2.4 Hari-Hari Terakhir.

Muhammad  : Tiga tahun terakhir hidupnya

Usia  : 60 – 63 tahun

Yesus  : Bulan-bulan terakhir hidupNya

Usia  : 35 – 36 tahun

Saat mendekati akhir hidupnya, baik Yesus dan Muhammad ada dalam posisi puncak pengaruhnya. Dalam bab ini Anda akan melihat :

  • dalam kejayaan mereka memasuki kota yang pernah menolak mereka
  • instruksi final bagi para pengikut
  • bagaimana keduanya meninggal

MUHAMMAD KEMBALI KE MEKAH

Delapan tahun setelah berimigrasi ke Madinah, Muhammad telah mencapai level kekuasaan yang baru. Dia memiliki 10.000 pasukan waktu itu, yang diperintahkan oleh empat pemimpin divisi dan dirinya sendiri.  Bertahun-tahun sebelumnya, saat orang mengolok-oloknya di pasar di Mekah, Muhammad telah memperingatkan mereka, ”Hai orang-orang Mekah, aku bersumpah didalam nama Allah, aku akan datang sebagai pembantai.”  Ia sekarang siap untuk beraksi sesuai kata-kata itu.

Saat tentara Muhammad bergerak, gurun menjadi hitam karena kuda dan orang. Kota Mekah mengirim pengintai, termasuk Abu Sufyan, pemimpin karavan yang coba diserang  oleh  Muhammad  saat  ia  pertama  kali  meninggalkan  Mekah.  Orang  ini tertangkap  dan  ia  berdiri  di  belakang  Muhammad,  memilih  menjadi  mualaf  untuk keselamatan dirinya. Untuk menyelamatkan harga diri pemimpin ini, Muhammad berkata selama penyerangan, Muslim akan melindungi siapapun yang berlindung di rumah orang ini. Ia mengirim orang ke Mekah dengan berita ini: ”Siapa yang masuk rumah Abu Sufyan akan aman, siapa yang menutup pintu rumahnya sendiri akan aman dan siapa yang memasuki masjid akan aman”. Saat orang Mekah mendengar hal ini mereka membubarkan diri ke rumahnya dan ke masjid.

Saat  ia  akan  memasuki  kota,  Muhammad  memanggil  pejuang  Ansar  untuk menemuinya. Pejuang Ansar adalah seorang mualaf dari Madinah, bukan Mekah. Saat mereka mengelilinginya, Muhammad berkata, ”Apakah kamu lihat tentara Quraish (dari Mekah)?” Ia membuat gerakan tangan dan memerintahkan, ”Pergi dan bantai mereka.” Bahasa Arab untuk pembantaian ialah gambaran petani mengambil hasil panen dengan sabit. Dengan kata lain, Muhammad berkata pada mereka, ”Potong kepala mereka dari tubuhnya seperti kamu memotong buah dari dahan pohon.”

Alasan Muhammad memilih Ansar untuk tugas ini ialah karena Muslim yang berasal dari Mekah mungkin akan ragu membunuh orang dari sukunya dan mantan tetangganya.

Saat prajurit memasuki kota dengan menunggang kuda, beberapa perempuan berlari keluar dan secara histeris mulai memukul kuda dengan tangannya, memohon prajurit  tidak membunuh mereka dan anak-anak mereka. Bayangkan situasi ini! Orang-orang ketakutan dan depresi.  Mekah hanya menempatkan sedikit pertahanan tentara, sehingga Muhammad secara mudah mengambil alih.

Divisi Muhammad membawa bendera khusus. Bertulisan hitam dalam satu katabahasa arab: Penghukuman.

Muhammad Mengambil Alih Kabah

Muhammad menunggangi kudanya melalui jalan-jalan di Mekah sementara orang- orang diam di rumahnya. Ia memasuki Kabah, mencium Batu Hitam, dan mulai berjalan mengelilinginya. Saat ia medekati sebuah patung yang dekat Batu Hitam, ia menusuknya pada bagian mata dengan busur yang ada di tanganya. Setelah doa siang, di hari yang sama, Muhammad memerintahkan semua berhala di sekitar Kabah dikumpulkan, dibakar dalam api, dan dihancurkan.  Muslim sekarang akan merawat Kabah. (Surah 9:18)

YESUS KEMBALI KE YERUSALEM

Memasuki bulan-bulan terakhir pelayananNya, Yesus juga berada pada puncak pengaruh dan popularitasNya. Pada saat yang sama, Ia memperingatkan muridNya bahwa Ia akan dibunuh saat Ia tiba di Yerusalem.

Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua- tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Matius 16:21; lihat juga Lukas 13:31-35

”Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.” Matius 17:23

Meskipun para murid protes, Yesus terus berjalan ke Yerusalem untuk menghadiri hari raya Paskah. Saat Ia tiba di kota, Ia membuat cara masukNya dengan cara yang mengejutkan.

Ia  meminta  muridNya  untuk menemukan  keledai  muda  untukNya,  dan  Yesus menunggangi keledai itu masuk ke kota. Saat Ia dalam perjalanan, barisan orang banyak memenuhi  jalan.  Beberapa  orang  menghamparkan  jubahnya  di  jalan  di  depanNya, sementara yang lain memotong ranting pohon dan menyebarnya di jalan. Mereka riuh memuji Tuhan, dan seluruh kota Yerusalem bergelora. (Lukas 19:28-44; Matius 21:1-11)

Yesus Menangisi Yerusalem

Saat Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangis, karena Ia tahu masa depan Yerusalem. Ia meratap:

Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.  Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka  akan  membinasakan  engkau  beserta  dengan  pendudukmu  dan  pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau. Lukas 19:41-44; lihat juga Matius 23:37-39; Lukas 13:34-35

Nubuatan Yesus terpenuhi kurang dari 40 tahun, pada 70 M, Jendral Romawi – Titus menaklukkan dan menghancurkan Yerusalem serta membakar Bait Suci hingga rata dengan tanah.

Jadi kita telah melihat baik Yesus dan Muhammad di akhir hidupnya memasuki kota yang menjadi pusat kehidupan spiritual dari masyarakatnya. Muhammad kembali sebagai seorang penakluk dan Yesus sebagaimana kita akan lihat, sebagai korban. Pada bagian akhir kita akan melihat bagaimana kedua pemimpin ini meninggal dan apa yang mereka berikan sebagai pesan terakhir kepada pengikutnya.

BANGSA ARAB TUNDUK

Setelah penaklukan Mekah, bangsa dari seluruh tanah Arab yang belum diserang oleh Muhammad mengirim pembawa pesan pada Muhammad dan berkata, ”Kami tunduk padamu”. Sejarah Islam mencatat 48 kelompok berbeda tunduk pada Muhammad di tahun itu (9 H). Hanya ada sedikit kantong-kantong perlawanan di Arab, yang sukses ditundukan Muhammad.  Orang-orang yang ditaklukkan wajib membayar zakat, pajak sebesar 2,5% dari penghasilan seseorang.

Muhammad Mengirim Surat Kepada Pemimpin Luar Negeri

Sekarang Muhammad telah menaklukkan Arab, ia menghubungi penguasa negara di luar Arab dan memanggil mereka menerima Islam dan aturan Islam. Ia mengirim surat resmi dengan segel pribadi ke (1) Kaisar Roma, (2) Raja Iran, (3) Raja Ethiopia, (4) Gubernur Romawi di Mesir, (5) Raja Oman, (6) Raja Bahrain, (7) Raja Syria, (8) Raja Yaman.  Surat ini memperingatkan penguasa untuk tunduk pada Islam atau merasakan konsekuensinya. Contohnya ialah surat ke Kaisar Roma yang berisi:

Dari  : Muhammad, Rasul Allah

Ke  : Herocles, Peguasa Roma

Masuklah Islam dan kamu akan selamat. Dan jika kamu menolak tawaranku, kamu bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada dirimu dan rakyatmu.

Muhammad menggunakan kata selamat yang berarti selamat dari tentaranya, bukan berarti terhindar dari murka Tuhan di hari kiamat.

Ingat 12 pemimpin yang Muhammad pilih sebelumnya? Sebagian besar dari mereka sekarang memimpin penyerangan melawan orang-orang  yang menolak tunduk pada otoritas Islam.

Pewahyuan Baru Tentang Jihad

Pada  situasi  ini,  Muhammad  menyampaikan  wahyu  baru  mengenai  perlakuan kepada  kafir (non-Islam). Ini tercatat di Surah 9. Mari lihat dua ayatnya: Mengenai Mushrikun, atau penyembah berhala, wahyu itu berbunyi:

Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan mendirikan salat (doa) dan menunaikan zakat (pajak derma), maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan.  Surah 9:5

Jadi wahyu memerintahkan Muslim untuk memerangi penyembah berhala sampai mereka masuk Islam. Wahyu yang serupa juga diberikan menyangkut Yahudi dan Kristen dengan satu perbedaan penting.

Perangilah orang-orang yang (1) tidak beriman kepada Allah (2) dan tidak (pula) kepada hari kemudian (3) dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya (4) dan tidak beragama dengan agama yang benar (Islam), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka (Yahudi dan Kristen), sampai mereka membayar jizyah (pajak) dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. Surah 9:29

Muslim dapat memberikan Yahudi dan Kristen tiga opsi:

1.  Masuk Islam

2.  Tetap Yahudi atau Kristen tapi membayar pajak khusus (jizyah), yang biasanya dikumpulkan tiap tahun

3.  Bersiap diserang

Muhammad mengangkat gubernur (disebut amir) untuk memerintah atas semua orang, suku dan wilayah yang menerima otoritas Islam (9 H).

KHOTBAH TERAKHIR MUHAMMAD DI BUKIT ARAFAT

Sekarang ia telah menguasai Mekah, Muhammad memanggil semua Muslim untuk berpartisipasi dalam haji besar, yang merupakan ibadah ziarah tahunan ke Kabah untuk menyembah Allah (Surah 3:97). Ia menghabiskan waktu selama setahun untuk membuat persiapan peristiwa besar ini, mengirim pembawa pesan ke seluruh bagian Arab yang  mengatakan  orang  agar  datang.  Titik  puncak  dari  pertemuan  besar  ini  ialah  saat Muhammad berdiri di Bukit Arafat dan mengajarkan khotbah terakhir yang dicatat, dikelilingi lebih dari 100.000 Muslim.  Ini sangat di kenal sebagai Khotbah di Bukit Arafat.

Ini adalah teks dari apa yang Muhammad katakan seperti yang tercatat dalam sejarah Islam:

Hari ini agamamu telah disempurnakan. Dan kebaikan Tuhan dipenuhi dalam hidupmu. Dan aku bersaksi Islam adalah agamamu. Hai umat Muslim, kamu dilarang menumpahkan darah diantara kalian atau mencuri dari seorang dan lainnya atau mengambil keuntungan satu sama lain atau mengambil wanita atau istri sesama Muslim.

Setelah hari ini tidak ada lagi dua agama di Arab. Aku diturunkan oleh Allah dengan pedang ditanganku, dan kekayaanku akan datang dari bayang pedang ini. Dan orang yang tidak setuju dengan aku akan dibuat malu dan dianiaya. 

Khotbah ini terdiri dari dua bagian: bagian pertama mengatur bagaimana Muslim berhubungan dengan sesamanya, contohnya yaitu tidak boleh membunuh atau mencuri istri sesamanya. Bagian kedua mengajarkan mereka bagaimana berhubungan dengan non- Muslim.  Muhammad  menyatakan  Allah  mengirimkan  dirinya  dengan  pedang  dan kekayaannya akan datang dari itu. Ia menjanjikan penghinaan dan aniaya bagi siapa yang membantah dirinya. (Khotbah ini kontras sekali dengan khotbah Yesus di bukit, dimana Yesus berkata:

Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiayakamu. [Matius 5:44]).

KEMATIAN MUHAMMAD

Sebelas  tahun  setelah  perpindahannya  dari  Mekah  ke  Madinah,  Muhammad menjadi sakit dengan demam yang ia derita bertahun-tahun. Kali ini sakitnya sangat serius.

Menurut sejarah Islam, Muhammad menyalahkan demamnya sebagai percobaan meracuni dirinya setelah ia menaklukkan perkampungan Yahudi Kaybar empat tahun sebelumnya.  Ia  setuju  untuk  mengampuni  hidup  orang  yang  tersisa  jika  mereka memberikan semua hartanya bagi dirinya. Pada saat itu, seorang wanita Yahudi bernama Zainab menyiapkan makan bagi Muhammad (ingat, Yahudi memiliki hubungan dengan Muhammad bertahun-tahun sebelum ia memutuskan menaklukkan mereka).

Zainab menyiapkan domba (atau kambing) untuk dibakar. Ia tahu Muhammad suka pada daging di bagian bahu, jadi ia menaruh racun lebih di sana. Tapi ia meracuni seluruh bagian daging juga. Ia membawa keluar daging itu dan menyajikannya pada Muhammad dan temannya. Muhammad mengambil bagian dari bahu dan mulai memakannya, tapi ia merasakan ada rasa yang aneh dari dagingnya. Ia mengeluarkan itu dari mulutnya dan membuangnya. Tapi temannya menyukai daging itu dan memakannya. Ia kemudian meninggal terkena racun.

Muhammad bertanya pada Zainab apa yang telah ia lakukan. Ia menjawab, ”Kamub tahu apa yang telah kamu lakukan pada rakyatku. Aku berkata pada diri sendiri, ’jika ia adalah raja aku akan memudahkan diri darinya dan jika ia adalah nabi ia akan mengetahui (apa yang telah aku lakukan)’.” Karena jawaban ini, Muhammad mengampuni nyawanya.

Bagaimanapun, Muhammad percaya racun yang ia makan menyusahkan dirinya selama sisa hidupnya. Pada saat sakitnya yang terakhir sebelum ia meninggal, adik dari orang yang meninggal karena racun daging itu mengunjunginya, Muhammad berkata padanya, ”O Umm Bishr, apa yang kau lihat sekarang (sakitku) ialah hasil dari apa yangaku makan dari domba yang aku makan bersama saudaramu.”

Selama sakit kronisnya, Muhammad menderita demam dan nyeri selama 20 hari dan dirawat di rumah istrinya, Aisyah, yang kini berusia 18 tahun. Saat ia menjadi begitu sakit untuk memimpin doa, ia memerintahkan pengikut terpercayanya untuk melakukan tugas ini. Saat ia menghembuskan nafas terakhir, ia merebahkan kepalanya di pangkuan Aisyah dan meninggal.

Muhammad dikubur di Madinah dan peziarah masih mengunjungi makamnya hari ini.

YESUS MATI

Kisah kematian Yesus sangat berbeda dengan Muhammad, mari kita lihat apa yang terjadi.

Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah. Kepala Farisi dan ahli Taurat mencari cara untuk menyingkirkanNya, tapi mereka takut melawanNya karena banyak orang mengasihiNya. Peluang mereka datang melalui Yudas, murid Yesus, yang dengan sukarela membawa mereka pada Yesus dengan imbalan sejumlah uang.

Setelah makan bersama dengan murid-muridNya, Yesus pergi ke Bukit Zaitun untuk berdoa, seperti kebiasaanNya. Yudas membawa sekumpulan orang ke bukit untuk menangkap Yesus. Mereka membawa Ia ke rumah Imam kepala dan saat subuh pemuka agama menanyai Dia. ”Apakah kamu Anak Tuhan?” mereka bertanya.

”Kamu mengatakan hal benar mengenai Aku,” Ia menjawab. Hal itu jelas adalah penghujatan  atas  hukum  Yahudi.  Mereka  membawaNya  ke  Pilatus,  gubernur  yang ditunjuk oleh Roma. Pilatus memutuskan Yesus tidak melakukan kesalahan yang layak mendapatkan hukuman mati. Jadi Pilatus mengembalikan nasib Yesus kepada mereka. Mereka membawa Dia melalui sebuah jalan ke Bukit Golgota atau Bukit Tengkorak.

Disana Yesus dibaringkan di salib kayu, pancang dipakukan di kaki dan tanganNya pada salib. Kemudian salib didirikan di sebuah lubang di tanah. Dan orang menantikan Yesus mati. Beberapa wanita yang telah mengikuti Yesus berdiri memperhatikan.

Saat itu siang hari, tapi langit menjadi gelap selama tiga jam, dan Yesus berseru nyaring, ”Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan Ia meninggal. (Lukas 23:46)

Batu penjuru iman Kristen ialah yang terjadi pada Yesus setelah Ia mati. Anggota dewan Yahudi yang menentang penyaliban Yesus menerima ijin untuk menurunkan tubuhNya  dari  salib.  Dia  membungkusNya  dengan  kain  linen  putih  dan menempatkanNya di makam yang baru. Wanita-wanita yang mengikuti Yesus melihat dimana tubuh itu terbaring. Mereka pergi mempersiapkan rempah-rempah dan parfum untuk meminyaki tubuh itu. Mereka tidak bisa kembali hari berikutnya karena hari itu adalah hari Sabat dan menurut hukum Yahudi, mereka berdiam.

Satu hari setelah hari Sabat, pagi hari sekali, para wanita kembali ke kubur, dan menemukan batu terguling jauh dari pintu masuk dan tidak ada tubuh di dalamnya. Dua malaikat muncul di depan mereka dan berkata, ”Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit.” (Lukas 24:5-6). Para wanita itu berlari kembali ke para murid menceritakan apa yang mereka lihat.

Injil  mencatat  beberapa  penampakan  Yesus  ke  murid-murid  dan  pengikutNya setelah kebangkitanNya.

PESAN TERAKHIR YESUS BAGI PENGIKUTNYA

Pesan Yesus yang terakhir fokus menjelaskan kebangkitanNya dan menguatkan murid-muridNya untuk menyebarkan pesan itu, Ia berkata pada mereka:

Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan  dosa  harus  disampaikan  kepada  segala  bangsa,  mulai  dari Yerusalem. Lukas 24:46-47

Lalu  Yesus  menjanjikan  untuk  menolong  pengikutNya  dengan  mengirimkan kekuatan penolong. Orang Kristen percaya ini adalah Roh Kudus, yang digambarkan dalam Kisah Para Rasul 2.

Setelah ini Yesus diangkat ke surga dan tidak tampil lagi di depan pengikutNya.

KESIMPULAN

Dalam lima bab Anda telah berjalan dalam kehidupan Yesus dan Muhammad secara berdampingan. Anda telah mengalami bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka dan mengejar tujuan mereka.. Ini memberikan Anda kerangka yang akan Anda butuhkan untuk mengerti apa yang mereka ajarkan. Pengajaran mereka akan menjadi subjek bagian kedua buku ini.

Anda akan memiliki kesempatan untuk membandingkan pengajaran mereka dalam poin kunci berikut:

  • pesan mereka ke dunia
  • pengajaran mereka tentang sesama
  • kesembuhan dan mujizat
  • arti perang suci
  • kasih
  • doa
  • wanita

Sebelum bab topik-topik ini, saya meletakkan alur waktu yang memuat kejadian pokok  dalam  hidup  Yesus  dan  Muhammad.  Alur  waktu  ini  akan  menolong  Anda mengulang biografi yang baru Anda baca dan mengerti pengajaran pada bab berikutnya.

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: