3.5 Pengajaran Tentang Doa.

Adalah menakjubkan bahwa satu kata – doa – dapat memiliki dua arti yang jauh berbeda. Yesus dan Muhammad mengajarkan berdoa kepada pengikutnya, tetapi metode dan tujuan doa mereka sama sekali berbeda.

Dalam bab ini saya akan menjelaskan tentang kehidupan doa Muslim yang saya lakukan selama 30 tahun. Jika Anda adalah Muslim, tentu saja Anda sudah  memahami apa yang saya bicarakan, tetapi jika Anda tidak pernah mempraktekkan Islam, banyak informasi disini yang merupakan hal baru bagi Anda, sehingga saya akan menulis cukup rinci demi kebaikan Anda. Setelah memaparkan ajaran Muhammad tentang doa, saya akan menggambarkan pengajaran Yesus kepada murid-muridnya bagaimana cara berdoa dan  bagaimana  pelajaran  yang  telah  berdampak  pada  saya  saat  pertama  kali  saya membacanya.

MODEL DOA

Saya baru saja mulai membuat langkah pertama saya ke masjid saat saya masih anak-anak. Saat saya berusia enam, tujuh tahun, saya harus sholat di masjid lima kali sehari. Tumbuh di keluarga taat beragama di Mesir ini adalah bagian dari gaya hidup kami. Saya masih memiliki kenangan anak-anak ketika dibangunkan pagi sekali untuk doa pertama sekitar 3:30 di musim dingin di waktu pagi, doa memenuhi hidup saya.

Pada usia 18 tahun, setelah lulus SMA di Al-Azhar, saya memenuhi syarat untuk memimpin doa, paman saya memberikan saya sesekali kesempatan untuk memimpin doa di masjid.

Setelah lulus dari Universitas Al-Azhar, saya masuk wajib militer dan memimpin doa di masjid di markas kami.

Setelah saya menyelesaikan pendidikan paska sarjana, saya diberi kepercayaan memimpin masjid kecil, dan memimpin doa pertama, keempat dan kelima. Untuk setiap hari dalam hidup saya, dari anak-anak sampai saya dimasukkan ke dalam penjara oleh polisi Mesir – saya sholat lima kali sehari. Singkatnya, saya telah melantunkan banyak doa-doa Muslim.

Dalam Islam, doa wajib lima kali sehari adalah tertulis dalam kitab suci, terdiri dari doa-doa  dan  gerakan  fisik,  setiap  unit  doa  disebut  rakaat  [RA-kuh-ah].  Mari  saya beritahu Anda model dari satu rakaat.

WUDHU

Bayangkan Anda diizinkan untuk tinggal di kampus Al-Azhar. Ketika mendengar panggilan untuk doa ketiga pada sekitar pukul tiga sore, Anda akan mengalami hal-hal berikut:  semua  kegiatan  akan  berhenti,  semua  orang  yang  menjadi  najis  (karena menggunakan kamar mandi, yang menyentuh seorang perempuan atau anjing, dan lain- lain) harus membersihkan diri sebelum berdoa, semua orang perlu melaksanakan tata cara pembersihan, pergi ke kamar mandi akademik atau kamar mandi besar yang terletak di bagian belakang masjid universitas.

Sebelum  seseorang  membersihkan,  ia  mengucapkan  kata-kata  berikut:  ”Saya menghadapkan wajah saya pada pencipta sejati dan saya mulai mencuci” Kemudian ia mengikuti langkah-langkah berikut:

1.  cuci tangan: pertama kanan, kemudian kiri. Mencuci tiga kali setiap tangan, tetapi hanya sampai pergelangan tangan

2.  ia membilas mulutnya dengan air tiga kali, kemudian dengan menggunakan jari tangan kanan ia mengosok gigi tiga kali

3.  mencuci hidung tiga kali

4.  mencuci muka tiga kali mulai dari dahi di bawah rambut, kemudian di sekitar telinga dan akhirnya di bawah dagu

5.  mencuci tangan tiga kali, dari siku ke pergelangan tangan, tangan kanan terlebih dahulu

6.  mencuci rambut sekali, mengumpulkan air di telapak tangan dan menyapukannya ke rambut

7.  mencuci telinga dengan jari basah; untuk melakukannya, harus mengikuti arah dan gerakan tertentu

8.  mencuci kaki hingga mata kaki, masing-masing tiga kali, kaki kanan dahulu

Ini adalah pentahiran yang dilakukan Muslim untuk dapat berdiri di hadapan Allah. Ini yang Muhammad lakukan, dan ia adalah teladan Muslim, jadi inilah yang harus Muslim lakukan.

SETENGAH BAGIAN PERTAMA DARI RAKAAT

Setelah pembersihan, semua orang pergi ke masjid universitas, yang terletak di tengah kampus, dimana mereka berbaris menghadap Mekkah (Arab Saudi). Terdapat 800 hingga 1.000 orang di dalam masjid. Pemimpinan doa meletakkan kedua tangannya di belakang telinga dan menyatakan: ”Allah maha besar” dan semua menjawab: ”Allah maha besar”.

Kemudian,  bersama-sama  melipat  tangan  di  perut,  tangan  kanan  di  atas,  dan melantunkan membaca bab pertama dari Quran dalam bahasa Arab, tidak peduli bahasa apa yang Muslim itu biasa pakai, tetapi bagian ini harus dalam bahasa Arab.

Untuk jangka waktu tertentu pemimpin memberikan waktu untuk siapapun yang ingin membaca ayat-ayat lain dari Quran, semua orang dapat menentukan berapa banyak ayat-ayat Quran yang mereka lantunkan selama masih ada waktu.

Selanjutnya,  pemimpin  meletakkan  kedua  tangannya  ke  telinga  dan  bersuara nyaring: ”Allah maha besar” dan semua, serentak membungkuk ke depan, meletakan kedua tangan pada lutut, dan menanggapi: ”Allah maha besar.”

Ini adalah bagian pertama dari rakaat; segera dilanjutkan ke bagian kedua.

SETENGAH BAGIAN KEDUA DARI RAKAAT

Pertama  Muslim  berlutut  menyentuh  lantai  dengan  lutut,  kemudian  kedua tangannya dan akhirnya dengan dahi menyentuh lantai, kemudian berkata tiga kali: ”Aku memuji  Tuhanku, yang  Maha  Kuasa.”  Mereka tetap  dengan  dahi  ke  tanah  sampai pemimpin mengajak untuk duduk, kemudian mereka duduk dengan bersandar pada tumit kaki kiri, dengan kedua pergelangan kaki disilangkan dan kaki kiri dimasukkan ke dalam. Muhammad  menyilangkan  mata  kaki  dengan  cara  ini,  karena  itu,  Muslim  harus melakukannya. Hal ini mereka ulangi berurutan tiga kali.

Selama siklus ini, mereka memiliki kesempatan untuk menyampaikan permintaan kepada  Allah.  Muhammad  mengajarkan  bahwa  pada  saat  dahi  menyentuh  lantai, seseorang sangat dekat kepada Allah, ini adalah waktu untuk berdoa bagi keluarganya atau bagi orang lain. Saya ingat bahwa ketika saya punya banyak permintaan kepada Allah, saya berdoa secepat mungkin selagi dahi saya menyentuh lantai.

Untuk mengakhiri rakaat, Muslim duduk kembali di tumit dan membacakan Surah 2:255 (dikenal sebagai ayat dari kursi karena Muslim duduk ketika membacanya) dan kemudian berkata: ”Damai dari Allah besertamu. Damai dan rahmat Allah bersamamu”.

MENYELESAIKAN SHOLAT

Saya telah menjelaskan satu rakaat yang lengkap. Untuk doa ketiga, diperlukan empat rakaat. Setiap rakaat selalu sama, kecuali bagian di separuh pertama, ketika  setiap orang memilih bacaan ayat-ayat Quran masing-masing.

Setelah  sholat  wajib,  banyak  yang  meninggalkan  masjid  untuk  kembali  guna melanjutkan kegiatan di kampus. Namun, beberapa tetap tinggal dan terus berdoa untuk  menunjukkan kesetiaan mereka kepada Allah.

Selama 30 tahun saya melakukan doa ini, total sebanyak 54.750 kali. Banyak Muslim taat di dunia melaksanakan sholat ini sepanjang hidupnya. Jelas, ini memerlukan disiplin dan komitmen, tetapi apa yang memotivasi seorang Muslim untuk bertahan dalam doa?

PERINTAH MUHAMMAD MENGENAI  DOA

Dalam Islam doa adalah kewajiban dan bukan pilihan. Muhammad mengajarkan lima kali sholat dalam sehari berasal dari Allah. Muhammad berkata bahwa pada suatu malam  Malaikat  Jibril  membawa  ia  bertemu  Allah  di  surga  (kemudian  disebut ”perjalanan malam”). Allah telah berkata kepada Muhammad bahwa masyarakat harus berdoa  50  kali  per  hari,  Muhammad  berkata  ia  bernegosiasi  dengan  Allah  hingga permintaan tersebut diturunkan hingga lima kali per hari . Sejak saat itu, Muhammad memimpin Muslim untuk berdoa lima kali sehari.

Lima waktu ini didasarkan pada waktu matahari terbit, oleh karena itu bervariasi menurut musim.  Mereka adalah:

Muhammad mengatakan bahwa Malaikat Jibril mengajarkan padanya cara doa yang benar, sehingga para pengikutnya memperhatikan ia dengan seksama dan mencatat setiap detail. Muhammad juga memberikan banyak pelajaran tentang cara untuk berdoa di  berbagai keadaan, misalnya ketika Anda tidak memiliki air untuk mencuci, Anda dapat menggunakan pasir atau debu (lihat Surah 4:43, 5:6). Dan apabila Anda berpergian jauh dari masjid dan tidak dapat sholat pada waktunya maka dapat menggunakan sajadah. Jika Anda berada di tengah jihad, Anda dapat memodifikasi sholat sehingga Anda tidak rentan diserang musuh saat sembahyang (Surah 4:101-103).

Muhammad sangat keras pada pengikutnya. Suatu kali Muhammad memulai doa malam, tetapi kehilangan banyak Muslim. Ketika ditanya dimana mereka, beberapa orang menjawab, bahwa mereka masih di rumah.

Muhammad SAW menjawab:

Untuk Dia pemegang jiwa saya, saya telah mengumpulkan jenis kayu bakar, kemudian  saya  pergi  untuk  meminta  seseorang  untuk  ucapkan  azan  untuk memulai doa, kemudian saya pergi meminta seseorang untuk memimpin doa, setelah itu saya akan menghilang dari belakang dan saya akan membakar rumah orang yang belum berdoa (wajib berjamaah) .

Seperti yang Anda pikirkan, Muslim bergumul untuk menghadiri doa pertama di pagi hari karena mereka masih ingin tidur. Salah satu hadist mengatakan:

”Diberitahukan kepada Nabi seorang laki-laki yang tidur sampai pagi (setelah matahari terbit). Nabi berkata: ”Ini adalah seorang laki-laki yang setan telah kencing di kedua telinganya (atau salah satu telinga)” .

Muhammad mengajarkan bahwa jika seseorang menolak untuk melakukan salah satu dari lima doa wajib, maka ia bukan lagi seorang Muslim. Ia menjelaskan: ”Doa adalah perjanjian antara kami dan mereka, dan seseorang yang mengabaikan doa akan murtad” .

TUJUAN SEORANG MUSLIM BERDOA

Apa yang Muslim harapkan dari doa?

1.  Pertama dan terutama, mereka ingin menghindari hukuman dari Allah karena tidak mematuhi perintah untuk berdoa lima kali sehari. Semua yang baik datang dari Allah, jadi jika dia kecewa dengan Anda, Ia dapat mencabut hal-hal baik dari dalam hidup Anda, seperti mengambil kesehatan Anda, merusak keuangan Anda atau mengutuk Anda. Jika Anda tidak melakukan sembahyang, Allah juga akan menghukum di hari penghakiman.

2.  Kedua, Muslim berharap dapat menyenangkan Allah sehingga menerima mereka pada hari kiamat dan menerima mereka di surga. Muhammad percaya bahwa Allah memantau doa mereka secara seksama. Itulah mengapa mereka sangat berhati-hati untuk mengikuti petunjuk tentang doa. Namun, sebelum hari kiamat, mereka  tidak akan dapat mengetahui apakah Allah senang dengan doa mereka (atau perbuatan baik lainnya) atau tidak.

DOA TAMBAHAN

Sejauh ini kita telah belajar secara terperinci apa yang menyangkut sholat wajib, yang diwajibkan Muhammad bagi Muslim untuk sembahyang lima kali sehari (fard dalam bahasa Arab). Muslim juga dapat melakukan doa sukarela tambahan (doa nephil). Ini dapat berupa rakaat tambahan yang diijinkan selama waktu tertentu dalam sehari.

Adalah penting untuk dicatat bahwa semua doa-doa ini dibaca dari teks tertulis, dan harus melakukan petunjuk secara spesifik. Anda tidak dapat melakukan sebuah rakaat saat berada di mobil atau saat Anda duduk di pinggir sungai.

Doa-doa  pribadi  adalah  perkara  yang  lain,  doa  pribadi  adalah  saat  seseorang mengungkapkan keinginan atau permintaan pribadi kepada Allah dengan cara apapun yang ia inginkan. Islam tidak melarang doa pribadi, tetapi tidak dianjurkan atau terlalu membicarakannya. Hanya Sufi, sekte kecil, yang fokus pada doa pribadi sebagai cara  untuk berkomunikasi secara pribadi dengan Allah. Muslim secara umum tidak berharap bahwa Allah berkomunikasi dengan dia secara pribadi melalui doa.

Allah dalam Islam tidak berbicara langsung kepada manusia. Adalah Malaikat Jibril yang berbicara atas namaNya. Malaikat Jibril yang disebut Roh Kudus, tetapi tidak dianggap sebagai bagian dari Allah, dan hanya dapat berada di satu tempat pada satu waktu  (lihat Surah 2:97, 98; 26:193, 16:102). Jadi bila seorang Muslim berdoa, ia tidak berharap bahwa Allah berkomunikasi dengan dia, dan tidak pula berharap Jibril untuk datang dan  berbicara.

Setiap tahun, pada malam terakhir Ramadhan, adalah satu-satunya harapan seorang Muslim dapat mendengar sesuatu dari Allah. Muhammad mengajarkan pada malam itu Jibril mengunjungi seseorang yang saleh dan menunggunya (lihat Surah 97:4). Setiap tahun pada malam itu, saya dan umat Muslim lainnya tetap di masjid, sepanjang malam, dengan keinginan untuk dikunjungi oleh Jibril.

Alkitab mengajar tentang Roh Kudus dengan sangat berbeda. Alkitab mengatakan bahwa Roh Kudus adalah salah satu dari Tuhan Trinitas, dan memiliki kemampuan untuk hadir di semua tempat pada saat yang bersamaan, ini berarti bahwa Tuhan melalui Roh Kudus dapat berkomunikasi dengan banyak orang sekaligus.

Sekarang kita akan melihat doa yang diajarkan oleh Yesus.

YESUS MENGAJAR PENGIKUTNYA CARA UNTUK BERDOA

Seperti yang saya ceritakan pada awal bab, pertama kali saya membaca Alkitab mulai  dari  Bab  5  Matius,  tidaklah  lama  untuk  tiba  di  Matius  6,  dimana  Yesus mengajarkan murid-muridNya untuk berdoa. Berulang-ulang saat saya membacanya,  saya melihat lebih jelas perbedaan kontras antara Yesus dan Muhammad. Mari lihat petikan ini bersama:

Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan  doanya  dengan  berdiri  dalam  rumah-rumah  ibadat  dan  pada tikungan-tikungan  jalan  raya,  supaya  mereka  dilihat  orang.  Aku  berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.  Matius 6:5-6 

Hal pertama yang saya perhatikan di ayat ini adalah kata saat. Kata saat melintas seperti topan di pikiran saya. Saya pikir: ”Ini berarti bahwa terserah saya memutuskan kapan untuk berdoa. Saya dapat berdoa kapan saja!”

Kemudian saya menyadari ketika Yesus berbicara di mana tempat berdoa. Dia berkata: ”Masuklah ke dalam kamar dan menutup pintu.” Saya pikir: ”Saya tidak perlu ke masjid lagi?”

Yesus mengatakan bahwa Tuhan akan membalas orang-orang yang berdoa sendiri saja daripada orang yang berdoa untuk mendapatkan perhatikan oleh orang lain. Hal ini berlawanan dari apa yang diajarkan Muhammad, yang menginginkan orang keluar dari rumah dan bersama ke masjid untuk berdoa. Dia mengatakan bahwa berdoa sendiri merupakan sesuatu yang inferior (lebih rendah).

Ibnu Umar melaporkan bahwa Rasul Allah berkata: ”Doa berjamaah adalah senilai dua puluh tujuh kali lebih besar daripada berdoa sendiri”  

Yesus berkata:

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata- kata doanya akan dikabulkan.  Matius 6:7

Sholat saya di dalam Islam terdiri dari ”banyak kata”. Saya harus membacakan banyak kata-kata dan membuat gerak-gerik banyak kali setiap hari, setiap minggu, setiap tahun. Saya percaya bahwa Allah mewajibkan banyak kata untuk menyenangkanNya.

Jangan seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Matius 6:8, lihat juga ayat-ayat 25-29

Yesus di sini mengatakan bahwa Tuhan tahu kebutuhan saya, dan perduli pada saya secara pribadi.

Kemudian Yesus memberikan contoh doa (lihat Matius 6:9-13). Saya harus berhenti di dua kata pertama:

”Bapa kami …

Saat masih Muslim saya tidak pernah berdoa seperti itu. Quran mengajarkan bahwa Allah tidak mempunyai anak. Saat waktu menjadi larut, saya menyimpulkan bahwa ”Bapa kami” adalah ekspresi yang indah. Saya pikir: ”Jika Allah adalah ayah saya, dimana saya anakNya, dan antara ayah dan anak tidak ada ancaman dan manipulasi. Bila Anda berbicara dengan ayah, Anda tidak perlu takut bertanya apakah Ia tersinggung dengan cara yang Anda berdoa.” Kemudian saya terus membaca:

Bapa kami yang di sorga, 

dikuduskanlah nama-Mu,

datanglah Kerajaan-Mu, 

jadilah kehendak-Mu 

di bumi seperti di sorga

Ini adalah jenis penyembahan yang akrab bagi saya. ”Biarlah namaMu dikuduskan” adalah frase yang kami gunakan di dalam Islam, namun ”Kerajaan-Mu datang” adalah sebuah frase baru untuk saya. Kemudian saya memahami bahwa Yesus mendirikan sebuah kerajaan rohani dan bukan politik.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,

Saat saya membaca kalimat ini saya membayangkan anak kecil duduk di depan ayahnya meminta makanan. Rakaat tidak memasukkan apapun yang meminta Allah peduli pada saya. Saya diijinkan untuk meminta Allah menyediakan kebutuhan saya, tapi saya melakukan ini dengan kepala menyentuh lantai dalam ketertundukan. dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

Disini saya memiliki suatu kendala. Saya heran mengapa Yesus mengatakan bahwa saya harus memaafkan orang lain agar Ia dapat mengampuni saya? Saya khawatir kalimat ini membawa saya kembali ke hukum Islam, dimana saya harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan nikmat Allah. Akhirnya saya mengerti bahwa Tuhan ingin kita mengampuni orang lain, karena Ia mengampuni kita lebih dulu (lihat Matius 18:21- 35, cerita budak yang kejam).

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

Alkitab memberikan gambaran pada saya bahwa godaan datang dari setan dan Allah akan membantu saya untuk melawannya. Dalam ajaran Islam pencobaan dapat datang dari setan, tetapi juga bisa datang dari Allah dengan menggunakan setan untuk menyesatkan orang sehingga dapat mengisi neraka. Saya sangat kagum pada pemikiran bahwa  Tuhan  selalu  bersedia  untuk  membebaskan  orang  dari  cobaan,  jika  mereka meminta pertolongan.

Dengan demikian berakhirlah ”Doa Bapa kami”, sebagaimana tercantum dalam Matius, dan saya menjadi sangat tertarik membaca Alkitab, saya ketagihan, saya terus membaca Perjanjian Baru sepanjang malam. Setelah beberapa jam, saya tiba di Lukas 11, dimana juga mencantumkan ”Doa Bapa kami”. Lukas mencatat pengajaran Yesus tentang bagaimana Tuhan menjawab doa-doa kita:

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya Lukas 11:11-13

Sekali lagi saya melihat gambaran Tuhan sebagai Ayah yang menjaga anakNya. Ini jauh berbeda dari sikap Allah, yang membuat pengikutNya menunggu hingga hari kiamat apakah Ia menerima atau tidak doa mereka.

TELADAN YESUS DALAM BERDOA

Yesus memberikan murid-muridNya contoh doa, tetapi Ia juga melakukan doa di dalam hidupNya. Saat saya membaca Perjanjian Baru, saya memperhatikan saat-saat dimana tertulis Yesus berdoa:

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Markus 1:35, lihat juga Markus 6:46

Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.  Lukas 5:16

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Tuhan.  Lukas 6:12

Yesus  sering  berdoa  sendiri  saja,  tetapi  kadang-kadang  Ia  mengajak  murid- muridNya (Lukas 9:28, 22:39). Namun, Yesus tidak pernah meminta murid-muridNya untuk berdoa pada waktu-waktu atau cara tertentu, Ia tidak pernah mengatakan bahwa Allah akan menghukum mereka yang tidak berdoa.

TUJUAN DARI DOA KEPADA ALLAH BAPA

Menurut  apa  yang  saya  baca  dari  Injil,  Yesus  menggunakan  doa  sebagai   komunikasi dengan Tuhan dan bukan sebagai cara untuk menyenangkan Tuhan. Ia mengajar  murid-muridNya  untuk  menyembah  Allah  dalam  doa  dan  menyerahkan kepadaNya kebutuhan mereka.

Kita  dapat  membaca  di  Kisah  Para  Rasul  dan  melihat  para  murid  mengikuti petunjuk ini. Kisah Para Rasul tidak mencatat orang Kristen mengulang ”Doa Bapa kami” secara harafiah. Tapi sebaliknya mencatat orang Kristen sering berdoa secara teratur dan berdoa minta pertolongan Tuhan pada masa kesusahan. Kisah Para Rasul  memberikan contoh doa yang bagus, dinaikkan saat orang Kristen mengalami ancaman dari pemimpin agama dan tua-tua.

Berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: ”Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Kisah Para Rasul 4:24, 30-31

PERBEDAAN MENDASAR

Perbedaan antara doa Yesus dan Muhammad pada dasarnya adalah perbedaan pengenalan mereka akan Tuhan.

Muhammad  menggambarkan  Allah  sebagai  tuan  dan  manusia  sebagai  hamba- hambaNya, sehingga doa adalah salah satu cara untuk memenangkan hati dari Tuan. Jika doa tidak dilakukan dengan benar, Tuan akan menjadi marah. Itulah sebabnya Muslim saleh menghabiskan berjam-jam terhitung yang sama mengulangi kata-kata dan gerak- gerik yang sama, hari ke hari, berharap perkenanan Allah.

Yesus  menggambarkan  Tuhan  sebagai  Bapa  dan  manusia  sebagai  anakNya, sehingga  doa  merupakan  salah  satu  cara  untuk  berkomunikasi  dengan  Dia  yang mengasihi  dan  peduli  pada  Anda.  Jika  orang  Kristen  tidak  berdoa,  mereka  tidak menggunakan  kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

KESIMPULAN

Sejauh ini, pada bagian ini, kita telah melihat warisan yang ditinggalkan Yesus dan Muhammad:

  • Pesan mereka ke dunia;
  • Ajaran tentang satu sama lain lain;
  • Kenyembuhan dan mujizat;
  • Makna perang suci;
  • Pengajaran tentang kasih;
  • Pengajaran tentang doa.

Ada  sebuah  topik  menarik  bagi  kepentingan  manusia  modern:  bagaimana memperlakukan perempuan. Di bab selanjutnya kita akan melihat secara seksama apa yang  diajarkan  Yesus  dan  Muhammad  tentang  perempuan  dan  bagaimana  mereka bersikap dengannya.

About worldlastchance.
Going beyond simple shots at Religion for pure shock value,This homepage is meant for exchanging views and providing information to foster better understanding between those who embrace Islam and those who embrace Christianity. All comments are welcome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: