, Muhammad tidak pernah mengungkapkan kepada orang dengan pasti apakah ia akan bersenang-senang atau disiksa di kubur.

Sebagai  seorang  Muslim,  saya  pribadi  frustrasi  dengan  sedikitnya  informasi mengenai ini. Saya heran. ”Bagaimana tuhan Quran yang dapat mengungkapkan banyak hal  duniawi  seperti  apa  harus  dilakukan  selama  masa  menstruasi  wanita,  gagal mengungkapkan bagaimana saya bisa tahu apakah saya akan disiksa atau nyaman saat saya meninggal?”

Muhammad sendiri menyatakan kekhawatirannya tentang apa yang akan terjadi padanya di kubur. Istrinya Aisyah melaporkan:

Dua  wanita  tua  Yahudi  mengunjungiku  di  rumahku  dan  berkata  padaku ”kematian dalam kubur mereka ialah penghukuman.” Aku tidak mempercayai mereka. Setelah mereka pergi saya menemui nabi Muhammad dan mengatakan padanya, dan ia berkata, ”Ya, mereka mengatakan padamu kebenaran; bagi sebagian  orang  kematian  adalah  penghukuman  dan  bahkan  binatang  dapat mendengar tangisan mereka di kubur.” Dari hari itu, setiap saat aku melihat nabi sembahyang, ia meminta Allah untuk menyelamatkannya dari siksa kubur. 

Muhammad mengajarkan hari kiamat akan diumumkan oleh suara terompet. Baik yang hidup maupun yang mati akan datang bersama, dituntun oleh malaikat ke lapangan kiamat untuk dihakimi oleh Allah sendiri. Allah akan menimbang perbuatan baik dan jahat kemudian memutuskan siapa yang akan pergi ke surga dan siapa ke neraka. Hingga hari kiamat, seseorang tidak akan tahu apakah ia telah menyenangkan Allah. (Lihat Surah6:73; 18:99; 20:102; 23:101; 27:87; 36:48; 39:68; 40:20; 78:18)

Muhammad sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya pada hari kiamat. Mari lihat saat ia membuat pernyataan ini. Muhammad mengunjungi rumah dimana seorang pria muslim meninggal dan jenazahnya masih disana. Seorang wanita berkata kepada jenazah, ”Semoga belas kasihan Allah turun atasmu, aku bersaksi Allah telah menerima engkau.”

Muhammad berkata pada wanita itu, ”Bagaimana kau bisa tahu bahwa (Allah menerima orang ini)?

” Ia menjawab, ”Saya tidak tahu, oleh Allah.” Muhammad menjawab, ”Untuk pria ini, kematian telah datang dan aku berharap yang baik baginya dari Allah. Oleh Allah, walau aku rasul Allah, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku, sama juga dengan kamu” 

Pengikut setia Muhammad, Abu Bakr juga berbicara ngerinya penghakiman Allah. Ia berkata, ”Jika satu kakiku ada di surga, dan satu lagi masih di luar, aku tidak percaya kecerdikan Allah.”  Bakr bermaksud mengatakan takdir abadinya masih misteri sampai kedua kakinya di surga.

Nama  lain  dari  Abu  Bakr  adalah  ”manusia  menangis”  karena  ia  akan  terus menangis saat ia berdoa.  Saat ditanyai mengenai hal ini jawabannya adalah, ”Setiap saat aku mulai berdoa, aku membayangkan Allah berdiri di depanku dan raja kematian di belakangku, surga di kananku dan neraka di kiriku, dan aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Tuhanku padaku.” 

Pengajaran Muhammad memberikan Muslim sedikit kelegaan saat orang yang dikasihi meninggal.

Muhammad melihat seorang wanita menangis di kuburan anaknya. Ia berkata ”Jadilah orang percaya yang baik dan sabarlah.” Wanita itu berkata, ”Pergilah karena kamu tidak kehilangan seorang yang kamu sayang seperti saya,” Ia tidak mengenalinya.

Mari kita periksa kata-kata hiburan Muhammad pada wanita ini. Ia mengatakan wanita ini untuk menjadi Muslim yang baik dan bersabar. Dalam pengajaran Islam, anak wanita ini dalam kehendak Allah. Tidak ada yang tahu apakah ia akan masuk surga atau neraka; Allah yang memutuskan. Jadi Muhammad mengatakan wanita itu harus bersabar menerima apapun keputusan Allah, apapun itu. Ini tidak cukup menghibur bagi wanita itu.

Takdir

Pengajaran  Muhammad  mengenai  hari  penghakiman  dikombinasikan  dengan pengajarannya pada takdir. Ini menghasilkan ketidakpastian besar di pikiran Muslim mengenai nasib setelah mati:

Rasul Allah, yang benar dan sumber inspirasi mengatakan, ”(seperti menurut penciptaanmu), setiap kamu dikumpulkan di rahim ibumu empat puluh hari pertama, dan akan menjadi gumpalan darah empat puluh hari kemudian, dan akan menjadi sebuah daging empat puluh hari yang lain. Lalu Allah mengirim malaikat menulis empat kata: ia menulis perbuatannya, waktu kematian, arti kehidupannya, dan  apakah ia malang atau diberkati (dalam agama). Lalu jiwa akan dihembuskan ke tubuhnya. Jadi seseorang mungkin melakukan perbuatan karakteristik penghuni (neraka) api, yang banyaknya dan jaraknya hanya sehasta diantaranya,  dan  saat  telah  ditulis  (oleh  malaikat)  melebihi,  dan  ia  mulai melakukan perbuatan karakteristik, penghuni surga dan memasuki surga, yang banyaknya dan jaraknya hanya sehasta diantaranya, dan saat apa yang ditulis (oleh  malaikat)  melebihi,  dan  ia  mulai  melakukan  perbuatan  karakteristik, penghuni (neraka) api dan memasuki (neraka) api.” 

Ijinkan  saya  meringkas  apa  yang  dikatakan  hadist tersebut  agar  Anda  mudah memahaminya. Muhammad mengajarkan saat seseorang masih di dalam  kandungan ibunya, Allah mengirim malaikat untuk menulis empat fakta tentang hidup orang ini: (1) perbuatannya, (2) waktu kematiannya, (3) arti hidupnya, (4) apakah ia akan malang atau diberkati (artinya apakah ia akan masuk neraka atau surga).

Karenanya, seseorang mungkin melakukan perbuatan jahat sepanjang hidupnya. Tapi, jika saat dalam kandungan ibunya, ditulis bahwa ia akan ”diberkati”, maka pada akhirnya takdir akan mengambil alih dan ia akan mulai melakukan perbuatan baik dan masuk surga. Kebalikannya juga berlaku: seseorang mungkin berlaku baik sepanjang hidupnya, tapi jika malaikat menuliskan ia akan ”malang”, maka pada akhir hidupnya takdir akan mengambil alih dan orang itu akan mulai melakukan hal jahat dan berakhir di neraka.

Bagaimana mengaplikasikan ini dalam kehidupan sehari-hari? Jika Anda seorang muslim, Anda berharap Allah akan menerima perbuatan baik Anda dan mengijinkan Anda masuk surga. Tapi karena Anda sadar bahwa takdir akhir hidup Anda berdasarkan apa yang ditulis malaikat sebelum Anda lahir, harapan Anda selalu dibayangi keraguan. Apakah saya termasuk orang yang ditakdirkan berbuat baik selama hidup saya namun akhirnya saya mendapatkan hukuman neraka?

Pengajaran Yesus Pada Takdir Setelah Mati Hari kiamat juga termasuk bagian dari pengajaran Yesus (Matius 10:15,11:22-24, 12:36, 41-42, 24:31; Lukas 10:14, 11:31-32). Mengenai hari kiamat, Yesus berkata:

  • Tidak ada yang tahu waktunya kecuali Tuhan (Matius 24:36)
  • Sangkakala akan berbunyi (Matius 24:31)
  • Malaikat akan mengumpulkan orang (Matius 13:41)

Seperti yang Anda baca, deskripsi Muhammad mengenai hal ini sama persis 600 tahun kemudian. (lihat Surah 6:73, 18:99, 20:102, 23:101, 27:87, 36:48, 50:20, 78:18). Namun pengajaran Yesus tentang hari kiamat berbeda dari Muhammad pada hal yang penting. Contohnya, Yesus berkata Ia akan kembali dan melakukan penghakiman (Matius 13:24-30, 36-41, 47-50; 25:31-33; Yohanes 5:22). Muhammad berkata Allah yang akan menjadi hakim.

Yesus menceritakan empat perumpamaan di Matius 24 dan 25 tentang hari kiamat, menggambarkan kriteria apa saja yang ditetapkan pada orang yang akan dihakimi. Setiap perumpamaan  meminta  orang  untuk  mengasihi  Tuhan  dan  sesama  manusia  untuk menerima hidup kekal.

Apakah ini berarti Yesus mensyaratkan perbuatan baik untuk seseorang agar masuk surga? Ini pertanyaan penting yang bisa kita jawab dari pengajaran Yesus sendiri, Yesus berkata iman kepadaNya diperlukan untuk hidup abadi: ”Tuhan telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16) dan Yesus juga berkata, ”Jika kamu mengasihiKu, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yohanes 14:15). Ini berarti jika kamu sungguh percaya Yesus anak Tuhan, kamu akan menuruti perintahNya. Jika kamu tidak menuruti perintahNya, berarti kamu tidak percaya pada-Nya.

Pengertian ini didukung oleh tulisan pengikut Yesus, Yakobus, saudara Yesus, yang menuliskan, ”Iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yakobus 2:26). Ia menggambarkan pekerjaan baik sebagai bukti dari iman: ”Aku akan menunjukkan padamu imanku dengan apa yang aku lakukan” (Yakobus 2:18). Kitab Efesus menuliskan secara sederhana: ”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi  pemberian  Allah,  itu  bukan  hasil  pekerjaanmu:  jangan  ada  orang  yang memegahkan diri.” (Efesus 2:8-9)

Karenanya, pada hari kiamat, Yesus akan melihat perbuatan baik sebagai bukti iman kepada-Nya.

Mengenai apa yang terjadi pada orang yang telah mati selama mereka menunggu hari  kiamat,  Yesus  memberikan  sedikit  pengajaran.  Dimana  Yesus  memberikan gambaran orang kaya yang meninggal dan dibawa ke alam maut, dan orang miskin meninggal dan dibawa ke ”pangkuan Abraham”,  yang adalah tempat yang tentram (Lukas 16:19-31). Ini memberikan kita indikasi dimana orang yang telah mati menunggu hari kiamat. Keterangan lain mengenai hari kiamat untuk orang percaya dan tidak percaya digambarkan di bagian lain di Perjanjian Baru, terutama di kitab Wahyu.

KESIMPULAN

Yesus  dan  Muhammad  memiliki  perbedaan  besar  mengenai  bagaimana  cara menyenangkan Tuhan, tentang pengampunan dan hari kiamat. Mereka juga melihat peran mereka sebagai pembawa pesan Tuhan dengan cara yang berbeda. Di bab selanjutnya kita akan lihat apa yang dikatakan oleh Muhammad tentang Yesus dan apa yang mungkin dikatakan Yesus tentang Muhammad.

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: