2.2 Respon Orang Akan Pesan Keduanya.

Muhammad  : 13 tahun pertama di Mekah

Usia   : 40 – 53

Yesus   : tahun pertama dan kedua pelayanan sampai waktu Ia mengirim para murid untuk mengajar tanpaNya

Usia   : awal 30

Sampai pada saat kisah ini, baik Yesus dan Muhammad telah menyatakan bahwa mereka telah dipanggil untuk membawa pesan dari Tuhan kepada dunia. Mari kita lihat pada hari pertama keduanya mengajar. Kita akan melihat kesamaan yang mengejutkan dari reaksi orang-orang di kota kelahirannya, namun terdapat perbedaan nyata bagaimana Yesus dan Muhammad merespon.

PERMULAAN DIAM-DIAM MUHAMMAD

Istri Muhammad, Khadijah, adalah pengikut pertama yang menjadi Islam, diikuti oleh sepupunya yang berusia sepuluh tahun (Ali bin Abu Thalib) yang hidup bersama mereka. Pengikut selanjutnya yang penting adalah mantan penyembah berhala bernama Abu Bakr. Abu Bakr cukup sukses dalam syiar Islam, dan ia memualafkan 25 orang, termasuk seorang bernama Al-Arqam. Rumah Al-Arqam menjadi tempat penting dimana Muhammad mengajar.

Muhammad berkata pada paman yang membesarkannya mengenai apa yang ia alami, dan pamannya berjanji melindunginya, tapi ia sendiri tidak menerima pengajaran Muhammad.

Jadi  apa  yang  Muhammad  ajarkan  pada  waktu  itu?  Dia  mengatakan  pada keponakannya bahwa untuk menjadi muslim ia harus ”bersaksi tiada Tuhan selain Allah sendiri tanpa sekutu, dan mengingkari Al-Lat dan Al-Uzza (berhala), dan meninggalkan permusuhan.”  Muhammad juga mengatakan Jibril mengajarkan padanya cara berdoa khusus, yang ia ajarkan pada pengikutnya.  Kemudian Muhammad akan menambahkan petunjuk-petunjuk yang harus diikuti untuk menjadi muslim.

Awalnya, Muhammad dan Muslim menunjukan sikap rendah hati. Mereka pergi ke lembah gurun di luar kota untuk berdoa, jadi orang tidak melihat mereka.  Muhammad melakukan cara diam-diam ini di Mekah selama tiga tahun.

PERMULAAN DRAMATIS YESUS

Kisah Yesus di Injil menggambarkan banyak perbedaan tentang awal karyaNya. Hanya  beberapa  hari  setelah  dibaptis,  lima  orang  langsung  mengikuti  Yesus kemanapun Ia pergi (Yohanes 1:35-40). Mereka pergi ke Yerusalem bersama untuk perayaan Paskah. Saat mereka memasuki pelataran Bait Suci, Yesus melakukan sesuatu yang akan menjadikanNya perhatian orang Yahudi hingga akhir hidupNya. Saat Yesus melihat orang berjualan ternak, domba, dan merpati, serta penukaran uang, Ia menjadi marah. Ia membuat cambuk dari tali dan mengusir setiap orang dan binatang keluar dari pelataran, sambil berteriak,

”Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Yohanes 2:16

Pemimpin  agama  mempertanyakan  otoritasNya,  tapi  mereka  tidak  bisa menghentikanNya. Ia tinggal di Yerusalem selama perayaan Paskah dan melakukan ”Mujizat Ajaib”, yang menyebabkan banyak orang percaya kepadaNya (Yohanes 2:23). Pemimpin agama Yahudi (Farisi) mulai memperhatikan segala aktivitasNya (Yohanes 4:1)

Yesus mulai mengajar di synagog, dan…

”berita mengenai Dia tersebar ke seluruh penjuru negeri.. semua orang memuji  Dia” Lukas 4:14-15

Setelah mengajar di beberapa kota berbeda, Yesus kembali untuk mengajar di kota kelahiranNya, Nazareth, yang adalah desa pertanian kecil dengan penduduk sekitar 200 orang.

Jadi apa yang Yesus ajarkan pada waktu itu? Saat Ia berdiri untuk mengajar di synagog di Nazareth, Ia memegang gulungan kitab Yesaya. Ia membacanya di depan orang.

”Roh  Tuhan  ada  pada-Ku,  oleh  sebab  Ia  telah  mengurapi  Aku,  untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk  memberitakan  pembebasan  kepada  orang-orang  tawanan,  dan penglihatan  bagi  orang-orang  buta,  untuk  membebaskan  orang-orang  yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Lukas 4:18-19

Saat mata orang banyak tertuju padaNya, Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya:

”Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Lukas 4:21

Hanya sehari sebelumnya di Yerusalem Yesus telah mengatakan pada pemimpin agamanya bahwa Tuhan…

”telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16

Seorang wanita dari Samaria bicara pada Yesus bahwa ia menantikan Mesias dari Yahudi, dan Yesus menjawab,

”Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”Yohanes 4:26

Secara singkat, Yesus berkata Ia adalah anak Tuhan dan Ia memiliki kunci untuk memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan yang akan menghasilkan hidup abadi. Ini adalah  pesan  yang  Yesus  bawa  dari  awal  hingga  akhir  hidupNya.  (Kita  akan membandingkan pesan Yesus dan Muhammad lebih detail di Bab yang akan datang).

MUHAMMAD DITOLAK OLEH KOTA KELAHIRANNYA DAN PEMUKA AGAMA

Muhammad  menyebarkan  agamanya  diam-diam  selama  tiga  tahun  hingga  ia menyatakan Jibril memerintahkan ia untuk bicara di depan umum (pada usia 43 tahun). Muhammad  memutuskan  untuk  memanggil  semua  pemimpin  suku  Quraish  dan memberitahukan ajarannya. Ada beberapa hal yang harus diingat tentang Quraish: (1) keluarga Muhammad berasal dari bagian suku ini. Dari bani Hasyim (Bani adalah bahasa Arab untuk kata anak suku). (2) suku ini mendapatkan penghasilan dari merawat Kabah, pusat pemujaan berhala di Arab.

Saat  Muhammad  mengatakan  pada  mereka  tentang  pengajarannya,  mereka tersinggung. Mereka berkata ke paman Muhammad, ”O Abu Talib, keponakanmu telah mengutuk dewa kami, menghina agama kami, menertawakan cara hidup dan menuduh nenek  moyang  kita  berlaku  salah;  kau  harus  menghentikan  dia  atau  kamu  harus membiarkan kami menghadapinya.”

Karena paman Muhammad melindunginya, orang Mekah tidak dapat membunuh Muhammad, jadi mereka mengusik dia. Contohnya, mereka memperingatkan orang yang mengunjungi Mekah untuk mengacuhkan Muhammad. Mereka menghina Muhammad saat ia berjalan mengitari batu hitam di Kabah.

Para mualaf berada dalam bahaya lebih dari Muhammad sendiri. Quraish menekan mereka dengan kuat untuk meninggalkan agamanya. Jika mualaf berasal dari kalangan atas,  mereka  mencelanya,  jika  mualaf  itu  pedagang,  mereka  menyerukan  untuk memboikotnya, dan jika ia dari kalangan bawah, mereka memukulinya.

Kebanyakan mualaf adalah orang dari kelas bawah atau budak, namun dengan berjalannya waktu, dua orang kuat bergabung dengan Muhammad – Umar dan Hamza (salah  satu  paman  Muhammad).  Orang  ini  secara  fisik  kuat  dan  agresif,  yang mengintimidasi suku Quraish. Untuk memperlemah para muslim, Quraish memutuskan untuk memboikot para muslim dan seluruh klan Muhammad (Bani Hasyim).

Mereka menandatangani perjanjian bahwa suku lainnya tidak akan menikahi wanita Bani Hasyim atau memberikan anak wanita mereka untuk menikah dengan Bani Hasyim. Mereka juga tidak boleh berjual-beli dengannya.

Salah satu pemimpin boikot adalah Abu Lahab, yang juga salah satu paman Muhammad. Ia pergi ke pasar dan berkata, ”O para pedagang, naikkan hargamu sangat tinggi sehingga pengikut Muhammad tidak dapat membeli sesuatu darimu. Jika seseorang khawatir akan merugi, aku punya uang yang cukup untuk menutupinya.”

Muhammad menyatakan pewahyuan dari Malaikat Jibril tentang kemalangan orang ini (Surah 111).

Setelah beberapa waktu, Muhammad dan pengikutnya meninggalkan kota dan pergi ke gurun didekatnya. Mereka menjadi putus asa. Saat seorang muslim pergi ke kota untuk membeli makanan bagi keluarganya, pedagang menaikkan harga hingga dua, tiga, atau empat kali lipat. Ia tidak mampu membayar, jadi ia kembali dengan tangan kosong bagi keluarganya.

Sejarah Islam mencatat pengikut Muhammad menjadi begitu lapar sehingga mereka makan kotoran hewan dan dedaunan. Ini dikenal dengan Tahun Kelaparan.

Pikirkan  ini:  Muhammad  dan  istrinya  Khadijah,  dulunya  orang  kaya,  wanita terhormat di Mekah, kini menjadi pengungsi di gurun, tidak mampu membeli makanan. Mereka mungkin juga masih memiliki anak yang masih kecil. Mereka bertahan hidup pada ransum yang dibawa kepadanya secara rahasia oleh simpatisan dan teman.

Selama masa ini, Muhammad berbicara pewahyuan dari Malaikat Jibril. Ayat ini dikumpulkan dan akan menjadi bagian dari buku yang disebut Quran. Dalam pewahyuan seringkali berisi kemarahan atas orang yang menganiaya Muhammad.

YESUS DITOLAK OLEH KOTA KELAHIRANNYA DAN PEMUKA AGAMA

Kita sudah melihat bagaimana kota kelahiran Muhammad menolaknya. Sekarang mari  kita  lihat  ke  Nazareth,  kampung  kecil  tempat  Yesus  dibesarkan.  Anda  telah membaca sebelumnya bagaimana Yesus berdiri di synagog di Nazareth membaca Kitab Suci. Sekarang kita lihat bagaimana orang bereaksi.

Setelah Yesus membaca bagian dari Yesaya, Ia meneruskan mengajar. Ia berbicara bagaimana  penduduk  kota  kelahiranNya,  Nazareth,  menginginkan  Dia  melakukan mujizat seperti  yang telah Ia lakukan di Kapernaum. ”Aku berkata kepadamu,” Ia meneruskan, ”Tidak ada nabi diterima di tempat asalNya.” Lalu Ia mengingatkan mereka kisah dalam Perjanjian Lama tentang nabi yang dikirim keluar dari Israel untuk menolong non-Yahudi. Kata-kata ini membuat orang di synagog menjadi marah. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah- tengah mereka, lalu pergi. (Lukas 4:14-30)

Sebagai  tambahan,  Yesus  juga  ditolak  di  beberapa  kota  dan  kelompok masyarakat.Yesus melakukan beberapa mujizat di Galilea, tapi mereka menolak Yesus (Kapernaum,  Matius  11:23;  Khorazim  dan  Betsaida,  Lukas  10:13).  Pesan  Yesus umumnya menyakiti pemuka agama Yahudi, sama seperti pesan Muhammad menyakiti pemimpin berhala di Mekah.

Pemuka agama pada masa Yesus juga mencoba membunuh Yesus. Tapi dengan cara yang berbeda dari Quraish di Mekah. Alih-alih membunuh Yesus secara langsung, mereka  mencari  cara  untuk  membuat  Ia  melawan  hukum  sehingga  mereka  dapat membunuhNya secara ”legal”. Contohnya, jika Ia melakukan penistaan agama, hukum Yahudi mengatakan Ia dapat dihukum mati. Jika Ia melakukan pengkhianatan terhadap pemerintah Romawi, Ia dapat dihukum serupa (Matius 22:15).

Dihadapkan pada penolakan, teladan Yesus untuk menyatakan pandanganNya terus berjalan (Lukas 9:51-56). Saat kita terus melihat kehidupan Yesus dan Muhammad, kita akan melihat reaksi Muhammad terhadap penolakan sedikit berbeda. Mari kita lihat bagaimana Muhammad pulih dari boikot sukunya.

BOIKOT DICABUT/MUHAMMAD MENCARI PERLINDUNGAN

Setelah dua atau tiga tahun, tanpa intervensi dari Muhammad, pemimpin Quraish memutuskan mencabut boikot. Pemimpin memutuskan hal itu adalah karena dirasa salah jika  memperlakukan  sanak  family  sendiri  begitu  buruknya.  Jadi  mereka  merobek perjanjian.  Muhammad  dan  pengikutnya  kembali  ke  Mekah  dan  meneruskan mempraktekkan Islam di sana, walau kadang tetap menjadi objek gangguan.

Muhammad  menyampaikan  pesannya  dengan  mengatakan  kepada  orang-orang bahwa mereka harus meninggalkan berhala mereka, menerima Allah sebagai satu-satunya Tuhan, dan  menerima  Muhammad  sebagai  Nabi  Allah. Dia  juga  kadang  mengutip perkataan Quran bagi orang-orang. Saat orang meminta tanda, ia menjawab, ”Quran adalah tanda bagimu.” (Surah 29:50-51)

Kejadian  pada  tahun-tahun  berikutnya  menunjukkan  bahwa  Muhammad mengembangkan strategi baru untuk menegakkan Islam dan melindungi dirinya sendiri. Setelah satu atau dua tahun, dua orang penting dalam kehidupan Muhammad meninggal  –  pamannya,  Abu  Talib,  yang  melindunginya  dari  musuh, dan  istrinya, Khadijah, yang mendukung secara moral (620 M). Muhammad berusia 50 tahun. Sejarah Islam  mencatat  Quraish  mulai  memperlakukan  dia  ”lebih  kasar  dari  sebelumnya.”  Contohnya seorang ”anak muda dari desa” yang ”melempar debu ke kepalanya”.  Namun tidak ada serangan fisik seperti pemukulan, pencobaan pembunuhan, atau yang sepertinya. Meskipun demikian, dapat dikatakan dengan pasti bahwa Muhammad merasa terancam, karenanya ia mencari perlindungan dari orang lain (pengikutnya juga mencari perlindungan bagi dirinya sendiri). Sejarah Islam mencatat ia berjalan di luar Mekah ke orang Thaqif, tenda orang Kinda, dan kediaman Kalb dan ditolak oleh mereka semua.

Saat pemimpin suku datang mengunjungi Mekah, Muhammad berencana menemui mereka. Dia akan mengatakan pada mereka bahwa ia adalah nabi dan meminta mereka untuk ”percaya padanya dan melindunginya sampai Allah menjelaskan kepada mereka dengan pesan yang telah diberikan kepada nabi.”

Kecuali kepada beberapa pengikut kelas rendah di Mekah, usaha Muhammad menemui  sedikit  kesuksesan.  Ia  akhirnya  menemukan  kesempatan  melalui  perang berkepanjangan antara dua suku besar di dekat Medina – Aous dan Khazraj. Suku-suku ini datang ke Mekah untuk berziarah menyembah patung mereka. Setelah ibadah mereka selesai,  beberapa  perwakilan  menemui  Muhammad  di  malam  hari  di  Al-Aqaba. Muhammad berkata pada mereka, ”Aku meminta kesetiaan atas dasar bahwa kamu akan melindungi aku seperti kamu melindungi perempuan dan anak-anak.” Salah seorang  kepala suku merespon:

”Aku bersumpah di dalam nama dia yang mengirim engkau dalam kebenaran, kami akan membela engkau seperti kami membela keluarga kami, tandatangani perjanjian ini dengan kami, o nabi Allah, aku bersumpah kami adalah anak-anak perang (yaitu: kami tahu cara membela engkau). Kami mewarisi ini dari generasi ke generasi.”

Jadi kita lihat suku yang telah berperang bertahun-tahun menandatangani perjanjian dengan Muhammad. Muhammad jelas sekali membuat perjanjian militer dengan suku- suku ini. Ia mengatakan pada mereka,

”Aku akan perangi mereka yang melawan kamu dan berdamai dengan merekayang damai denganmu.”

Pada titik ini kita lihat kesamaaan ironis dengan Yesus. Muhammad mengatakan dalam pertemuan, ”Berikan padaku 12 pemimpin supaya mereka membawa perubahan dalam urusan rakyat mereka”. Mereka membawa sembilan dari satu suku dan tiga dari suku yang lain. Jadi Muhammad memilih 12 orang kunci untuk bekerja dengannya, sama seperti Yesus memilih 12 murid untuk berjalan bersamaNya.

Sampai titik ini Muhammad telah menghabiskan waktu 13 tahun mengkhotbahkan Islam, sekarang ia mulai mempersiapkan perubahan besar.

Mari membandingkan gambaran dari hidup Muhammad dengan bagaimana Yesus menyampaikan ajaranNya.

YESUS MENGANDALKAN PENGAJARAN DAN KESEMBUHAN

Kita telah mengalami kemajuan dalam setengah pertama kehidupan Muhammad sebagai nabi. Dan sekarang kita akan fokus pada setengah pertama kehidupan pelayanan Yesus.  Kita  tetapkan  ini  pada  satu  atau  dua  tahun awal  pengajaran  dan  pelatihan muridNya sebelum Ia mengutus mereka sendiri.

Jadi bagaimana Yesus menyampaikan pesanNya? Ia berjalan dari kota ke kota sekitar Galilea dan Yudea untuk berkhotbah. Bagaimana Ia meyakinkan orang agar percaya  padaNya?  Ia  menyembuhkan  orang  sakit,  mengusir  setan  dari  orang  yang kerasukan, dan melakukan mujizat alam.

Sebagai contoh, pada awal pelayananNya, Ia mengusir setan keluar dari orang yang mengganggu khotbahNya di synagog di Kapernaum (Lukas 4:33). Lalu Yesus kembali ke rumah Petrus dan menyembuhkan ibu mertua Petrus yang menderita demam tinggi. Malamnya orang banyak berkumpul di depan rumah. Mereka membawa pada Yesus semua orang yang menderita pelbagai penyakit, dan Ia menyembuhkan mereka dengan ”menaruh tanganNya pada tiap orang.” (Lukas 4:40)

Aktivitas  ini  mendapatkan  respon  antusias  orang  dimanapun  Ia  pergi.  Orang membawa padaNya ”semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan  mereka”  (Matius  4:24).  Seorang  yang  sembuh  dari  penyakit  lepra menyebarkan berita dengan sangat efektif sehingga Yesus tidak dapat masuk terang- terangan karena banyaknya kerumunan orang. Ia tinggal di luar di ”tempat yang sunyi” dan orang masih tetap datang menemuiNya di sana. (Markus 1:45)

Setelah mujizat melipatgandakan makanan, orang mulai berkata, ”Pastilah Ia nabi yang datang ke dunia.” Mereka siap ”memaksaNya menjadi raja”, jadi Yesus pergi ke gunung sendiri. (Yohanes 6:14-15)

Dia juga dikenal dari caraNya berbicara. Matius berkata,

“takjublah  orang  banyak  itu  mendengar  pengajaran-Nya,  sebab  Ia  mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. Matius 7:28-29; lihat juga Lukas 4; Matius 13:54 

Yesus kadang mengajar orang dengan menceritakan kisah duniawi dengan makna spiritual  (perumpamaan  Matius  13:34).  Contohnya,  untuk  mengajar  orang  tentang pengampunan, Ia menceritakan kisah tentang pelayan yang hutangnya dianggap lunas oleh tuannya (Matius 18:21-35).

Pada  akhirnya  pada  tahun  pertama  ini  Yesus  memilih  12  orang  yang  telah mengikutiNya selama ini (Matius 10:1; Markus 3:13; Lukas 6:13). Kedua belas orang ini menjadi  teman  dekat,  Yesus  akan  segera  memerintahkan  mereka  bagaimana  untuk membawa pesanNya sendiri.

Muhammad  juga  mulai  bekerja  dengan  kedua  belas  pemimpin  barunya  untuk menyiapkan  mereka  untuk  menyebarkan  Islam  ke  seluruh  Arabia,  mari  kita  lihat bagaimana ia melakukannya.

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: