2.3 Menyebarkan Ajaran

Muhammad  : tujuh tahun pertama di Madinah

Usia   : 53 – 60

Yesus  : satu sampai dua tahun pelayanan final sampai perjalanan terakhir ke Yerusalem

Usia   : 34 – 35

Yesus melakukan pelayananNya dengan cara yang sama dari awal hingga akhir. Tapi dalam kehidupan Muhammad, ada sebuah saat yang menandakan perubahan besar. Itu adalah perjalanan dari Mekah ke Madinah yang dikenal sebagai hijrah. Pada bab ini kita akan melihat apa yang terjadi setelah Muhammad pindah dan bagaimana ia bekerja dengan 12 pemimpinnya untuk menyebarkan Islam. Kita juga akan melihat bagaimana Yesus bekerja dengan 12 muridNya untuk menyebarkan ajaranNya.

Kita juga akan melihat bagian cerita dalam hidup mereka – perlawanan yang mereka dapatkan dari komunitas Yahudi dan pemimpin agama pada masa mereka.

TENTARA MUHAMMAD MENYEBARKAN ISLAM

Pada bab sebelumnya, Muhammad baru saja menyukseskan perjanjiannya dengan dua suku terbesar di Madinah. Pada titik ini, dia mulai mengirimkan pengikutnya dalam jumlah  kecil  dari  Mekah  untuk  hidup  di  Madinah.  Ini  memerlukan  waktu  selama beberapa bulan.

Muhammad Menangisi Mekah

Saat Muhammad siap untuk pindah dari Mekah ke Madinah, ia pergi ke puncak gunung dengan pemandangan kota Mekah dan berkata,

”O Mekah, aku bersumpah engkau kota terdekat di hatiku dan jika bukan karena pendudukmu yang memaksa aku keluar, aku tidak akan pergi.”

Dengan  kata  lain, Muhammad  mengatakan  betapa  besar  ia  mencintai  Mekah. Ingatlah perkataan Muhammad ini karena kita akan mengujunginya kembali saat ia kembali ke Mekah delapan tahun kemudian.

Setelah ini, Muhammad dan salah satu pengikut setianya, meninggalkan Mekah pada malam hari dan tiba di Madinah dengan selamat. Ini dikenal sebagai hijrah kedua, atau ziarah.  Kalender Islami menandai tanggal ini menurut H, atau setelah hijrah. Karenanya tanggal seperti 5 H mengacu pada lima tahun setelah Muhammad berimigrasi ke Madinah.

Setelah bertahun-tahun mencari perlindungan, Muhammad kini dalam posisi aman. Apa yang ia lakukan?

Ijin Untuk Berperang

Di Mekah, Muhammad menghabiskan waktu selama 13 tahun bersikap kooperatif dan  toleran,  tidak  melakukan  kekerasan.  Dia  sering  mengampuni  orang  yang menyakitinya dan tidak berusaha untuk balas dendam. Setelah ia pindah ke Madinah, domba yang jinak ini berubah menjadi singa yang mengaum. Sebelum tahun pertamanya di Madinah berakhir, Muhammad mengumumkan Allah memberikan ijin kepada dirinya untuk berperang. Sejarah Islam mencatat:

Lalu nabi bersiap berperang menurut perintah Tuhan untuk melawan musuhnya dan memerangi para penyembah patung-patung yang berada dalam tangan Tuhan yang  memerintahkan  untuk  memerangi  mereka.  Ini  adalah  tiga  belas  tahun setelah panggilannya. 

Selama beberapa tahun pertama di Madinah, Muhammad sendiri yang memimpin beberapa penyerangan, tapi ia juga mengirim kerabat dan pengikut setianya melakukan penyerangan sendiri. Ini termasuk mengirim pamannya, Hamza, dengan 30 orang prajurit untuk  menyergap  karavan  dari  Mekah  dan  mengirim  sepupunya  untuk  menyerang beberapa Quraish saat berpergian di luar Mekah.

Penduduk Mekah tidak mengatur penyerangan skala besar pada Muhammad setelah ia meninggalkan Mekah. Namun, Muhammad lagi-lagi memerintahkan penyerangan pada karavan dari Mekah yang pulang dari Syria. Ini adalah titik perubahan besar dari sejarah Islam.

Penyerangan ini tidak lebih dari alasan ekonomis. Itu adalah serangan terhadap kelangsungan hidup Mekah. Karavan hanya tiba dua kali dalam setahun. Mereka kembali dengan makanan, gula, garam dan pakaian yang dibutuhkan orang agar bertahan hidup. Mekah berada di padang gurun dimana orang tidak dapat menghasilkan banyak makanan, jadi  hidup  mereka  sangat  tergantung  pada  perdagangan.  Jika  Muhammad  berhasil menyerang karavan, Mekah akan menderita untuk jangka waktu tertentu.

Seperti biasanya, pemimpin karavan, Abu Sufyan, mendengar rencana Muhammad dan menghindari tempat dimana Muhammad menunggu untuk menyergap (perhatikan orang ini karena ia akan menjadi bagian dari kisah Muhammad lagi nantinya). Penduduk Mekah memutuskan, bagaimanapun, Muhammad harus dihukum karena perbuatannya.

Mereka pergi untuk melawannya, dan kedua pihak bertemu di lembah Badr. Muhammad hanya memiliki 300 orang, tapi mereka menang secara mengejutkan dan membunuh atau menangkap  banyak  orang  Mekah  (Perang  Badr  624  M,  2  H).   Kemenangan  ini membuatnya menjadi pemimpin terkuat di tanah Arab (walau ia telah mengalahkan tentaranya, kota Mekah tetap di bawah kendali Quraish waktu itu).

Perang Badr membawa perang suci kepada jenjang baru. Muhammad mengatakan bahwa Malaikat Jibril datang padanya dengan wahyu baru tentang bagaimana menangani kesuksesan mereka. Surah 8 dari Quran, berjudul ”Rampasan Perang”. Bab ini bicara tentang peperangan dan memberikan beberapa instruksi praktis. Mari lihat empat poin utama:

1.  wahyu mengatakan pada Muslim bagaimana membagi harta yang mereka dapatkan dari tentara yang kalah.

Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak- anak yatim, orang-orang miskin dan ibnusabil. Surah 8:41 Terjemahan Ali

Dengan kata lain, Muhammad mengambil 20% (bagian yang dapat ia bagikan ke yang membutuhkan) dan sisanya 80% dibagi diantara orang yang berperang bersamanya. Ini kedengarannya adil saat tentara masih berjumlah 300 orang, tapi kemudian tentaranya  mencapai  10.000 orang.  Dengan  jumlah  tentara  itu, tiap prajurit hanya mendapatkan 0,08% dibandingkan dengan bagian Muhammad 20%. Ini menyebabkan keresahan diantara prajurit.

2.  wahyu memerintahkan untuk terus memerangi siapapun yang menolak Islam

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah (kafir dan politheis, seperti menyembah selain Allah) dan supaya agama (ibadah) itu semata-mata untuk Allah (di seluruh dunia). Surah 8:39

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Surah 8:65

Satu-satunya cara untuk selamat dari tentara Muhammad adalah menerima Islam

Katakanlah  kepada  orang-orang  yang  kafir  itu:  ”Jika  mereka  berhenti  (dari kekafirannya),  niscaya  Allah  akan  mengampuni  mereka  tentang  dosa-dosa mereka  yang  sudah  lalu;  dan  jika  mereka  kembali  lagi  sesungguhnya  akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu.” Surah 8:38

3.  wahyu mengatakan Muslim untuk bersiap bagi misi selanjutnya.

Dan  siapkanlah  untuk  menghadapi  mereka  kekuatan  apa  saja  yang  kamu sanggupi  dan  dari  kuda-kuda  yang  ditambat  untuk  berperang  (yang  dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Surah 8:60

4.  wahyu memerintahkan mereka untuk ”berperang dengan keras”

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh  hatilah kamu dan  sebutlah (nama) Allah  sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Surah 8:45

Muhammad mengajarkan bahwa misinya adalah untuk menyebarkan Islam melalui perang suci. Dia memberikan otoritas kepada pengikutnya untuk menyerang kafir dan merampas kepunyaannya.

MEKAH MENCOBA MENGHENTIKAN MUHAMMAD

Seluruh  bangsa  Arab  merasa  terancam  oleh  Muhammad.  Pada  5  H  beberapa penyembah  berhala  dari  Mekah  bergabung  dengan  Yahudi  dari  Madinah  untuk menyerang Muhammad. Muslim menggali parit di sekeliling kota Madinah dan hal ini melemahkan semangat orang Mekah dan mereka akhirnya mundur. Hampir tidak ada pertempuran yang terjadi yang dikenal sebagai Perang Parit. Peristiwa ini penting dalam sejarah Islam, karena jika Muhammad menderita kekalahan besar, masa depan Islam akan terancam.

Seperti sebelumnya, Muhammad menyebarkan Islam melalui kekuatan militernya. Ia sendiri memimpin 27 penyerangan, dimana sembilan diantaranya ia ikut berperang bersama-sama.  Muslim  melakukan  38  penyerangan  dan  ekspedisi  saat  Muhammad tinggal di Madinah.

Muhammad terus menyampaikan wahyu dari Malaikat Jibril selama masa ini. Pesan ini dikumpulkan dan ditambahkan pada Quran seperti sebelumnya. Wahyu barunya adalah panggilan untuk menyebarkan Islam dengan kekerasan.

Sekarang  mari  beralih  ke  Yesus  pada  akhir  hidupNya  dan  memerintahkan muridNya untuk menyebarkan ajaranNya.

YESUS MENGIRIM MURIDNYA UNTUK MENYEBARKAN KABAR BAIK

Tidak seperti Muhammad, yang berubah drastis setelah ia pindah ke Madinah, Yesus tidak merubah pesanNya atau cara penyebaranNya. Saat Ia memasuki tahun ketiga pelayananNya, Ia terus berpergian, bicara di synagog atau tempat umum, menyembuhkan yang  sakit,  mengusir  setan,  dan  melakukan  mujizat  lainnya.  Rakyat  biasa  tertarik padaNya,  dan  hampir  semua  pemuka  agama  merasa  terancam  karenaNya.  Pada kesempatan ini, Ia memberikan instruksi kepada 12 muridNya untuk pergi tanpaNya untuk menyebarkan kabar baik. Kemudian Ia memanggil kumpulan 72 orang untuk melakukan hal yang sama. Mari lihat lebih dekat apa yang Ia katakan pada mereka.

Perintah Berpergian

Saat saya menggambarkan perintah Yesus pada muridNya, saya akan meletakkan mereka dalam prespektif dengan instruksi yang diberikan Muhammad pada pengikutnya.

1.  Muhammad  memberikan  pengikutnya  otoritas  untuk  berperang,  tapi  Yesus memberikan muridNya otoritas yang berbeda. Injil Matius mencatat:

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Matius 10:1

2.  Muhammad memberikan instruksi kepada pengikutnya bagaimana membagi harta yang mereka rampas dari kafir. Yesus melarang pengikutNya untuk meminta uang dari orang atau membawa uang bersamanya.

Kamu telah memperolehnya dengan  cuma-cuma,  karena  itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.Matius 10:8b-9

3.  Jika  sebuah  kota  menolak  Islam,  Muhammad  memerintahkan  muslim  untuk menyerangnya. Yesus berkata:

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu. Matius 10:14-15

Dengan kata lain, Yesus mengatakan kota yang menolak ajaranNya akan dihukum Tuhan pada hari kiamat, bukan oleh muridNya pada saat itu. Sama  seperti  apa  yang  Ia  lakukan  dalam  hidupNya,  Yesus  menyuruh pengikutNya untuk menjauhkan diri dari orang yang melawan mereka.

Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain Matius 10:23

4.  Muhammad menyuruh pengikutnya untuk memerangi kafir dengan keras. Yesus mengatakan pada pengikutNya untuk tabah menghadapi perlawanan dari orang yang tidak percaya. Ia mengatakan mereka akan didera, ditahan, dan diadili (Matius 10:16-19)

Para murid mengikuti perintah Yesus.

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Markus 6:12-13 

KONFLIK DENGAN ORANG YAHUDI

Ada  kisah  besar  baik  dalam  kehidupan  Yesus  maupun  Muhammad  –  konflik mereka dengan orang Yahudi atau pemuka agama Yahudi. Sebagian besar interaksi Muhammad dengan orang Yahudi terjadi saat ia tinggal di Madinah, karena di Mekah hanya ada sedikit orang Yahudi. Yesus yang sendiriNya adalah Yahudi, berinteraksi dengan orang Yahudi sepanjang hidupNya. Tapi Ia mengalami konflik dengan pemuka agama Yahudi. Mari lihat terlebih dahulu apa yang terjadi dalam hidup Muhammad.

Konflik Muhammad Dengan Yahudi

Komunitas Yahudi terbesar di Arab berada di Madinah. Setelah Muhammad pindah ke  Madinah,  ia  berinteraksi  dengan  Yahudi  setiap  hari.  Ia  berdagang  dengannya, mengunjungi rumah mereka dan makan bersama mereka.

Muhammad berharap Yahudi menerima Islam, karena ia mengajarkan hanya ada satu Tuhan, sama seperti kepercayaan Yahudi. Namun, Yahudi tidak terkesan dengan pengajaran Muhammad. Mereka meminta tanda untuk menunjukkan bahwa ia nabi sejati. Quran mencatat:

Dan mereka berkata: ”Mengapa tidak diturunkan kepadanya mujizat-mujizat dari Tuhannya?” Surah 29:50

Muhammad menjawab ia hanya seorang manusia biasa, pengingat, dan Quran sendiri adalah satu-satunya tanda yang dibutuhkan orang.

Katakanlah:  ”Sesungguhnya  mujizat-mujizat  itu  terserah  kepada  Allah.  Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata.” Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al-Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Surah 29:50-51

Muhammad berdebat dengan orang Yahudi selama tiga tahun. Lalu semua orang terkejut saat ia memerintahkan pembunuhan orang Yahudi terkenal yang mengkritiknya dengan puisi (3 H).

Di bawah ini bagaimana kisah itu terjadi:

Dalam pertemuan dengan pengikutnya Muhammad bertanya, ”Siapa yang akan membunuh orang ini untukku?” Beberapa Muslim dengan sukarela mengajukan diri. Suatu malam, mereka datang ke rumah orang itu dan mengundangnya berjalan bersama mereka. Setelah mereka berjalan bersama beberapa saat, seseorang memberi tanda dan mereka menyerangnya dengan pisau dan belati, menusuk ia hingga tewas.

Perilaku Muhammad terhadap  orang  Yahudi  telah  berubah. Ia  memerintahkan pembunuhan lainnya, dan karena mereka menolak untuk menerima Islam, ia secara sistematis mengusir mereka keluar dari tanah Arab.

Pertama, ia menyerang Bani Nadir (suku Nadir 4 H). Ia menghancurkan kebun kurma  mereka  dan  ia  mengusir  mereka  dari  desanya.  Dua  tahun  kemudian  ia memutuskan penyerangan perkampungan Bani Qurayzah (Kor-AY-zuh). Ia mengepung  desa itu. Setelah mereka menyerah, ia membunuh semua pria (sekitar 600 orang) dan mengambil anak dan wanita sebagai budak (5 H).  Akhirnya, ia memukul keluar Kaybar (7 H), sebuah perkampungan dekat Madinah.

Muhammad menyokong hidupnya dan keluarganya dengan  harta yang ia rampas dari Yahudi Kaybar.

Diceritakan pada kewenangan Umar, yang berkata: ”Harta yang ditinggalkan oleh Bani Nadir adalah barang yang Allah berikan kepada Rasul-Nya untuk ekspedisi yang tidak dilakukan dengan baik atau pasukan berkuda atau unta. Harta ini terutama yang dimaksudkan untuk Nabi Suci. Dia akan memenuhi pengeluaran  tahunan  keluarganya  dari  pendapatan  itu,  dan  apa  yang  akan dibelanjakan secara tetap untuk membeli kuda dan senjata sebagai persiapan untuk jihad.”

Muhammad tidak mentoleransi kritik dari Yahudi, dan ia tidak akan mengizinkan mereka  hidup  dengan  tenang  karena  mereka telah  bergabung  dengan  musuh  untuk berperang melawannya.

Yesus Berhadapan Dengan Pemimpin Agama Yahudi

600 tahun sebelum masa Muhammad, orang Yahudi pada masa Yesus juga bersikap kritis atas ajaran baru.

”ahli-ahli  Taurat  dan  orang-orang  Farisi  terus-menerus  mengintai  dan membanjiriNya dengan rupa-rupa soal.” Lukas 11:53

Sama seperti apa yang mereka lakukan kepada Muhammad, Yahudi juga meminta tanda dari Yesus.

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: ”Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka: ”Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” Matius 12:38-40

Yesus menggunakan ”Tanda Yunus” untuk mengatakan Ia akan mati dan tetap dalam kubur selama tiga hari sebelum Ia bangkit. Yesus juga memberikan kuasa penyembuhan dan mujizat sebagai tanda Ia memiliki kuasa Ilahi. Saat Yesus mengajar muridNya ia berkata, ”Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena mujizat-mujizat  itu sendiri.” (Yohanes 14:11, lihat juga Matius 9:2-7)

Yesus menunjukkan frustrasi dan marah dengan pemimpin agama. Injil mencatat beberapa kali saat Ia bicara melawan mereka secara lantang (Matius 23; Markus 7:1-23; Yohanes  8:42-59).  Ia  juga  menggunakan  perumpamaan  untuk  memprotes  tindakan  mereka (Matius 21:28-46; 22:1-14). Namun, Ia tidak mencoba menyakiti seorangpun dari mereka.

Sekarang kita telah melihat apa yang dilakukan Yesus dan Muhammad dalam hidup mereka selama setengah bagian kedua pelayanan mereka. Mari kita lihat secara singkat hidup pribadi mereka.

KEHIDUPAN PRIBADI

Setelah Muhammad pindah ke Madinah, kehidupan pribadinya berubah drastis. Saat di Mekah, ia menikah hanya pada seorang wanita, Khadijah, yang meninggal setelah 25 tahun pernikahan. Selama tahun pertama di Madinah, Muhammad menikah dengan anak pengikut setianya, Abu Bakr. Hal ini tidaklah aneh, kecuali fakta bahwa anak gadis itu berusia enam tahun.

Sejarah Islam menuliskan Muhammad tidak berhubungan badan dengan gadis itu, yang bernama Aisyah (Ah-EE-sha), sampai ia berusia sembilan tahun. Tapi perjanjian ini sangat tidak lazim, bahkan di tanah Arab waktu itu. Ia tetap menikah dengan Muhammad sampai kematian Muhammad, saat ia berusia 18 tahun. Namun, ia bukan satu-satunya istri Muhammad. Muhammad menikah dengan sebelas wanita lagi selama ia tinggal di Madinah. Muhammad menghabiskan energi yang cukup banyak untuk mengatur istri- istrinya (saya akan jelaskan pengaruh istri-istrinya secara lebih lengkap di Bab akan datang).

Kontras, kita tidak menemukan catatan Yesus pernah menikah. Ia menghabiskan waktuNya dengan para murid, dan secara khusus dekat dengan tiga orang diantaranya – Petrus, Yohanes, dan Yakobus (Matius 17:1; Markus 5:37; 14:33). Ia menjaga hubungan dengan ibu dan saudaraNya, dan Ia juga memiliki persahabatan dengan Maria, Marta, dan saudaranya,  Lazarus.  Sekelompok  kecil  wanita  berpergian  bersama  Yesus  dan membantuNya (lihat Bab akan datang untuk informasi lebih lengkap).

KESIMPULAN

Kita sekarang mendekati akhir hidup baik Yesus dan Muhammad, bab selanjutnya dari buku ini akan memperhatikan tiga tahun terakhir dari Muhammad (usia 61 hingga 63) dan bulan-bulan terakhir dari Yesus (usia sekitar 35 atau 36).

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: