2.1 Permulaan Pewahyuan.

Muhammad  : usia 40

Yesus  : usia 32

Dalam bab ini Anda akan melihat apa yang dilakukan Yesus dan Muhammad saat mereka masih muda dan apa yang terjadi saat mereka mulai mengajarkan cara baru mengenai pengenalan akan Tuhan.

PEKERJAAN DAN PERNIKAHAN MUHAMMAD

Sama seperti hari ini, Arabia adalah gurun pada masa Muhammad. Ini artinya untuk bertahan hidup, orang harus berdagang dengan kota lain untuk mendapatkan makanan karena  mereka  tidak  dapat  menumbuhkannya  cukup  untuk  mereka  sendiri.  Suku Muhammad, suku Quraish, adalah ”orang yang berbakat dagang.”  Pemimpin pedagang di Mekah akan mengirimkan karavan unta ke Syria atau Yaman penuh dengan barang-barang untuk dijual. Saat mereka tiba di tempat tujuan, pemimpin karavan akan menjual produk-produknya, menggunakan uang untuk membeli makanan dan barang lainnya yang mereka perlukan, memuatnya pada unta dan kembali ke Mekah.

Salah satu karavan terbesar dimiliki oleh wanita kaya dan berkuasa di Mekah bernama Khadijah. Sejarah Islam mengatakan bahwa ia melihat Muhammad sebagai seorang yang dapat dipercaya, berkarakter jujur. Dia membayarnya untuk memimpin karavan ke Syria. Saat ia kembali, barang-barang terjual lebih dari dua kali dari nilai invesitasi (atau ada yang bilang tiga kali). Walaupun Khadijah berusia lebih dari 40 tahun, empat kali bercerai dan memiliki anak, dia melamar Muhammad – karyawannya yang berusia 25 tahun. Orang kadang bersikap skeptis saat mendengar catatan Khadijah melamar Muhammad. Bagaimanapun, ini adalah cerita sesungguhnya yang tercatat dalam sejarah Islam. Keluarga Muhammad dan Khadijah juga bergumul dalam situasi ini.

Paman  Muhammad  yang  membesarkannya  (Abu  Talib)  dan  ayah  Khadijah menentang  pernikahan  ini.  Disinilah  kita  dapat  melihat  sejarah  menyebutkan orang penting pertama dalam kehidupan Muhammad-Khadijah adalah sepupunya. Sepupu ini bernama Waraqa bin Neufal (Wuh-RA-ka bin NO-ful). Dia adalah salah satu pemimpin agama penting di Mekah karena dia adalah pastor dari gereja terbesar disana.

Anda mungkin kaget mendengar adanya gereja di Arab pada masa Muhammad. Semua sejarah Islam menuliskan, khususnya salah satu yang relevan kepada status agama di Mekah waktu itu ialah tentang datangnya  Kekristenan dari Barat (Syria, Mesir, Ethiopia, Yaman). Banyak orang Arab memeluk itu menjadi kepercayaannya. Namun, model Kekristenan ini berbeda dari apa yang digambarkan di Perjanjian Baru. Kedua cabang terbesar adalah Nestorian dan Ebionit. Keduanya menyangkal Yesus sebagai Anak Allah atau memiliki sifat Ilahi.

Sebuah gereja Ebionit dibangun oleh Othman bin Al-Huweirith. Pastor selanjutnya dari gereja ini adalah sepupu Khadijah, Waraqa bin Neufal.

Saat Khadijah dan Muhammad ini menikah, Waraqa mendukung mereka. Ia yang meyakinkan kedua keluarga untuk mendukung mereka menikah, dan ia sendiri yang menyelenggarakan pemberkatan.

Jadi adalah mungkin Muhammad sesungguhnya menjalani tipe pernikahan Kristen dan istrinya mungkin juga mempraktekkan iman Ebionit.

Muhammad melanjutkan mengatur karavan  Khadijah. Walaupun ia berusia 40 tahun, sejarah Islam mencatat mereka memiliki enam orang anak bersama – dua anak lelaki yang meninggal saat masih bayi dan empat anak perempuan.

YESUS HIDUP DALAM KETENANGAN

Kita tidak memiliki informasi detail mengenai apa yang Yesus lakukan saat remaja atau usia muda. Jika Ia memiliki tipe pendidikan anak Yahudi, Ia pasti sudah belajar membaca dan menulis pada usia lima tahun. Pada usia sepuluh tahun, Ia mulai belajar hukum Yahudi, atau Taurat. Pendidikan formalNya akan selesai pada usia 18 tahun. Karena Yusuf adalah tukang kayu, Yesus mungkin belajar berdagang darinya dan mulai mempraktekkannya.  (Ia disebut sebagai anak tukang kayu [Markus 6:3])

Beberapa waktu sebelum Yesus mulai mengajar, Yusuf sepertinya telah meninggal karena ibu Yesus dan saudaraNya disebutkan beberapa kali di Injil, tapi Yusuf tidak. Yesus merasa bertanggungjawab atas ibuNya (Yohanes 19:26-27).

Kita tidak punya catatan Yesus pernah menikah. Kita  dapat  membuat  beberapa  kesimpulan  tentang  kehidupan  spiritualNya. Misalnya saat Ia datang ke synagog di Nazareth, Dia diberikan kesempatan membaca kitab suci. Ia akrab dengan suasana synagog, melakukan ibadah dengan orang Yahudi di daerahnya (Lukas 4:16).

Setelah Ia mulai mengajar secara umum, Injil menuliskan Yesus akan pergi sendiri untuk berdoa, jadi kita bisa asumsikan bahwa Dia melakukan ini sebelum mengajar secara umum.

Ini  adalah  gambaran  besar  dari  kehidupan  rohani  Yesus.  Muhammad  juga berpartisipasi dalam kehidupan spiritual masanya di Kabah, Mekah, selain menghabiskan waktu sendiri bermeditasi. Mari kita lihat lebih dekat bagaimana perkembangannya kepada wahyu pertama dari Islam.

WAHYU DATANG KEPADA MUHAMMAD

Sebagai orang muda berusia dua puluhan, Muhammad mulai pergi secara teratur ke gua kecil di salah satu pegunungan yang mengelilingi Mekah untuk menghabiskan waktu berdoa pada tuhan yang tidak kelihatan, mencari wajah tuhan maha pencipta. Ia kadang menghabiskan waktu satu, dua, tiga hari berdoa. Istrinya, Khadijah, rutin membawakan makanan dan minuman.

Muhammad mencari orang untuk mendiskusikan pandangan mereka tentang Tuhan. Ia menjadi sangat terpengaruh oleh Ebionit melalui istrinya,  Khadijah, dan sepupu istrinya, Waraqa bin Neufal.  Waraqa menjadi pembimbing Muhammad, mengajarinya tentang Kekristenan. Sebuah hadist mengatakan Waraqa menerjemahkan bagian Injil kedalam bahasa Arab.

Beberapa  catatan  sejarah  mengatakan  bahwa  hanya  Injil  Matius  yang  telah diterjemahkan kedalam bahasa Arab waktu itu, jadi mungkin Muhammad hanya belajar dari Injil Matius. Dia juga mungkin belajar mengenai iman orang Yahudi. Pengajaran Perjanjian Lama mungkin terbatas pada Taurat (lima buku pertama di Perjanjian Lama yang dituliskan oleh Musa) dan Mazmur yang disebut Nyanyian Daud.

Pada waktu yang bersamaan, Muhammad mungkin melanjutkan pergi ke Kabah. Kita  bisa  menyimpulkan  ini  karena  salah  satu  sejarahwan  menyebutkan  bahwa Muhammad bertemu Waraqa suatu waktu saat mengelilingi batu hitam di tengah Kabah.  Jadi pada titik ini dalam hidupnya, Muhammad telah menikah, memimpin karavan, belajar Ebionit dari Waraqa, dan mempraktekkan meditasi pribadi di gua di sekitar Mekah. Dia terus melakukan ini lebih dari 15 tahun.

Lalu pada usia 40 tahun (610 M) dia mengalami sesuatu yang menakutkan dia. Muhammad sedang meditasi selama bulan suci Ramadhan di gua Hira saat, ia sampaikan kemudian, “kebenaran turun atasnya.” Malaikat Jibril muncul di depannya dan berkata, ”Baca!” Muhammad menjawab, ”Aku tidak tahu bagaimana membaca.” Malaikat itu mencengkeram dan mencekik dia dengan kuat sehingga Muhammad sadar ia tidak kuat lagi, dan malaikat itu memerintahkan, ”Baca!” Muhammad menjawab, ”Aku tidak bisa.”

Malaikat itu kemudian mencekik lagi, dan kemudian melepaskan dia dan berkata kepada kepada  Muhammad  apa  yang  harus  dia  baca:  ”Bacalah  dengan  (menyebut)  nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.”

Itu adalah ayat pertama dari Quran yang diwahyukan. Yang tercatat pada Surah 96:1-3. Bagaimana respon Muhammad atas pengalaman ini? Ia berkata jantungnya mulai berdegup  dengan  keras  atau  ”jantungnya  bergetar,”  ”otot  lehernya  gugup  dengan ketakutan.” Ia berlari kembali ke istrinya sambil berteriak, ”Tutupi aku! Tutupi aku!” Mereka lalu menutupinya ”sampai ketakutannya reda.”

PENDETA KRISTEN MENGESAHKAN WAHYU MUHAMMAD

Disini sepupu Khadijah kembali memasuki arena. Khadijah datang kepadanya dan mengatakan apa yang dilihat dan didengar Muhammad. Saat ini Waraqa telah menjadi orang tua dan menjadi rabun. Ia merespon ”Kudus, kudus, kudus – aku bersumpah dalam nama Tuhan yang di tanganNya hidupku berada, aku bersumpah, Khadijah, ini adalah tanda ajaib yang juga datang kepada Musa, dan Muhammad adalah nabi bagi bangsa Arab.  Berdirilah  dan  tetaplah  kuat.”  Khadijah  kembali  kepada  Muhammad  dan mengatakan padanya perkataan Waraqa.

Besoknya Muhammad bertemu Waraqa di Kabah dan Waraqa kembali bersumpah, ”Dalam nama Tuhan pemegang hidupku, kamu adalah nabi bagi bangsa Arab dan kamu menerima tanda heran dari Tuhan yang datang pada Musa di masa lampau. Orang akan menolak dan menganiaya kamu, mengusir kamu dari kota, dan melawan kamu. Dan jika kamu masih hidup saat itu terjadi (penganiayaan), aku akan membela Allah dengan cara tidak akan diketahui oleh seorang pun kecuali Allah sendiri.” Kemudian ia menundukkan kepalanya  ke  Muhammad  dan  mencium  wajahnya,  dan  Muhammad  kembali  ke rumahnya.

Walau Waraqa telah bersumpah mendukung Muhammad, ia tidak mampu menepati janjinya, entah ”beberapa hari kemudian” atau ”dalam waktu yang singkat” Waraqa meninggal.

Jadi disini kita melihat gambaran pengalaman Muhammad di gua, tidak yakin artinya, tapi istri dan sepupunya mendukung bahwa ia dipilih sebagai nabi dari Tuhan yang sejati. Mari lihat apa yang terjadi saat Yesus pertama kali menyatakan diriNya sebagai nabi.

YESUS DAN YOHANES PEMBABTIS

Yesus  dan  Yohanes  Pembaptis  sudah  dihubungkan  walau  keduanya  belum dilahirkan. Saat ibu Yesus hamil, ia pergi ke ibu Yohanes (sepupunya) dan menceritakan apa yang terjadi padanya (Lukas 1:39-45).

Saat Yesus dan Yohanes berusia sekitar tiga puluhan, Yohanes yang pertama kali muncul di muka umum. Ia keluar dari gurun Yudea dan mulai mengajarkan bahwa orang harus bertobat dari dosa-dosanya, ia membaptis mereka di Sungai Yordan.

Orang  Yahudi  menyangka  Yohanes  adalah  Kristus  yang  mereka  harapkan kedatangannya. Tapi Yohanes menjawab mereka,

”Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan  datang  dan  membuka  tali  kasut-Nya  pun  aku  tidak  layak.  Ia  akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” Lukas 3:16

Lalu Yesus meninggalkan Nazareth dan datang ke Yohanes untuk dibaptis. Injil

mencatat :

”Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak- Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”” Markus 1:10-11

Dari  saat  itu, Yohanes  menyatakan  Yesus  sebagai  nabi  (Messiah)  yang  telah dituliskan dalam kitab suci Yahudi.

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: ”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun tidak mengenal- Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah. Yohanes 1:32-34

Yohanes terus membaptis dan mengajar, tapi orang mulai meninggalkan dia dan pergi mendengarkan Yesus. Saat seorang murid Yohanes mengeluhkan hal ini, Yohanes berkata kepadanya :

Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias,  tetapi  aku  diutus  untuk  mendahului-Nya.  Yang  empunya  mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu.  Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. Yohanes 3:28-30

Pesan pertobatan Yohanes tidak hanya berhenti pada rakyat jelata. Dia sering mengkritik  Raja  Herodes  karena  menikahi  istri  saudaranya.  Akibatnya,  Herodes mengunci Yohanes di penjara dan akhirnya memenggal kepalanya (Markus 6:14-29).

Jadi kita dapat melihat ada beberapa kesamaan disini. Baik Yesus dan Muhammad dinyatakan sebagai nabi oleh sepupu mereka, dan kedua sepupu mereka meninggal tidak lama setelah itu.

JEDA WAHYU

Bersamaan dengan meninggalnya Waraqa, pewahyuan pada Muhammad terhenti. Ia berhenti menerima kunjungan dari Malaikat Jibril. Muhammad kemudian berkata ia menjadi…

Sangat sedih… jadi ia mencoba beberapa kali melemparkan dirinya dari puncak gunung dan setiap kali ia tiba di puncak gunung untuk melemparkan dirinya, Jibril  akan  muncul  di  depannya  dan  berkata,  ”O  Muhammad!  Kamu sesungguhnya benar adalah rasul Allah.” hatinya kemudian tenang dan ia akan turun dan pulang. 

Muhammad menghabiskan waktu selama sebulan di gua Hira, mencari wahyu selanjutnya,  dan  saat  ia  kembali  menuruni  lembah,  saat  ia  bejalan,  Muhammad mengatakan ia mendengar seseorang memanggilnya dengan keras:

Saya melihat ke depan, belakang, kanan dan kiri saya, tapi saya tidak melihat siapa-siapa, saya kemudian dipanggil lagi dan saya menengok tapi tidak melihat apapun. Saya dipanggil lagi dan kemudian mendongakkan kepala, kemudian ada tahta di langit terbuka, dia, Jibril duduk di sana. Aku mulai bergetar ketakutan. Aku datang ke Khadijah dan berkata: tutupi aku. Mereka menutupi aku dan menyiram aku dengan air, dan Allah, yang Maha Tinggi dan Mulia, menurunkan ini: kamu yang berselimut! bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, 

Ayat ini dicatat dalam Quran di Surah 74:1-5. Setelah ini, wahyu mulai datang secara ”kuat, sering, dan teratur.”

Jadi  ini  dapat  dianggap  test  pertama  Muhammad  sebagai  nabi.  Yesus  juga mengalami test segera setelah Yohanes Pembaptis memperkenalkan Dia sebagai nabi dan ”Anak Domba Allah”. Mari kita lihat sekarang.

PENCOBAAN YESUS DI PADANG GURUN

Setelah Ia dibaptis oleh Yohanes, Yesus pergi ke padang gurun dan berpuasa selama 40 hari. Pada hari terakhir, Injil Matius mencatat setan mencobai Ia tiga kali. Pertama setan berkata :

”Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada- Nya:  ”Jika  Engkau  Anak  Allah,  jatuhkanlah  diri-Mu  ke  bawah,  sebab  ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka  akan  menatang  Engkau  di  atas  tangannya,  supaya  kaki-Mu  jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya: ”Ada pula tertulis: Janganlah engkau  mencobai  Tuhan,  Allahmu!”  Dan  iblis  membawa-Nya  pula  ke  atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia  dengan  kemegahannya,  dan  berkata  kepada-Nya:  ”Semua  itu  akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus  kepadanya:  ”Enyahlah,  iblis!  Sebab  ada  tertulis:  Engkau  harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Matius 4:3-10

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus  ke Galilea memberitakan  Injil Allah,  kata-Nya:  ”Waktunya  telah  genap;  Kerajaan  Allah  sudah  dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Markus 1:14-15

Disini kita bisa melihat bahwa Yesus yakin dengan panggilan dan identitasNya dari awal. Ia tidak mengalami kesulitan saat pencobaan. Kontras dengan Muhammad, yang ingin bunuh diri saat pewahyuan berhenti sejenak. Sekarang mari kita lihat bagaimana respon orang-orang kepada ajaran baru yang dibawakan Yesus dan Muhammad.

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: